Akan Datang kepada Allah Sebagai Seorang Hamba

Tafsir Al-Qur’an: Surah Maryam ayat 93-95

0
632

Kajian Tafsir Surah Maryam ayat 93-95. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada Allah sebagai seorang hamba. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ إِلا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا (٩٣) لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا (٩٤) وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا (٩٥)

Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada Allah Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba. Dia (Allah) benar-benar telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan setiap orang dari mereka akan datang kepada Allah sendiri-sendiri pada hari kiamat. (Q.S. Maryam : 93-95)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Ing kullu maη fis samāwāti wal ardli lllā ātir rahmāni ‘abdā (tidak ada seorang pun di langit dan bumi kecuali akan datang kepada Yang Maha Pengasih sebagai hamba), yakni kecuali akan mengakui hak ubudiyyah Yang Maha Pengasih serta taat kepada-Nya.

Laqad ahshāhum (sungguh Dia telah menentukan jumlah mereka), yakni telah mencatat jumlah mereka.

Wa ‘addahum ‘addā (dan menghitung mereka dengan perhitungan yang cermat), yakni mengetahui jumlah mereka.

Wa kulluhum ātīhi (dan masing-masing mereka akan datang kepada-Nya), yakni akan datang menghadap Allah Ta‘ala.

Yaumal qiyāmati fardā (pada hari kiamat sendiri-sendiri), yakni sendirian, tanpa harta ataupun anak.


BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-16 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada Allah Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba[4].

[4] Yang tunduk dan hina pada hari kiamat.

  1. Dia (Allah) benar-benar telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti[5].

[5] Ilmu-Nya meliputi semua makhluk yang di langit maupun yang di bumi, Dia menentukan jumlah mereka dan jumlah amal mereka, tidak salah dan tidak lupa, serta tidak ada satu pun yang samar bagi-Nya.

  1. Dan setiap orang dari mereka akan datang kepada Allah sendiri-sendiri pada hari kiamat[6].

[6] Tanpa harta, anak maupun pembela. Yang dibawa hanyalah amalnya, lalu Allah akan memberikan balasan terhadapnya. Jika amalnya baik, maka akan dibalas dengan kebaikan, sedangkan jika buruk, maka akan dibalas dengan keburukan.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Tidak ada) (seorang pun di langit dan di bumi melainkan akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba) yang hina dan tunduk patuh kepada-Nya kelak di hari kiamat, termasuk Uzair dan Isa juga.
  2. (Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti) maka tidak samar bagi-Nya mengenai jumlah mereka secara keseluruhan atau pun secara rinci dan tiada seorang pun yang terlewat dari perhitungan-Nya.
  3. (Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri) tanpa harta dan tanpa pembantu yang dapat membelanya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. (Maryam: 92)

Artinya tidaklah pantas dan tidaklah layak bagi keagungan dan kebesaran-Nya hal tersebut; sebab tidak ada seorang pun dari makhluk-Nya yang menyamai-Nya, semua makhluk adalah hamba-Nya. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. (Maryam: 93-94)

Yakni sesungguhnya Allah telah mengetahui bilangan mereka sejak Dia menciptakan mereka sampai hari kiamat, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, dan baik yang masih muda maupun yang sudah tua.

Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri. (Maryam: 95)

Maksudnya, tidak ada yang menolongnya dan tidak ada yang dapat menyelamatkannya kecuali hanya Allah semata; tiada sekutu bagi-Nya, Dialah yang berhak memutuskan nasib makhluk-Nya sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya, dan Dialah Yang Maha Adil yang tidak akan berbuat aniaya barang sedikit pun dan Dia tidak akan menganiaya seorang pun.

Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaAllah Akan Menanamkan Rasa Kasih Sayang Dalam Hati
Berita berikutnyaAllah Subhaanahu wa Ta’aala Bersih dari Memiliki Sekutu