Allah Biarkan Mereka Bersenang-senang Sebentar

Tafsir Al-Qur’an: Surah Luqman ayat 24-25

0
711

Kajian Tafsir Surah Luqman ayat 24-25. Allah biarkan mereka bersenang-senang sebentar. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلا ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلَى عَذَابٍ غَلِيظٍ (٢٤) وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْلَمُونَ (٢٥)

Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam azab yang keras. Dan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab, “Allah.” Katakanlah, “Segala puji bagi Allah,” tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (Q.S. Luqman : 24-25)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Numatti‘uhum (Kami biarkan mereka bersenang-senang), yakni Kami biarkan mereka hidup.

Qalīlan (sebentar) di dunia.

Tsumma nadltharruhum (kemudian Kami paksa mereka), yakni Kami jadikan mereka.

Ilā ‘adzābin ghalīzh (ke dalam azab yang berat), yakni ke dalam azab yang dahsyat.

Wa la iη sa-altahum (dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka), hai Muhammad!

Man khalaqas samāwāti wal ardla la yaqūlunna (“Siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi?” Tentulah mereka akan menjawab), yakni tentulah orang-orang kafir Mekah akan menjawab bahwa yang telah menciptakan langit dan bumi itu adalah: Allāh,

qulil hamdu lillāh (“Allah.” Katakanlah, “Segala puji bagi Allah”), yakni segala syukur kepunyaan Allah. Oleh karena itu, bersyukurlah kalian kepada-Nya.

Bal aktsarahum (akan tetapi, kebanyakan mereka), yakni mereka semua.

Lā ya‘lamūn (tidak mengetahui) tauhīdullāh dan tidak pula mensyukuri Nikmat-nikmat-Nya.


BACA JUGA Kajian Tafsir Juz Ke-21 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar[24], kemudian Kami paksa mereka[25] (masuk) ke dalam azab yang keras[26].

[24] Di dunia agar dosa mereka bertambah dan hukuman mereka semakin sempurna.

[25] Di akhirat.

[26] Yaitu azab neraka yang begitu besar azabnya, begitu mengerikan siksanya dan begitu pedih rasanya, di mana mereka tidak menemukan tempat untuk melarikan diri di sana.

  1. Dan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka[27], “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab, “Allah.”[28] Katakanlah, “Segala puji bagi Allah[29],” tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui[30].

[27] Yakni orang-orang musyrik; yang mendustakan kebenaran.

[28] Tentu mereka akan mengetahui, bahwa patung dan berhala yang mereka sembah tidak mampu menciptakan apa-apa, dan tentu mereka akan segera mengatakan, “Allah yang menciptakannya.”

[29] Karena telah tegak hujjah tentang kebenaran tauhid kepada mereka. Maka segala puji bagi Allah, karena Dia telah menerangkan kebenaran, memperjelas dalilnya dari diri mereka sendiri. Jika sekiranya mereka mengetahui, tentu mereka akan memastikan, bahwa yang menciptakan dan mengatur alam semesta itulah yang berhak disembah saja. Oleh karena itulah pada lanjutan ayatnya, Allah berfirman, “tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” Akibat ketidaktahuan itu, mereka menyekutukan sesuatu dengan-Nya, meridhai pertentangan yang mereka pegang (mereka akui bahwa Allah yang telah menciptakan alam semesta, namun pada kenyataannya yang mereka sembah malah selain-Nya) sedang mereka di atas keraguan bukan di atas pengetahuan.

[30] Wajibnya tauhid atas mereka.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Kami berikan mereka bersenang-senang) di dunia (sebentar) hanya selama mereka hidup di dalamnya (kemudian Kami paksa mereka) di akhirat (masuk ke dalam siksa yang keras) yaitu siksaan neraka yang mereka tidak menemui jalan keselamatan darinya.
  2. (Dan sesungguhnya jika) huruf lam menunjukkan makna qasam (kamu tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab, “Allah.”) Dari lafal layaqulunanna terbuang daripadanya nun alamat rafa’ karena berturut-turutnya nun, dan terbuang pula daripadanya wawu dhamir jamak bukan karena ‘illat bertemunya dua huruf yang disukunkan. (Katakanlah, “Segala puji bagi Allah”) atas menangnya hujah tauhid atas mereka. (Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui) apa yang seharusnya mereka lakukan, yaitu mentauhidkan-Nya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar. (Luqman: 24)

Yaitu selama di dunia.

kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras. (Luqman: 24)

Yakni siksaan yang mengerikan, sulit, lagi berat.

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:

إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ. مَتَاعٌ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ الْعَذَابَ الشَّدِيدَ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kamilah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka. (Yunus: 69-70)

Allah Swt. menceritakan keadaan orang-orang yang musyrik kepada-Nya, bahwa mereka dalam hatinya mengakui bahwa Allah-lah Yang menciptakan langit dan bumi. Dia semata yang melakukannya, tiada sekutu bagi-Nya. Akan tetapi, selain dari itu merekapun menyembah sekutu-sekutu lain beserta Dia, yang mereka pun mengetahui bahwa sekutu-sekutu itu adalah makhluk-Nya dan milik-Nya. Karena itu, disebutkan oleh firman-Nya:

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentulah mereka akan menjawab, “Allah.” Katakanlah, “Segala puji bagi Allah.” (Luqman: 25)

Yakni hujah telah ditegakkan terhadap kalian dengan adanya pengakuan kalian itu.

tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (Luqman: 25)

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Artikulli paraprakMengajak Hamba-hamba-Nya Mengenal dan Mencintai-Nya
Artikulli tjetërBerpegang Kepada Tali yang Kokoh