Tidak Ada Sesuatu yang Menghalangi Manusia untuk Beriman

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Israa’ ayat 94-95

0
300

Kajian Tafsir Surah Al-Israa’ ayat 94-95. Penjelasan bahwa hidayah di Tangan Alah Subhaanahu wa Ta’aala dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepadanya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَن يُؤْمِنُواْ إِذْ جَاءهُمُ الْهُدَى إِلاَّ أَن قَالُواْ أَبَعَثَ اللّهُ بَشَراً رَّسُولاً -٩٤- قُل لَّوْ كَانَ فِي الأَرْضِ مَلآئِكَةٌ يَمْشُونَ مُطْمَئِنِّينَ لَنَزَّلْنَا عَلَيْهِم مِّنَ السَّمَاءِ مَلَكاً رَّسُولاً -٩٥

Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepadanya, selain perkataan mereka, “Mengapa Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?” Katakanlah (Muhammad), “Sekiranya di bumi ada para malaikat, yang berjalan-jalan dengan tenang, niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi Rasul.”  (Q.S. Al-Israa’ : 94-95)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa mā mana‘an nāsa (dan tidak ada yang menghalangi manusia), yakni penduduk Mekah.

Ay yu’minu (untuk beriman) kepada Allah Ta‘ala.

Idz jā-ahumul hudā (ketika petunjuk datang kepadanya), yakni ketika Nabi Muhammad ﷺ datang membawa Al-Qur’an.

Illā ang qālū a ba‘atsallāhu basyarar rasūlā (kecuali perkataan mereka, “Apakah Allah mengutus seorang manusia sebagai rasul”) kepada kami?

Qul (katakanlah) hai Muhammad, kepada penduduk Mekah!

Lau kāna fil ardli malā-ikatuy yamsyūna (“Seandainya ada malaikat yang berjalan-jalan) di muka bumi, dan menetap.

Muthma-innīna (dengan tenteram), yakni bermukim.

La nazzalnā ‘alaihim minas samā-i malakar rasūlā (tentulah Kami menurunkan malaikat dari langit sebagai rasul kepada mereka”). Sesungguhnya kami hanya akan mengutus rasul dari golongan malaikat kepada kelompok malaikat, dan dari golongan manusia kepada manusia.


BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-15 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepadanya, selain perkataan mereka, “Mengapa Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul[21]?”

[21] Yakni tidak dari kalangan malaikat.

  1. Katakanlah (Muhammad), “Sekiranya di bumi ada para malaikat, yang berjalan-jalan dengan tenang, niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi Rasul[22].”

[22] Hal itu, karena tidaklah diutus kepada suatu umat seorang rasul kecuali dari kalangan mereka, agar dapat berbicara dengan mereka dan agar pembicaraannya dipahami. Di samping itu, mereka tidak sanggup menimba pelajaran dari para malaikat karena mereka tidak berjalan-jalan di bumi dengan tenang.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan tidak ada sesuatu yang menghalang-halangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya kecuali perkataan mereka) perkataan mereka dengan nada ingkar (“Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?”) dan Dia tidak mengutus seorang malaikat?
  2. (Katakanlah) kepada mereka (“Seandainya di bumi ini ada) lafal fil ardhi menjadi badal daripada lafal basyaran (malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka malaikat menjadi rasul.”) sebab tidak diutus seorang rasul terhadap suatu kaum melainkan ia berasal dari jenis mereka sendiri sehingga memungkinkan bagi mereka untuk berbicara kepadanya dan memahami darinya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman AJlah Swt.:

Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia. (Al-Isra: 94)

Yakni sebagian besar dari mereka.

Untuk beriman. (Al-Isra: 94)

dan mengikuti rasul-rasul Allah, melainkan karena mereka merasa aneh bila Allah menjadikan rasul utusan-Nya dari kalangan manusia. Ayat ini sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَا إِلَى رَجُلٍ مِنْهُمْ أَنْ أَنْذِرِ النَّاسَ وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, “Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang yang beriman, bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhannya.” (Yunus: 2)

ذَلِكَ بِأَنَّهُ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالُوا أَبَشَرٌ يَهْدُونَنَا فَكَفَرُوا وَتَوَلَّوْا وَاسْتَغْنَى اللَّهُ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka (membawa) keterangan-keterangan, lalu mereka berkata, “Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?” (At-Taghabun: 6), hingga akhir ayat.

Juga firman Allah Swt. yang menceritakan perkataan Fir’aun kepada pembesar-pembesar kaumnya:

أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَا وَقَوْمُهُمَا لَنَا عَابِدُونَ

Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga). padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?” (Al-Mu’minun: 47)

Demikian pula umat-umat lainnya mengatakan hal yang sama terhadap rasul-rasul mereka, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

إِنْ أَنْتُمْ إِلا بَشَرٌ مِثْلُنَا تُرِيدُونَ أَنْ تَصُدُّونَا عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا فَأْتُونَا بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ

Kalian tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kalian menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami. Karena itu, datangkanlah kepada kami bukti nyata. (Ibrahim: 10)

Ayat-ayat yang menceritakan hal ini cukup banyak jumlahnya, apa yang kami ketengahkan ini hanya sebagian saja.

Selanjutnya Allah Swt. mengingatkan kepada manusia akan belas kasihan dan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya, bahwa Dia mengutus rasul-Nya kepada mereka dari bangsa dan jenis mereka sendiri agar mereka dapat memahami dan mengerti apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya. Dengan demikian, dialog dan pembicaraan antara mereka dengan utusan Allah akan berlangsung dengan baik. Seandainya Allah mengutus rasul-Nya dari kalangan malaikat, tentulah mereka tidak akan dapat bertatap muka dengannya, tidak pula dapat memahaminya. Hal ini semakna dengan yang disebutkan Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولا مِنْ أَنْفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri. (Ali Imran: 164)

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ

Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri. (At-Taubah: 128)

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ * فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ

Sebagaimana Kami telah mengutus kepada kalian rasul di antara kalian yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kalian dan menyucikan kalian dan mengajarkan kepada kalian Al-Kitab dan Hikmah, serta mengajarkan kepada kalian apa yang belum kalian ketahui. Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku. (Al-Baqarah: 151-152)

Karena itulah dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

Katakanlah, “Kalau sekiranya ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi.” (Al-Isra: 95)

Yakni sebagaimana kalian berjalan-jalan di bumi.

Niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka seorang malaikat menjadi rasul. (Al-Isra: 95)

Yaitu dari jenis malaikat. Mengingat kalian adalah jenis manusia, maka Kami utuskan rasul Kami kepada kalian dari kalangan kalian sendiri sebagai kasih sayang dan rahmat dari Allah buat kalian.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaHidayah di Tangan Alah
Berita berikutnyaPermintaan Mukjizat kepada Rasulullah ﷺ