Allah Memberi Rahmat kepada Siapa yang Dia Kehendaki

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-‘Ankabut ayat 21-23

0
772

Kajian Tafsir Surah Al-‘Ankabut ayat 21-23. Kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta’aala dalam membangkitkan dan menghisab, dan Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengazab siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَشَاءُ وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَ (٢١) وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ فِي الأرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (٢٢) وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَلِقَائِهِ أُولَئِكَ يَئِسُوا مِنْ رَحْمَتِي وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٢٣)

Dia (Allah) mengazab siapa yang Dia kehendaki, dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan. Dan kamu sama sekali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) baik di bumi maupun di langit, dan tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya, mereka berputus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih. (Q.S. Al-‘Ankabut : 21-23)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Yu‘adz-dzibu may yasyā-u (Dia mengazab siapa saja yang Dia kehendaki), yakni Dia mematikan siapa saja yang Dia kehendaki dalam keadaan kafir, kemudian Dia menimpakan siksaan kepadanya.

Wa yarhamu may yasyā-u (dan memberikan rahmat kepada siapa saja yang Dia kehendaki), yakni Dia mematikan siapa saja yang Dia kehendaki dalam keadaan beriman, kemudian Dia mencurahkan rahmat kepadanya.

Wa ilaihi tuqlabūn (dan hanya kepada-Nya-lah kalian akan dikembalikan) sesudah mati, kemudian Dia membalas amal-amal kalian.

Wa mā aηtum (dan tidaklah kalian), hai penduduk Mekah!

Bi mu‘jizīna (dapat melepaskan diri), yakni bisa luput dari azab Allah Ta‘ala.

Fil ardli (di bumi) setelah jasad-jasad kalian lapuk dan menjadi tanah di bumi.

Wa lā fis samā-i (dan tidak pula di langit), yakni setelah ruh-ruh kalian naik ke alam ruh.

Wa mā lakum miη dūnillāhi (dan sekali-kali tidaklah kalian mempunyai selain Allah), yakni kecuali Allah Ta‘ala.

Miw waliyyin (seorang pelindung pun), yakni teman dekat yang berguna bagi kalian.

Wa lā nashīr (dan penolong), yakni pembela yang menghalangi kalian dari azab Allah Ta‘ala.

Wal ladzīna kafarū bi āyātillāhi (dan orang-orang yang kafir kepada Ayat-ayat Allah), yakni kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an. Mereka adalah orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan semua kaum kafir.

Wa liqā-ihī (serta pertemuan dengan-Nya), yakni dan juga kafir terhadap adanya kebangkitan sesudah mati.

Ulā-ika (mereka), yakni si pemilik sifat itu.

Ya-isū mir rahmatī (berputus asa dari Rahmat-Ku), yakni dari Surga-Ku. Yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani. Mereka merasa putus asa karena tidak akan bisa berada di dalam surga dan menikmati makanan, minunan, dan jimak.

Wa ulā-ika lahum ‘adzābun alīm (dan bagi merekalah azab yang pedih), yakni azab yang menyakitkan.


BACA JUGA  Kajian Tafsir Juz Ke-20 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dia (Allah) mengazab siapa yang Dia kehendaki, dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki[25], dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan[26].

[25] Dia sendiri yang memberikan hukum jaza’i (pembalasan), yaitu mengazab mereka yang bermaksiat dan memberikan pahala dan rahmat kepada orang-orang yang taat.

[26] Kamu akan dikembalikan ke negeri akhirat, negeri yang di sana berlaku hukum-hukum jaza’i (azab dan rahmat-Nya). Oleh karena itu, kerjakanlah sebab untuk memperoleh rahmat-Nya yaitu taat dan jauhilah sebab yang mendatangkan azab-Nya yaitu maksiat.

  1. Dan kamu[27] sama sekali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) baik di bumi maupun di langit[28], dan tidak ada pelindung[29] dan penolong bagimu selain Allah.

[27] Wahai orang-orang yang mendustakan dan yang berani berbuat maksiat!

[28] Janganlah kamu kira bahwa kamu akan dibiarkan, atau kamu dapat melemahkan Allah, dan janganlah kamu tertipu oleh kemampuanmu bahwa kamu dapat meloloskan diri dari azab Allah. Sesungguhnya kamu tidak dapat meloloskan diri dari-Nya di tempat mana pun di alam semesta ini, karena alam ini milik Allah Subhaanahu wa Ta’aala.

[29] Waliy juga bisa diartikan pengurus, yakni bahwa kamu tidak memiliki pengurus yang mengurusmu terhadap hal yang bermaslahat bagimu baik dalam hal agama maupun dunia selain Allah.

  1. [30]Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya, mereka berputus asa dari rahmat-Ku[31], dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih.

[30] Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan tentang orang yang telah hilang kebaikannya dan yang ada hanya keburukan, bahwa mereka kafir kepada-Nya dan kepada para rasul-Nya serta apa yang mereka bawa, demikian pula mereka mendustakan pertemuan dengan Allah, di sisi mereka yang ada hanyalah dunia. Oleh karena itulah, mereka melakukan perbuatan syirk dan kemaksiatan, karena tidak ada dalam hati mereka rasa takut terhadap perbuatan mereka itu.

[31] Oleh karena itulah, mereka tidak mengerjakan perbuatan yang menjadi sebab mendapatkan rahmat. Jika mereka berharap rahmat-Nya, tentu mereka akan melakukan perbuatan yang mendatangkan rahmat-Nya. Berputus asa dari rahmat Allah merupakan dosa yang besar. Ia terbagi menjadi dua: (1) Putus asa orang-orang kafir, di mana mereka meninggalkan semua sebab yang dapat mendekatkan mereka kepada rahmat Allah, (2) Putus asa para pelaku maksiat karena banyaknya dosa yang mereka lakukan sehingga membuat mereka berputus asa. Biasanya putus asa terjadi karena tidak mengenal siapa Allah, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, betapa pun besar dosa yang dilakukan hamba, maka Dia tetap membuka pintu tobat selama ajal belum tiba dan matahari belum terbut dari barat.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya) menerima azab-Nya (dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya) untuk menerima rahmat-Nya (dan hanya kepada-Nya-lah kalian akan dikembalikan) yakni, hanya kepada-Nya-lah kalian kembali.
  2. (Dan kalian sekali-kali tidak dapat melepaskan diri) dari jangkauan kekuasaan Rabb kalian (di bumi dan tidak pula di langit) jika kalian berada padanya; makna yang dimaksud ialah bahwa kalian tidak akan dapat terlepas daripada-Nya di mana pun kalian berada (dan sekali-kali tiadalah bagi kalian seorang pelindung pun selain dari Allah) yang dapat mencegah azab-Nya atas kalian (dan tidak pula seorang penolong) yang dapat menolong kalian dari azab-Nya.
  3. (Orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia) tidak percaya pada Al-Qur’an dan adanya hari berbangkit (mereka putus asa dari rahmat-Ku) surga-Ku (dan mereka itu mendapat azab yang pedih) yakni azab yang menyakitkan.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Adapun firman Allah Swt.:

Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya. (Al-‘Ankabut: 21)

Artinya, Dialah Yang menentukan lagi Yang mengatur, Dia berbuat apa yang dikehendaki-Nya dan memutuskan apa yang dikehendaki-Nya, tiada yang menanyakan apa yang telah diputuskan-Nya, dan tiada yang meminta pertanggungjawaban terhadap apa yang diperbuat-Nya, bahkan merekalah yang akan dimintai pertanggungjawabannya. Hanya milik-Nyalah semua makhluk dan semua urusan, apa yang dilakukannya hanyalah keadilan belaka, karena Dia adalah Raja Yang tidak pernah berbuat aniaya barang seberat zarrah pun, sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh para pemilik kitab sunan, yaitu:

إِنَّ اللَّهَ لَوْ عَذَّبَ أَهْلَ سَمَاوَاتِهِ وَأَهْلَ أَرْضِهِ، لَعَذَّبَهُمْ وَهُوَ غَيْرُ ظَالِمٍ لَهُمْ

Sesungguhnya Allah itu seandainya Dia mengazab semua penduduk langit-Nya dan semua penduduk bumi-Nya, Dia benar-benar akan mengazab mereka, sedangkan Dia tidak berbuat aniaya terhadap mereka.

Karena itulah disebutkan oleh firman Allah Swt.:

Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan hanya kepada-Nyalah kalian akan dikembalikan. (Al-‘Ankabut: 21)

Yakni dikembalikan kelak pada hari kiamat.

Firman Allah Swt.:

Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit. (Al-‘Ankabut: 22)

Maksudnya, tiada seorang pun dari kalangan penduduk langit dan bumi yang bisa menyelamatkan diri dari azab-Nya, bahkan Dia Maha Perkasa di atas semua hamba-Nya. Segala sesuatu takut kepada-Nya dan berhajat kepada-Nya, sedangkan Dia Maha Kaya dari selain-Nya.

dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya. (Al-‘Ankabut: 22-23)

Yaitu ingkar dan kafir kepada hari akhirat.

mereka putus asa dari rahmat-Ku. (Al-‘Ankabut: 23)

Artinya, tiada bagian bagi mereka dari rahmat-Ku.

dan mereka itu mendapat azab yang pedih. (Al-‘Ankabut: 23)

Yakni menyakitkan lagi keras di dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaLalu Allah Menyelamatkannya dari Api
Berita berikutnyaAllah Menjadikan Kejadian yang Akhir