Pada Hari Kemenangan Itu

Tafsir Al-Qur’an: Surah As-Sajdah ayat 28-30

0
583

Kajian Tafsir Surah As-Sajdah ayat 28-30. Pada hari kemenangan itu, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْفَتْحُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٢٨) قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ لا يَنْفَعُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِيمَانُهُمْ وَلا هُمْ يُنْظَرُونَ (٢٩) فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَانْتَظِرْ إِنَّهُمْ مُنْتَظِرُونَ (٣٠)

Dan mereka bertanya, “Kapankah kemenangan itu (datang) jika engkau orang yang benar?” Katakanlah, “Pada hari kemenangan itu, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan.” Maka berpalinglah engkau dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga) menunggu. (Q.S. Al- As-Sajdah : 28-30)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa yaqūlūna (dan mereka berkata), yakni Bani Khuzaimah dan Bani Kinanah berkata.

Matā hādzal fat-hu (kapankah kemenangan itu), yakni Fathul Makkah (penaklukkan kota Mekah).

Ing kuηtum shādiqīn (jika kalian memang orang-orang yang benar) bahwa Dia akan menaklukkannya untuk kalian. Mereka bermaksud mengolok-olok kaum Mukminin dengan pertanyaan itu.

Qul (katakanlah), hai Muhammad, kepada Bani Khuzaimah dan Bani Kinanah.

Yaumal fat-hi (“Pada hari kemenangan itu), yakni pada saat Fat-hul Makkah.

Lā yaηfa‘ul ladzīna kafarū (tidaklah berguna bagi orang-orang kafir), yakni bagi Bani Khuzaimah.

Īmānuhum (iman mereka) dari terbunuh.

Wa lā hum yuηzharūn (dan tidak pula mereka akan diberi tangguh), yakni akan diberi tempo dari terbunuh itu.

Fa a‘ridl ‘anhum (oleh karena itu, berpalinglah kamu dari mereka), yakni dari Bani Khuzaimah, dan janganlah kamu dibuat sibuk oleh mereka.

Waηtazhir (dan tunggulah) kebinasaan mereka pada saat Fat-hul Makkah.

Innahum muηtazhirūn (sesungguhnya mereka pun menunggu) kebinasaan kamu. Akhirnya, Allah Ta‘ala membinasakan mereka pada peristiwa Fathul Makkah.


BACA JUGA Kajian Tafsir Juz Ke-21 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan mereka[40] bertanya[41], “Kapankah kemenangan itu (datang) jika engkau orang yang benar?”

[40] Yakni orang-orang yang berdosa itu.

[41] Kepada orang-orang mukmin tentang azab yang diancamkan kepada mereka itu karena pendustaan mereka, kebodohan dan sikap membangkang.

  1. Katakanlah, “Pada hari kemenangan[42] itu, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir[43], keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan[44].”

[42] Hari kemenangan ialah hari Kiamat, atau kemenangan dalam perang Badar, atau penaklukan kota Makkah, di mana ketika itu mereka merasa terpukul dan tertimpa azab.

[43] Karena beriman ketika itu karena terpaksa.

[44] Untuk bertobat dan mengejar hal yang telah mereka tinggalkan.

  1. Maka berpalinglah engkau dari mereka[45] dan tunggulah[46], sesungguhnya mereka (juga) menunggu[47].

[45] Ketika percakapan mereka menjadi kebodohan dan meminta disegerakan azab.

[46] Peristiwa dahsyat yang akan menimpa mereka. Karena azab itu sudah harus menimpa mereka, akan tetapi ada waktunya yang jika datang tidak dapat dimajukan dan tidak dapat ditunda.

[47] Mereka pun sama menunggu musibah yang menimpa Beliau, seperti kematian atau terbunuh. Padahal kesudahan yang baik akan diberikan kepada orang-orang yang bertakwa.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan mereka bertanya) kepada orang-orang yang beriman (“Bilakah kemenangan itu) datang bagi kalian atas kami (jika kalian memang orang-orang yang benar?”)
  2. (Katakanlah, “Pada hari kemenangan itu) yaitu pada hari turunnya azab atas mereka (tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh”) ditangguhkan supaya mereka dapat bertobat atau meminta maaf.
  3. (Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tunggulah) saat turunnya azab atas mereka (sesungguhnya mereka juga menunggu)mu, kapan kamu mati atau terbunuh, sehingga mereka bebas darimu. Ayat ini diturunkan sebelum ada perintah Allah swt. untuk memerangi mereka.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. menceritakan sikap orang-orang kafir yang tergesa-gesa ingin agar azab Allah, murka-Nya, dan pembalasan-Nya segera menimpa mereka. Kata-kata ini mereka ungkapkan sebagai sikap mereka yang menganggap mustahil akan terjadinya azab itu, mereka mendustakan dan mengingkarinya.

Dan mereka bertanya, “Bilakah kemenangan itu (datang). (As-Sajdah: 28)

Yakni kapankah kemenangan itu kamu peroleh, hai Muhammad, atas diri kami? Sebagaimana yang kamu duga, bahwa kamu akan beroleh kemenangan atas diri kami dan kamu dapat membalas kami, bilakah hari itu terjadi? Tidaklah kami lihat engkau dan semua sahabatmu, melainkan bersembunyi ketakutan lagi hina.

Maka Allah menjawab melalui firman-Nya:

Katakanlah, “Pada hari kemenangan itu.” (As-Sajdah: 29)

Yakni manakala telah menimpa pembalasan Allah atas kalian, murka dan kemarahan-Nya di dunia dan akhirat.

“Tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.” (As-Sajdah: 29)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَرِحُوا بِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِ

Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka. (Al-Mu-min: 83), hingga akhir surat.

Barang siapa yang menakwilkan bahwa makna yang dimaksud dengan kemenangan ini adalah kemenangan atas kota Mekah, maka sesungguhnya pendapatnya jauh dari benar dan salah fatal. Karena sesungguhnya di hari kemenangan atas kota Mekah, Rasulullah ﷺ menerima keislaman orang-orang yang dibebaskan, yang jumlah mereka kurang lebih ada dua ribu orang. Dan sekiranya yang dimaksudkan dengan ayat ini adalah kemenangan atas kota Mekah, tentulah keislaman mereka tidak dapat diterima, karena ada firman Allah Swt. yang mengatakan: Katakanlah, “Pada hari kemenangan itu tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.” (As-Sajdah: 29)

Sesungguhnya makna yang dimaksud dengan istilah al-fat-h ini hanyalah hari peradilan dan hari keputusan, yaitu hari kiamat. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain:

فَافْتَحْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ

maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka. (Asy-Syu’ara: 118), hingga akhir ayat. .

Sama pula dengan firman-Nya:

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ

Katakanlah, “Tuhan kita akan menghimpun kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. (Saba: 26), hingga akhir ayat.

وَاسْتَفْتَحُوا وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ

Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala. (Ibrahim: 15)

وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا

padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir. (Al-Baqarah: 89)

Dan firman Allah Swt.:

إِنْ تَسْتَفْتِحُوا فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ

Jika kamu (orang-orang musyrik) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu. (Al-Anfal:19)

Kemudian Allah Swt. berfirman:

Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga) menunggu. (As-Sajdah: 30)

Maksudnya, berpalinglah dari orang-orang musyrik itu dan sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

اتَّبِعْ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. (Al-An’am: 106)

Dan tunggulah, karena sesungguhnya Allah pasti akan menunaikan kepadamu apa yang telah Dia janjikan kepadamu, dan Dia akan menolongmu dalam menghadapi orang-orang yang menentangmu. Sesungguhnya Dia tidak akan menyalahi janji. Firman Allah Swt.:

sesungguhnya mereka (juga) menunggu. (As-Sajdah: 30)

Yakni engkau menunggu. Mereka pun menunggu dan selalu mengintai-intai kelengahanmu.

أَمْ يَقُولُونَ شَاعِرٌ نَتَرَبَّصُ بِهِ رَيْبَ الْمَنُونِ

Bahkan mereka mengatakan, “Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.” (At-Tur: 30)

Maka engkau akan menyaksikan buah dari kesabaranmu terhadap mereka, dan buah jerih payahmu dalam menyampaikan risalah Allah, Yaitu Allah akan menolongmu dan mendukungmu. Kelak mereka akan menjumpai akibat dari apa yang mereka tunggu-tunggu terhadapmu dan sahabat-sahabatmu, yaitu siksaan Allah yang berturut-turut menimpa mereka dan azab Allah yang membinasakan mereka. Cukuplah Allah sebagai Pelindung kami dan Dia adalah sebaik-baik pemberi pertolongan.

Demikian akhir surah As-Sajdah. Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaPerintah Bertakwa kepada Allah
Berita berikutnyaAllah Mengarahkan Awan yang Mengandung Air ke Bumi yang Tandus