Pendustaan Kaum Luth kepada Nabi Mereka

Tafsir Al-Qur’an: Surah Asy-Syu’araa ayat 160-164

0
544

Kajian Tafsir Surah Asy-Syu’araa ayat 160-164. Pendustaan kaum Luth kepada Nabi mereka Luth ‘alaihis salam dan bagaimana mereka dibinasakan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ (١٦٠) إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلا تَتَّقُونَ (١٦١) إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ (١٦٢) فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ (١٦٣) وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٦٤)

Kaum Luth telah mendustakan para rasul, ketika saudara mereka Luth berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?” Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,  maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam. (Q.S. Asy-Syu’araa : 160-164)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Kadz-dzabat qaumu lūthinil mursalīn (kaum Luth telah mendustakan para rasul), yakni kaum Nabi Luth telah mendustakan Nabi Luth a.s. dan sejumlah rasul yang dia kemukakan kepada mereka.

Idz qāla lahum akhūhum lūthun (tatkala saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka), yakni nabi mereka (Luth a.s.) berkata kepada mereka.

A lā tattaqūn (mengapa kalian tidak mau bertakwa), yakni tidak mau menjauhi penyembahan kepada selain Allah Ta‘ala.

Innī lakum (sesungguhnya aku [yang diutus] kepada kalian) oleh Allah Ta‘ala.

Rasūlun amīn (adalah seorang rasul yang dapat dipercaya) dalam mengemban risalah.

Fattaqullāha (karena itu, bertakwalah kalian kepada Allah), yakni takutlah kepada Allah Ta‘ala berkaitan dengan perkara tobat dan iman yang aku perintahkan kepada kalian.

Wa athī‘ūn (dan taatlah kepadaku) berkenaan dengan apa yang aku perintahkan kepada kalian.

Wa mā as-alukum ‘alaihi (dan untuk itu aku sama sekali tidak meminta kepada kalian), yakni untuk seruan(ku) agar (kalian) bertauhid itu.

Min ajrin (upah), yakni bayaran.

In ajriya (tiadalah upahku), yakni pahalaku.

Illā ‘alā rabbil ‘ālamīn (melainkan dari Rabb semesta alam).


BACA JUGA Kajian Tafsir Juz Ke-19 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [1]Kaum Luth telah mendustakan para rasul,

[1] Nabi Luth ‘alaihis salam berdakwah sebagaimana para nabi sebelumnya, dan kaumnya menyikapi Beliau sebagaimana sikap orang-orang sebelum mereka yang mendustakan para rasul, hati mereka sama dalam kekafiran sehingga ucapannya sama. Di samping mereka (kaum Luth) berbuat syirk, mereka juga mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah didahului oleh seorang pun sebelum mereka, mereka lebih memilih menikahi laki-laki dan tidak suka kepada wanita karena sikap melampaui batasnya mereka, maka Nabi Luth senantiasa mendakwahi mereka agar mereka mentauhidkan Allah dan tidak berbuat keji itu, sehingga pada akhirnya kaum Luth berkata, “Wahai Luth! Jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk orang-orang yang terusir.”

  1. ketika saudara mereka Luth berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?”
  2. Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
  3. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
  4. Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Kaum Luth telah mendustakan Rasul-rasul).
  2. (Ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka, “Mengapa kalian tidak bertakwa?).
  3. (Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan yang diutus kepada kalian).
  4. (Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku).
  5. (Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada kalian atas ajakan itu, tidak lain) (upahku hanyalah dari Rabb semesta alam).

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. menceritakan tentang hamba dan Rasul-Nya Luth a.s. Dia adalah Luth ibnu Haran ibnu Azar yang berarti dia adalah keponakan Nabi Ibrahim a.s. Allah mengutusnya kepada suatu kaum yang besar di masa Nabi Ibrahim a.s. masih hidup; mereka tinggal di Sadom dan kota-kota yang ada di sekitarnya yang dibinasakan oleh Allah, lalu Allah mengubah bekas tempat tinggal mereka menjadi danau yang baunya busuk lagi kotor. Letaknya adalah di negeri Al-Gaur yang bersebelahan dengan bukit-bukit Baitul Maqdis, juga bersebelahan dengan negeri Al-Kark dan Asy-Syawik.

Nabi Luth menyeru mereka untuk menyembah Allah semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan hendaknya mereka taat kepada rasul mereka yang diutus oleh Allah kepada mereka. Nabi mereka melarang mereka melakukan perbuatan durhaka kepada Allah dan melarang melakukan perbuatan yang belum pernah ada seorang pun di dunia ini berani melakukannya selain mereka, yaitu menggauli laki-laki, bukan wanita.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaAllah Menghujani Mereka dengan Batu dari Tanah yang Terbakar
Berita berikutnyaAzab yang Berupa Gempa Hebat