Siksa Itu Ditimpakan pada Siapa Pun yang Mendustakan Ajaran Agama

Tafsir Al-Qur’an: Surah Thaahaa ayat 48

0
373

Kajian Tafsir Surah Thaahaa ayat 48. Siksa itu ditimpakan pada siapa pun yang mendustakan ajaran agama. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّا قَدْ أُوحِيَ إِلَيْنَا أَنَّ الْعَذَابَ عَلَى مَنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّى (٤٨)

Sungguh, telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) pada siapa pun yang mendustakan (ajaran agama yang kami bawa) dan berpaling (tidak mempedulikannya). (Q.S. Thaahaa : 48)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Innā qad ūhiya ilainā annal ‘adzāba (sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa azab itu), yakni azab yang langgeng itu.

‘Alā mang kadz-dzaba (bagi orang-orang yang mendustakan) tauhid.

Wa tawallā (dan berpaling) dari iman.


BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-16 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Sungguh, telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) pada siapa pun yang mendustakan (ajaran agama yang kami bawa)[23] dan berpaling (tidak mempedulikannya)[24].

[23] Atau mendustakan berita-berita Allah dan Rasul-Nya.

[24] Maksudnya, tidak mempedulikan dan tidak mengikuti ajaran dan petunjuk rasul. Nabi Musa ‘alaihis salam mentarghib (mendorong) Fir’aun untuk beriman dan mengikutinya serta mentarhib(menakut-nakuti)nya jika tidak mau beriman dan mengikuti. Akan tetapi nasehat itu tidak dipedulikannya, ia tetap ingkar dan kafir kepada Tuhannya dan membantahnya karena kezaliman dan kedurhakaannya seperti yang disebutkan dalam ayat selanjutnya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami, bahwa siksa itu ditimpakan kepada orang-orang yang mendustakan) apa yang kami datangkan ini (dan berpaling”) daripadanya. Kemudian Nabi Musa dan Nabi Harun mendatangi Firaun dan keduanya mengatakan semuanya itu kepadanya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Karena itulah Musa dan Harun berkata kepada Fir’aun, seperti yang dikisahkan oleh Firman-Nya:

Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk. Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling. (Thaha: 47-48)

Dengan kata lain, Musa bermaksud bahwa Allah telah menceritakan kepada kami di antara wahyu yang diturunkan-Nya kepada kami, bahwa azab itu akan ditimpakan khusus kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling dari ketaatan kepada-Nya. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:

فَأَمَّا مَنْ طَغَى * وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا * فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى

Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). (An-Nazi’at: 37-39)

فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّى * لَا يَصْلاهَا إِلا الأشْقَى * الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّى

Maka Kami memperingatkan kalian dengan neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). (Al-Lail: 14-16)

Dan firman Allah Swt.:

فَلا صَدَّقَ وَلا صَلَّى * وَلَكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّى

Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al-Qur’an) dan tidak mau mengerjakan salat, tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran). (Al-Qiyamah: 31-32)

Yaitu hatinya mendustakan (Rasul) dan perbuatannya berpaling (dari kebenaran).

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.