Allah Berhak Mendapatkan Pujian di Dunia dan Akhirat

Tafsir Al-Qur’an: Surah An-Naml ayat 93

0
571

Kajian Tafsir Surah An-Naml ayat 93. Allah berhak mendapatkan pujian di dunia dan akhirat dan Dia memperlihatkan ayat-ayat-Nya kepada mereka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ سَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ فَتَعْرِفُونَهَا وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ (٩٣)

Dan katakanlah (Muhammad), “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kebesaran-)Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tidak lalai terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. An-Naml : 93)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa qul (dan katakanlah), hai Muhammad!

Al-hamdu lillāhi (“Segala puji bagi Allah), yakni segala syukur dan keesaan kepunyaan Allah Ta‘ala.

Sa yurīkum āyātihī (Dia akan memperlihatkan ayat-ayat-Nya kepada kalian), yakni bukti-bukti keesaan dan kekuasaan-Nya dengan menimpakan azab pada peristiwa Badr.

Fa ta‘rifūnahā (maka kalian akan mengetahuinya), yakni maka kalian akan mengetahui bahwa apa yang dikatakan Nabi Muhammad ﷺ adalah hak dan benar adanya.

Wa mā rabbuka bi ghāfilin (dan tidaklah Rabb-mu lengah), yakni lalai.

‘Ammā ta‘malūn (dari segala apa yang kalian perbuat”), yakni dari semua kekafiran dan kemusyrikan yang diperbuat orang-orang kafir Quraisy. Ungkapan ini merupakan Ancaman Allah Ta‘ala untuk kekafiran dan kemusyrikan mereka. Menurut pendapat yang lain, Allah Ta‘ala tidak mungkin membiarkan tindakan makar, pengkhianatan, dan perusakan yang mereka lakukan berlalu tanpa hukuman.


BACA JUGA  Kajian Tafsir Juz Ke-20 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan katakanlah (Muhammad), “Segala puji bagi Allah[32], Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kebesaran-)Nya, maka kamu akan mengetahuinya[33]. Dan Tuhanmu tidak lalai terhadap apa yang kamu kerjakan[34].”

[32] Allah berhak mendapatkan pujian di dunia dan akhirat, dan dari semua makhluk, terlebih oleh hamba pilihan-Nya, sehingga yang patut mereka lakukan adalah memuji dan menyanjung Tuhan mereka melebihi pujian yang dilantunkan oleh selain mereka, karena tingginya derajat mereka, dekatnya mereka dan banyaknya kebaikan yang diberikan kepada mereka.

[33] Allah Subhaanahu wa Ta’aala memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat-Nya, termasuk di antaranya terbunuhnya orang-orang yang kafir kepada-Nya pada perang Badar, ditawannya mereka, dipukulnya wajah dan punggung mereka oleh malaikat, dan lain-lain. Bisa juga maksudnya, bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala akan memperlihatkan ayat-ayat-Nya yang menerangkan mana yang hak dan mana yang batil serta menyinari keadaan yang sebelumnya gelap, sehingga kita benar-benar mengetahuinya.

[34] Dia mengetahui amal dan keadaan yang kamu lakukan, mengetahui ukuran yang perlu diberikan kepada amal itu serta memberikan keputusan di antara kamu dengan keputusan yang kamu akan memuji-Nya serta tidak menyisakan hujjah lagi bagi kamu.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan katakanlah!, “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kalian akan mengetahuinya) Allah memperlihatkannya kepada mereka dalam perang Badar, yaitu dengan dibunuhnya mereka dan sebagian lagi ada yang tertawan, serta para Malaikat memukuli muka dan belakang mereka, dan Allah menyegerakan mereka untuk masuk ke dalam neraka. (Dan Rabbmu tiada lalai dari apa yang kalian kerjakan.”) lafal Taa’maluna dapat dibaca Ya’maluna. Dan sesungguhnya Allah menangguhkan mereka hanya sampai pada saatnya saja.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Adapun firman Allah Swt.:

Dan katakanlah, “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kalian akan mengetahuinya.” (An-Naml: 93)

Yakni segala puji bagi Allah Yang tidak mengazab seseorang melainkan setelah tegaknya hujah terhadap orang itu dan dia telah diberi peringatan. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Dia akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kalian akan mengetahuinya. (An-Naml: 93)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehinggajelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. (Fussilat: 53)

Adapun firman Allah Swt.:

Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kalian kerjakan. (An-Naml: 93)

Yakni bahkan Dia menyaksikan segala sesuatu.

قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: ذُكِرَ عَنْ أَبِي عُمَرَ الْحَوْضِيِّ حَفْصِ بْنِ عُمَرَ: حَدَّثَنَا أَبُو أُمَيَّةَ بْنُ يَعْلَى الثَّقَفِيُّ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ، سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: قَالَ: رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ، لَا يَغْترَّنَّ أَحَدُكُمْ بِاللَّهِ؛ فَإِنَّ اللَّهَ لَوْ كَانَ غَافِلًا شَيْئًا لَأَغْفَلَ الْبَعُوضَةَ وَالْخَرْدَلَةَ وَالذَّرَّةَ

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan melalui Abu Amr Al-Haudi Hafs ibnu Umar, bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Umayyah ibnu Ya’la As-Saqafi, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Sa’id yang mengatakan, ia pernah mendengar Abu Hurairah mengatakan, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Hai manusia, jangan sekali-kali seseorang dari kalian merasa aman dari pengawasan Allah, karena sesungguhnya andaikata Allah lupa terhadap sesuatu, tentulah Dia lupa terhadap nyamuk kecil, biji sawi, dan semut kecil.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Nasr ibnu Ali, bahwa ayahnya pernah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Khalid ibnu Qais, dari Matar, dari Umar ibnu Abdul Aziz yang telah mengatakan, “Seandainya Allah melupakan sesuatu, tentulah Dia akan melupakan apa yang dihapus oleh angin dari telapak kaki anak Adam.”

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan dari Imam Ahmad rahimahullah, bahwa ia pernah mengucapkan kedua bait berikut, barangkali gubahannya sendiri atau gubahan orang lain, yaitu:

إذَا مَا خَلَوتَ الدهْرَ يَومًا فَلا تَقُل … خَلَوتُ وَلكن قُل عَليّ رَقيب …

وَلا تَحْسَبَن اللَّهَ يَغْفُل سَاعَةً … وَلا أَنَّ مَا يَخْفى عَلَيْه يَغيب …

Jika pada suatu hari kamu dalam keadaan sendiri, janganlah kamu katakan bahwa dirimu sendirian, tetapi katakanlah bahwa engkau selalu diawasi. Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai di suatu waktu, jangan pula (mempunyai dugaan) bahwa hal yang gaib samar bagi-Nya.

Selesai tafsir surah An-Naml dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya, wal hamdulillahi awwalan wa aakhiran. Kita meminta kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala agar kelembutan-Nya dan pertolongan-Nya tetap dilimpahkan kepada kita, Dia adalah Tuhan yang Maha Pemurah, Maha Penyayang, membuka harapan bagi orang-orang yang sudah hampir putus harapan, mengabulkan doa orang-orang yang meminta, Pemberi kenikmatan di setiap saat dan setiap waktu, memudahkan Al-Qur’an bagi orang-orang yang mengambilnya sebagai pelajaran serta memudahkan jalan dan pintu-pintunya, wal hamdulillahi rabbil ‘aalamin wa shallallahu ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

 

Berita sebelumyaBukti Kebenaran Al-Qur’an
Berita berikutnyaDiperintah untuk Membacakan Al-Qur’an