Ketidaksanggupan Jin dan Manusia Membawakan yang Semisal Al-Qur’an

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Israa’ ayat 88-89

0
280

Kajian Tafsir Surah Al-Israa’ ayat 88-89. Tantangan terhadap manusia yang ingin menandingi Al-Qur’an, kemukjizatan Al-Qur’an dari semua sisi, ketidaksanggupan jin dan manusia membawakan yang semisal Al-Qur’an, beberapa permintaan mukjizat dari orang-orang musyrik kepada Rasulullah ﷺ dan penjelasan bahwa hidayah di Tangan Alah Subhaanahu wa Ta’aala serta bukti-bukti kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُل لَّئِنِ اجْتَمَعَتِ الإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَن يَأْتُواْ بِمِثْلِ هَـذَا الْقُرْآنِ لاَ يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيراً -٨٨- وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِي هَـذَا الْقُرْآنِ مِن كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَى أَكْثَرُ النَّاسِ إِلاَّ كُفُوراً -٨٩

Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.” Dan sungguh, Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur’an ini dengan bermacam-macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkari(nya). (Q.S. Al-Israa’ : 88-89)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Qul (katakanlah) hai Muhammad, kepada penduduk Mekah!

La inijtama‘atil iηsu wal jinnu ‘alā ay ya’tū bi mitsli hādzal qur-āni lā ya’ -tūna bi mitslihī (“Sungguh jika manusia dan jin bergabung untuk membuat yang sepadan Al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan sanggup membuat yang sepadan dengannya), yakni membuat yang sepadan dengan Al-Qur’an, yang berisi perintah dan larangan, janji dan ancaman, nasikh dan mansukh, muhkam dan mutasyabih, serta berita yang telah terjadi dan yang akan terjadi.

Wa lau kāna ba‘dluhum li ba‘dliη zhahīrā (walaupun sebagian mereka menjadi penyokong bagi sebagian lainnya), yakni menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.

Wa laqad sharrafnā lin nāsi (dan sungguh Kami telah menjelaskan kepada manusia), yakni Kami telah menerangkan kepada penduduk Mekah.

Fī hādzal qur-āni ming kulli matsalin (dalam Al-Qur’an ini berbagai perumpamaan), yakni berbagai janji dan ancaman.

Fa abā aktsarun nāsi illā kufūrā (tetapi kebanyakan manusia menolak, selain ingkar), yakni tidak menerima dan tetap dalam kekafiran.


BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-15 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [13]Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain[14].”

[13] Ayat ini merupakan bukti kebenaran Al-Qur’an, di mana Allah menantang manusia dan jin untuk mendatangkan yang serupa dengan Al-Qur’an, dan Dia memberitahukan, bahwa mereka tidak mampu membuatnya meskipun mereka saling bantu-membantu.

[14] Ayat ini turun untuk membantah perkataan orang-orang kafir, “Jika kami mau, kami mampu berkata seperti ini.”

  1. Dan sungguh, Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur’an ini dengan bermacam-macam perumpamaan[15], tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkari(nya).

[15] Setiap perumpamaan dimaksudkan agar mereka memetik hikmahnya, namun ternyata tidak ada yang mau memetik hikmahnya dan merubah sikapnya selain sebagian kecil di antara mereka yang telah ditetapkan dahulu sebagai orang-orang yang berbahagia, yang diberi taufik oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala kepada kebaikan. Sedangkan mayoritas manusia bersikap ingkar terhadap nikmat yang besar itu (yakni Al-Qur’an), bahkan mereka menyusahkan diri mereka dengan meminta didatangkan ayat yang lain selain daripada Al-Qur’an yang sesuai keinginan diri mereka yang zalim lagi jahil (bodoh).

.

Tafsir Jalalain

  1. (Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al-Qur’an ini) dalam hal kefasihan dan ketinggian paramasasteranya (niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia sekali pun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.”) saling bantu-membantu. Ayat ini diturunkan sebagai sanggahan terhadap perkataan mereka sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya: “Kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini (Al-Qur’an).” (Q.S. Al-Anfal 31).
  2. (Dan sesungguhnya Kami telah jelaskan) telah Kami terangkan (kepada manusia dalam Al-Qur’an ini tiap-tiap macam perumpamaan) lafal min kulli matsalin menjadi sifat bagi lafal yang tidak disebutkan artinya, contoh dari setiap perumpamaan supaya mereka mengambil pelajaran darinya (tapi kebanyakan manusia tidak mau) yakni penduduk Mekah (kecuali mengingkarinya) mengingkari kebenaran yang dibawanya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. mengisyaratkan tentang kemuliaan yang dimiliki oleh Al-Qur’an. Untuk itu Allah Swt. memberitahukan bahwa seandainya seluruh manusia dan jin berkumpul, lalu mereka sepakat akan membuat hal yang semisal dengan kitab yang diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya untuk selama-lamanya, sekalipun mereka saling membantu dan menolong di antara sesama mereka. Karena sesungguhnya hal ini merupakan suatu perkara yang mustahil dapat mereka lakukan, karena jelas tidak ada keserupaan antara perkataan makhluk dan kalam Tuhan Yang Maha Pencipta yang tiada persamaan, tiada yang semisal dan tiada yang setara dengan Dia.

Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Sa’id ibnu Jubair atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan segolongan orang dari kaum Yahudi. Mereka datang kepada Rasulullah  ﷺlalu mengatakan, “Sesungguhnya kami dapat mendatangkan hal yang semisal dengan apa yang engkau sampaikan (yakni Al-Qur’an).” Maka Allah Swt. menurunkan ayat ini.

Riwayat ini masih perlu dipertimbangkan kebenarannya, mengingat ayat ini termaktub di dalam surat Makiyyah dan seluruh konteksnya berkaitan dengan orang-orang Quraisy, sedangkan orang-orang Yahudi baru bersua dengan Nabi ﷺ setelah beliau berada di Madinah.

Firman Allah Swt.:

Dan sesungguhnya kami telah mengulang-ulang kepada manusia. (Al-Isra: 89), hingga akhir ayat.

Yakni Kami jelaskan kepada mereka hujah-hujah dan bukti-bukti yang pasti dan jelas, dan Kami telah menerangkan kepada mereka perkara yang hak dengan keterangan yang terperinci lagi jelas. Akan tetapi, sekalipun demikian:

Sebagian besar manusia tidak menyukai, melainkan mengingkarinya. (Al-Isra: 89)

Yakni mereka tetap ingkar kepada perkara yang hak dan menentang perkara yang benar.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaPermintaan Mukjizat
Berita berikutnyaWahyu Adalah Urusan Allah