Kekuasaan-Nya Melalui Penciptaan Langit Tanpa Tiang

Tafsir Al-Qur’an: Surah Luqman ayat 10-11

0
553

Kajian Tafsir Surah Luqman ayat 10-11. Menjelaskan tentang kekuasaan-Nya melalui penciptaan langit tanpa tiang dan bumi serta segala sesuatu yang ada pada keduanya. Atsar (pengaruh) kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta’aala di alam semesta, dan bagaimana hal itu menunjukkan keesaan-Nya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَأَلْقَى فِي الأرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ (١٠) هَذَا خَلْقُ اللَّهِ فَأَرُونِي مَاذَا خَلَقَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ بَلِ الظَّالِمُونَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ (١١)

Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata. (Q.S. Luqman : 10-11)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Khalaqa (Dia menciptakan), yakni Allah Ta‘ala menciptakan.

As-samāwāti bi ghairi ‘amadiη taraunahā (langit tanpa tiang yang kalian lihat). Ada yang mengatakan, dengan tiang yang tidak dapat kalian lihat.

Wa alqā fil ardli (dan Dia meletakkan di bumi), yakni dan Dia menciptakan untuk bumi.

Rawāsiya (gunung-gunung), yakni gunung-gunung yang kokoh sebagai pasak bumi.

Aη tamīda bikum wa bats-tsa fīhā (supaya bumi itu tidak bergoncang bersama kalian, dan memperkembangbiakkan padanya), yakni Dia menciptakan dan menyebarkan di bumi itu.

Ming kulli dābbah (segala jenis binatang) yang bernyawa.

Wa aηzalnā minas samā-i mā-an (dan Kami menurunkan air dari langit), yakni hujan.

Fa ambatnā fīhā (lalu Kami tumbuhkan padanya), yakni di bumi itu.

Ming kulli zaujin (segala macam tumbuhan) yang beraneka warna.

Karīm (yang baik), yakni yang indah.

Hādzā khalqullāhi (inilah ciptaan Allah), yakni inilah makhluk-makhluk yang telah Aku ciptakan.

Fa arūnī mādzā khalaqal ladzīna miη dūnihī (maka perlihatkanlah kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan [kalian] selain-Nya), yakni selain Allah Ta‘ala. Yang dimaksud adalah (yang diciptakan oleh) berhala-berhala.

Balizh zhālimūna (sebenarnya orang-orang zalim itu), yakni orang-orang musyrik.

Fī dlalālim mubīn (berada dalam kesesatan yang nyata), yakni dalam kekeliruan yang nyata.


BACA JUGA Kajian Tafsir Juz Ke-21 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [23]Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya[24], dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi[25] agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi[26]. [27]Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik[28].

[23] Allah Subhaanahu wa Ta’aala membacakan kepada hamba-hamba-Nya atsar (pengaruh) yang berasal dari qudrat (kekuasaan)-Nya, keindahan yang berasal dari kebijaksanaan-Nya dan nikmat-nikmat-Nya yang berasal dari rahmat-Nya.

[24] Jika memang ada tiangnya, tentu akan kelihatan. Namun ternyata tidak terlihat, dan ia bertahan tidak jatuh ke bumi dengan kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta’aala.

[25] Dia menancapkannya di berbagai penjuru bumi.

[26] Semuanya ditundukkan untuk anak Adam, untuk maslahat dan manfaat mereka.

[27] Oleh karena Dia memperkembangbiakkan berbagai hewan di bumi, dan Dia mengetahui, bahwa hewan-hewan tersebut butuh rezeki agar bisa hidup, maka Dia menurunkan air dari langit sebagaimana diterangkan dalam lanjutan ayatnya.

[28] Sehingga hewan-hewan dapat mengembala di sana.

  1. Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah[29]. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.

[29] Yakni yang kamu jadikan mereka (sembahan-sembahanmu) sebagai sekutu-sekutu Allah, kamu berdoa dan menyembah kepada mereka. Hal ini jelas mengharuskan sesuatu yang kamu sembah itu memiliki ciptaan dan memberikan rezeki. Jika memang mereka punya ciptaan dan rezeki, maka tunjukkanlah kepadaku. Tetapi ternyata apa yang kamu sembah itu tidak mampu berbuat apa-apa, tidak mampu mencipta apalagi memberi rezeki, bahkan sesembahan itu juga dicipta. Di samping itu, penyembahanmu kepada mereka tidak di atas ilmu dan keterangan, bahkan di atas kebodohan dan kesesatan. Oleh karena itu, pada lanjutan ayatnya, Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.” Karena mereka menyembah sesuatu yang tidak berkuasa memberikan manfaat dan menolak bahaya, tidak mampu menghidupkan dan mematikan, apalagi membangkitkan, bahkan mereka meninggalkan ikhlas kepada Allah Pencipta, Pemberi rezeki dan Pemilik segala sesuatu.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kalian melihatnya) lafal ‘amadin adalah bentuk jamak dari lafal ‘imaadun yaitu pilar penyangga, dan memang langit itu tidak ada pilar yang menyangganya sejak diciptakannya (dan Dia meletakkan gunung-gunung di permukaan bumi) yakni gunung-gunung yang tinggi dan besar-besar supaya (jangan) tidak (menggoyangkan) tidak bergerak-gerak sehingga mengguncang (kalian dan mengembangbiakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan) di dalam ungkapan ayat ini terkandung iltifat dari ghaibah, seharusnya wa anzala (air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik) dari jenis tumbuh-tumbuhan yang baik.
  2. (Inilah ciptaan Allah) yakni makhluk-Nya (maka perlihatkanlah oleh kalian kepadaku) ceritakanlah kepadaku, hai penduduk Mekah (apa yang telah diciptakan oleh sesembahan-sesembahan kalian selain Allah) yang telah diciptakan oleh selain-Nya, yang dimaksud adalah sesembahan-sesembahan kalian, sehingga kalian menyekutukannya dengan Allah swt. Kata tanya maa menunjukkan makna ingkar, berkedudukan sebagai mubtada, sedangkan lafal dzaa yang berarti sama dengan lafal al-ladzii berikut dengan shilahnya menjadi khabar. Lafal aruuni tidak diberlakukan pengamalannya, sedangkan lafal-lafal yang sesudahnya menempati kedudukan sebagai kedua maf`ulnya. (Sebenarnya) akan tetapi (orang-orang yang lalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata) disebabkan mereka menyekutukan Allah dan kalian adalah sebagian dari mereka.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. melalui ayat ini menjelaskan tentang kekuasaan-Nya melalui penciptaan langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada pada keduanya. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

Dia menciptakan langit tanpa tiang. (Luqman: 10)

Al-Hasan dan Qatadah mengatakan bahwa langit tidak mempunyai tiang, baik yang tidak terlihat maupun yang terlihat. Ibnu Abbas, Ikrimah, dan Mujahid mengatakan bahwa langit memang mempunyai tiang, tetapi kalian tidak dapat melihatnya. Penjelasan mengenai hal ini telah disebutkan di dalam tafsir surat Ar-Ra’d dengan keterangan yang panjang sehingga tidak perlu lagi diulangi di sini.

dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi. (Luqman: 10)

Yakni gunung-gunung yang terpancang di bumi untuk menyeimbangkannya agar tidak berguncang menggoyangkan para penduduknya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu. (Luqman: 10)

Artinya, agar bumi tidak berguncang menggoyangkan kamu sehingga bumi menjadi stabil.

Firman Allah Swt.:

dan memperkembangbiakkan padanya segala macam jenis binatang. (Luqman: 10)

Dia telah menyebarkan segala macam binatang di bumi dalam jumlah yang tidak diketahui bentuk dan warnanya kecuali hanya oleh Penciptanya.

Setelah menetapkan bahwa Dia adalah Yang menciptakan, lalu Allah mengingatkan (manusia) bahwa Dialah yang memberi rezeki, yang hal ini diungkapkan melalui firman-Nya:

Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. (Luqman: 10)

Yakni segala macam tetumbuhan yang baik dan indah pemandangannya. Asy-Sya’bi mengatakan bahwa manusia juga merupakan tumbuhan bumi, maka barang siapa yang dimasukkan ke dalam surga, berarti dia adalah tumbuhan yang baik; dan barang siapa yang dimasukkan ke dalam neraka, berarti dia adalah tumbuhan yang buruk.

Firman Allah Swt.:

Inilah ciptaan Allah. (Luqman: 11)

Artinya, apa yang telah disebutkan oleh Allah Swt. tadi yaitu penciptaan langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada di antara keduanya berasal dari perbuatan Allah dan merupakan ciptaan-Nya, berdasarkan ketentuan dari-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya dalam penciptaan itu. Untuk itulah maka disebutkan dalam firman selanjutnya:

maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah. (Luqman: 11)

Yakni sembahan-sembahan yang kalian seru berupa berhala-berhala dan sekutu-sekutu itu.

Sebenarnya orang-orang yang zalim itu. (Luqman: 11)

Yaitu orang-orang yang musyrik kepada Allah dan menyembah selain-Nya bersama Dia.

berada di dalam kesesatan. (Luqman: 11)

Mereka berada dalam kebodohan dan kegelapan.

yang nyata. (Luqman: 11)

Maksudnya, jelas, nyata, dan tidak ada kesamaran padanya.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaKisah Luqman yang Bijaksana
Berita berikutnyaMendapat Surga-surga yang Penuh Kenikmatan