Penurunan Kitab Taurat

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Qashash ayat 43

0
561

Kajian Tafsir Surah Al-Qashash ayat 43. Penurunan kitab Taurat oleh Allah kepada Nabi Musa ‘alaihis salam sebagai petunjuk dan rahmat bagi manusia. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِ مَا أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ الأولَى بَصَائِرَ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (٤٣)

Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) setelah Kami binasakan umat-umat yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk serta rahmat, agar mereka mendapat pelajaran. (Q.S. Al-Qashash : 43)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa laqad ātainā (dan sungguh Kami telah menganugerahkan), yakni telah mengaruniakan.

Mūsal kitāba (Kitab kepada Musa), yaitu Taurat.

Mim ba‘di mā ahlaknal qurūnal ūlā (sesudah Kami membinasakan generasi-generasi yang terdahulu), yakni generasi sebelum Musa.

Bashā-ira (sebagai bukti-bukti), yakni sebagai penjelasan.

Lin nāsi (untuk manusia), yakni untuk Bani Israil.

Wa hudan (serta petunjuk) dari kesesatan.

Wa rahmatan (dan rahmat) bagi orang-orang yang mengimaninya.

La‘allahum yatadzakkarūn (agar mereka ingat), yakni agar mereka mengambil pelajaran lalu mengimaninya.


BACA JUGA  Kajian Tafsir Juz Ke-20 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) setelah Kami binasakan umat-umat yang terdahulu[31], untuk menjadi pelita bagi manusia[32] dan petunjuk serta rahmat, agar mereka mendapat pelajaran.

[31] Seperti kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud dan Fir’aun bersama bala tentaranya. Ini adalah dalil, bahwa setelah turun kitab Taurat, maka hilanglah pembinasaan secara merata dan disyariatkan jihad melawan orang-orang kafir.

[32] Yakni menjadi cahaya bagi hati mereka, membuat mereka dapat melihat hakikat sesuatu dan kesudahannya serta dapat melihat hal yang bermanfaat bagi mereka dan hal yang tidak bermanfaat, sebagai hujjah bagi pelaku maksiat dan bermanfaat bagi orang-orang mukmin, sebagai rahmat baginya dan petunjuk ke jalan yang lurus.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Alkitab) yaitu Taurat (sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu) yakni kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad, kaum Tsamud dan lain-lainnya (untuk menjadi pelita bagi manusia) kedudukan lafal ayat ini menjadi Hal dari lafal Alkitab; itu adalah bentuk jamak dari lafal Bashirah yang artinya cahaya hati, maksudnya pelita hati bagi manusia (dan petunjuk) dari kesesatan bagi orang yang mengamalkannya (dan rahmat) bagi orang yang beriman kepadanya (agar mereka ingat) dapat mengambil pelajaran dari nasihat-nasihat yang terkandung di dalamnya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. menceritakan anugerah yang telah diberikan-Nya kepada hamba dan Rasul-Nya Musa a.s. Yaitu Dia telah menurunkan kitab Taurat kepadanya sesudah Fir’aun dan pembesar-pembesar kaumnya dibinasakan.

Firman Allah Swt.:

sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu.”(Al-Qashash: 43)

Yakni sesudah Taurat diturunkan, tiada lagi suatu umat yang diazab secara menyeluruh, melainkan Dia memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk memerangi musuh-musuh Allah dari kalangan kaum musyrik. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

وَجَاءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ * فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَابِيَةً

Dan telah datang Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkirbalikkan karena kesalahan yang besar. Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang keras. (Al-Haqqah: 9-10)

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Muhammad dan Abdul Wahhab. Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Auf ibnu Abu Nadrah, dari Abu Sa’id Al-Khudri yang mengatakan bahwa Allah tidak lagi mengazab suatu kaum pun dengan azab baik dari langit maupun dari bumi sesudah kitab Taurat diturunkan ke muka bumi, selain penduduk kota yang diserapah semuanya menjadi kera pada masa sesudah Nabi Musa. Kemudian Abu Sa’id Al-Khudri r.a. membaca firman-Nya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu., (Al-Qashash: 43), hingga akhir. ayat.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya melalui hadis Auf ibnu Abu Jamilah Al-A’rabi dengan lafaz yang semisal. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Abu Bakar Al-Bazzar di dalam kitab musnadnya melalui Amr ibnu Ali Al-Fallas, dari Yahya ibnu Qattan, dari Auf, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa’id secara mauquf.

رَوَاهُ عَنْ نَصْرِ بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ عَبْدِ الْأَعْلَى، عَنْ عوف، عن أبي نضرة، عن أبي سعيد رَفَعَهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا أهلكَ اللَّهُ قَوْمًا بِعَذَابٍ مِنَ السَّمَاءِ وَلَا مِنَ الْأَرْضِ إِلَّا قَبْلَ مُوسَى، ثُمَّ قَرَأَ: وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِ مَا أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ الأولَى

Kemudian ia meriwayatkannya melalui Nasr ibnu Ali, dari Abdul Ala, dari Auf, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa’id yang me-rafa’-kannya sampai kepada Nabi ﷺ bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:  Tidaklah Allah mengazab suatu kaum dengan azab baik dari langit maupun dari bumi melainkan sebelum masa Musa. Kemudian Nabi Saw. membacakan firman-Nya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu. (Al-Qashash: 43), hingga akhir ayat.

Firman Allah Swt.:

untuk menjadi pelita, petunjuk, dan rahmat bagi manusia. (Al-Qashash: 43)

agar tidak buta dan sesat dan agar mendapat petunjuk ke jalan yang benar dan mendapat rahmat, yakni petunjuk untuk mengerjakan amal saleh.

agar mereka ingat. (Al-Qashash: 43)

Yakni agar manusia ingat dengan adanya pelajaran tersebut dan mendapat petunjuk.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaPemberitaan Perkara Gaib Termasuk Bukti Kerasulan Muhammad ﷺ
Berita berikutnyaPenenggelaman Fir’aun dan Kaumnya ke Dalam Laut