Struktur Teks Ulasan

0
650

Halo sobat, kalau kita ingin memberikan ulasan terhadap kualitas suatu karya (film, cerpen, puisi, novel, dan karya seni daerah), Maaf ya, jangan terlalu bersemangat dengan langsung memaparkan kelebihan atau kekurangan dari karya tersebut.

Ada baiknya kita pahami dulu tentang cara/pola teks ulasan itu disusun. Struktur teks ulasan itu dibentuk oleh bagian-bagian seperti:

  1. Identitas karya
  2. Orientasi
  3. Sinopsis
  4. Analisis
  5. Evaluasi

Selain itu, sering pula disertai rekomendasi yang berisikan saran-saran kepada pembaca.

Baiklah, kita jelaskan satu persatu.

  1. Identitas karya

Hal pertama yang harus ada dalam teks ulasan adalah identitas karya. Identitas karya merupakan ciri atau jati diri sebuah karya. Sama seperti halnya dengan kita yang memiliki identitas, seperti: nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, nama ayah, nama ibu, alamat, dan lain-lain. Sebuah karya pun memiliki identitas dirinya. Identitas sebuah buku (cerpen, puisi, novel) biasanya mencakup:

  • Judul
  • Pengarang
  • Penerbit
  • Tahun terbit
  • Tebal halaman

Dan ukuran buku yang mungkin saja tidak dinyatakan secara langsung.

Sedangkan identitas film biasanya mencakup:

  • Judul
  • Bintang
  • Sutradara
  • Produser
  • Skenario
  • Fotografi
  • Produksi
  • Durasi
  1. Orientasi

Setelah menuliskan identitas karya yang lengkap, barulah kita memulai dengan memaparkan gambaran umum mengenai sebuah karya. Bagian orientasi ini memberikan penjelasan kepada pembaca mengenai apa yang akan diulas? Orientasi adalah semacam latar belakang atau pengantar untuk mengenalkan kepada pembaca mengenai objek yang akan diulas sebelum memasuki penjelasan lebih mendalam.

  1. Sinopsis

Sinopsis adalah ikhtisar karangan berupa ringkasan yang menggambarkan pemahaman penulis terhadap isi karya.

  1. Analisis

Bagian analisis berisi uraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Pada bagian ini dipaparkan tentang keberadaaan unsur-unsur cerita, seperti tema, penokohan, dan alur.

  1. Evaluasi

Evaluasi adalah penilaian subjektif tentang kelebihan dan kekurangan suatu karya. Penulis memberikan pandangan terhadap kualitas suatu karya dan dilakukan setelah melakukan analisis terhadap karya tersebut.

Selain itu, sering pula disertai rekomendasi yang berisikan saran-saran kepada pembaca.

[showhide type=”post” more_text=” Sobat, mari kita baca kembali teks ulasan untuk novel Atheis!. Klik di sini!.” less_text=”Show less…”]
Identitas Buku

Judul                : Atheis

Pengarang        : Achdiat K. Mihardja

Penerbit            : Balai Pustaka

Tahun terbit     : 1949 (cetakan pertama)

Tebal halaman : 232 halaman

Atheis merupakan salah satu novel terbaik yang memperoleh hadiah tahunan Pemerintah RI tahun 1969. R.J. Maguire menerjemahkan novel ini ke bahasa Inggris tahun 1972. Sementara itu, Sjuman Djaya mengangkatnya ke layar perak tahun 1974 dengan judul yang sama.

Novel ini menceritakan perjalanan hidup tokoh Hasan. Dari kecil ia dididik menjadi anak yang saleh. Ia begitu taat beribadah. Begitu juga dengan orang tuanya adalah pemeluk Islam yang fanatik. Orang tua Hasan menyekolahkan di MULO. Di sekolah itu dia bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Rukmini.  Hubungan keduanya semakin akrab. Mereka saling jatuh cinta. Rupanya kisah cinta mereka tidak bisa berlangsung lama. Oleh orang tuanya, Rukmini disuruh kembali ke Jakarta. Ia akan dipinang oleh seorang saudagar kaya. Ia menuruti nasihat orang tuanya dengan menerima pinangan saudagar kaya tersebut meski pernikahan itu tidak disertai rasa cinta.

Kejadian itu membuat hati Hasan hancur. Ia menjadi frustrasi. Untuk menghilangkan bayangan Rukmini dari hidupnya, ia mengikuti aliran tarekat seperti yang telah lama dianut orang tuanya. Ia semakin taat beribadah. Akan tetapi, kehidupannya berubah ketika dia bertemu teman lamanya, yaitu Rusli. Temannya itu datang bersama seorang wanita cantik bernama Kartini. Ia adalah perempuan modern dan pergaulannya bebas. Ia juga seorang janda. Ternyata sejak perjumpaan itu, Hasan menaruh hati pada Kartini. Alasannya, Kartini memiliki karakter yang hampir sama dengan Rukmini.

Semenjak Hasan mencintai Kartini, dia pun juga bergaul dengan teman-teman Kartini. Hasan mencoba untuk menyadarkan Kartini dan Rusli dengan memberikan ceramah-ceramahnya. Akan tetapi, karena Rusli juga pandai bicara, kemudian dialah yang berbalik memengaruhi Hasan. Tanpa disadari, pemikiran-pemikiran Rusli melekat di kepala Hasan. Mulanya, Hasan tidak terpengaruh. Namun, keyakinannya mulai goyah ketika dia dikenalkan dengan seorang yang tidak percaya Tuhan, yaitu Anwar. Pengetahuan Anwar tentang ketuhanan begitu luas.

Sejak saat itulah pemahaman Hasan tentang agama mulai berubah. Ia mulai meragukan keberadaan Tuhan. Hasan semakin tersesat dari agama. Pergaulannya semakin bebas. Ia kemudian menikahi Kartini. Pernikahan mereka didasarkan atas rasa suka sama suka. Pernikahan mereka ternyata tidak bahagia. Kehidupan rumah tangga mereka berantakan. Pergaulan Kartini semakin bebas. Lama-kelamaan Hasan cemburu karena hubungan Kartini dengan Anwar semakin dekat. Hasan menganggap Kartini telah selingkuh.

Kejadian itu telah menyadarkan kembali Hasan tentang agama. Ia menyesal dan merasa berdosa atas apa yang telah diperbuat. Pergaulan bebasnya dengan teman-teman yang tidak percaya Tuhan membuatnya tersesat dan ragu dengan keberadaan Tuhan.

Hasan memutuskan bercerai dengan Kartini dan ia pun pulang kampung.Ia ingin meminta maaf kepada ayahnya. Sesampainya di kampung, ia menjumpai ayahnya sedang sakit keras. Ternyata ayahnya tidak mau memaafkan Hasan, bahkan sampai maut menjemputnya. Ayah Hasan tetap berada pada pendirianya.

Hasan merasa bahwa semua itu terjadi karena perbuatan Anwar. Ia menaruh dendam pada Anwar dan berniat membunuhnya. Pada suatu malam, ia melaksanakan rencana itu. Kemudian, ia mencari Anwar. Karena pada waktu itu situasi sedang tidak aman, diberlakukanlah jam malam. Nahas menimpa Hasan. Belum sempat melaksanakan niatnya, ia malah tertembak. Akan tetapi, sebelum meninggal, ia masih sempat mengingat Allah dengan berkali-kali menyebut asma-Nya.

Novel ini banyak memberikan pelajaran kepada pembacanya. Kita harus pandai bergaul dengan orang lain. Jangan sampai salah pergaulan hingga pada akhirnya kita malah tersesat, bahkan sampai mengingkari ajaran agama. Kita harus senantiasa berpegang teguh pada agama dan selalu meyakini keberadaan Tuhan.

Nilai moral yang kedua adalah hendaknya kita mau memaafkan kesalahan orang lain yang sudah bertobat. Jangan seperti tokoh ayah Hasan yang tidak mau memaafkan kesalahan anaknya bahkan sampai ajal menjemputnya. Manusia adalah tempat salah dan lupa. Setiap manusia pasti mempunyai kesalahan, tetapi suatu saat juga akan kembali ke jalan yang benar. Jika Tuhan Maha Pengampun, Pengasih, dan Penyayang, mengapa manusia tidak bisa, apalagi demi memaafkan anaknya sendiri. Bahasa novel ini lugas dan mudah dipahami. Sayangnya, novel ini sudah sangat langka sehinga sulit diperoleh. [/showhide]

.

Kegiatan latihan

Pilihlah pada jawaban yang paling tepat! Usahakan diisi semua, supaya di kala klik Submit di bawah akan muncul nilai Anda.

Welcome to your Struktur Teks Ulasan

Susunan atau struktur teks ulasan itu dibentuk oleh bagian-bagian seperti:

Pengarang novel Atheis adalah ….


Hal yang tidak tercakup pada bagian identitas karya dalam novel Atheis adalah ….


Bagian orientasi novel tersebut menjelaskan tentang ….


Bagian sinopsis menjelaskan tentang ….


Bagian evaluasi menjelaskan tentang ….


Bagian analisis menjelaskan tentang ….


Bagian rekomendasi menjelaskan tentang ….


Novel ini banyak memberikan pelajaran kepada pembacanya. Kita harus pandai bergaul dengan orang lain. Jangan sampai salah pergaulan hingga pada akhirnya kita malah tersesat, bahkan sampai mengingkari ajaran agama. Kita harus senantiasa berpegang teguh pada agama dan selalu meyakini keberadaan Tuhan.


Kutipan paragraf tersebut menunjukkan struktur teks ulasan bagian ….


Bahasa novel ini lugas dan mudah dipahami. Sayangnya, novel ini sudah sangat langka sehinga sulit diperoleh.


 

Pernyataan tersebut menunjukkan struktur novel bagian ….



 

Sumber: Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VIII Edisi Revisi 2017.

.

Penelusuran yang terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here