Allah Akan Menerima Tobat Orang-orang Mukmin

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Ahzaab ayat 73

0
606

Kajian Tafsir Surah Al-Ahzaab ayat 73. Takwa kepada Allah membawa kepada kebaikan amal dan ampunan dosa, sisi kezaliman dan kebodohan manusia adalah ketika mau menerima tugas, tetapi tidak mau melaksanakannya, pemberitahuan tentang besarnya tanggung jawab amanah dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin. Setelah diturunkan kabar gembira bagi kaum Mukminin berupa keutamaan, berkatalah orang-orang munafik, “Apakah yang akan kami peroleh, ya Rasulullah?” Maka turunlah ayat berikut:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

لِيُعَذِّبَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (٧٣)

Sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik, laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Ahzaab : 73)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Li yu‘adz-dziballāhul munāfiqīna (sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki). Menurut satu pendapat, penerimaan Adam a.s. atas amanat itu agar Allah Ta‘ala dapat mengazab orang-orang munafik laki-laki.

Wal munāfiqāti wal musyrikīna wal musyrikāti (dan orang-orang munafik perempuan serta orang-orang musyrik laki-laki dan orang-orang musyrik perempuan) karena mengabaikan amanat, sebab mereka berasal dari sulbi Adam a.s. sedangkan Adam a.s. telah menerima amanat itu.

Wa yatūballāhu (dan Allah menerima tobat), yakni supaya Allah Ta‘ala menerima tobat.

‘Alal mu’minīna (orang-orang Mukmin laki-laki) yang ikhlas.

Wal mu’mināti (dan orang-orang Mukmin perempuan) yang ikhlas, atas kekurangan mereka dalam menunaikan amanat.

Wa kānallāhu ghafūran (dan Allah Maha Pengampun) kepada siapa pun yang bertobat di antara mereka.

Rahīmā (lagi Maha Penyayang) kepada kaum Mukminin.


BACA JUGA Kajian Tafsir Juz Ke-22 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [25]Sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik, laki-laki dan perempuan[26]; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan[27]. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[28].

[25] Dalam memikul tugas amanah itu, manusia terbagi menjadi tiga golongan:

Pertama, kaum munafik yang menampakkan dirinya bahwa mereka melaksanakannya baik lahir maupun batin, padahal tidak.

Kedua, kaum musyrik yang tidak melaksanakannya sama sekali, baik lahir maupun batin.

Ketiga, kaum mukmin yang melaksanakannya lahir maupun batin.

Maka di ayat tersebut Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan amal ketiga golongan itu dan balasan kepada masing-masingnya.

[26] Yang tidak menjalankan amanah itu.

[27] Yang menjalankan amanah itu.

[28] Segala puji bagi Allah Ta’ala karena Dia mengakhiri ayat ini dengan dua nama-Nya yang mulia, yang menunjukkan sempurnanya ampunan Allah, luasnya rahmat-Nya dan meratanya kepemurahan-Nya, tetapi sayangnya kebanyakan mereka tidak mau mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya karena perbuatan nifak dan syirknya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sehingga Allah mengazab) huruf Lam berta’alluq kepada lafal ‘Aradhnaa, sebagai akibat dari apa yang telah dipikul oleh Nabi Adam (orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan) yakni orang-orang yang menyia-nyiakan amanat itu (dan sehingga Allah menerima tobat orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan) yaitu orang-orang yang menunaikan amanahnya. (Dan adalah Allah Maha Pengampun) kepada orang-orang Mukmin (lagi Maha Penyayang) kepada mereka.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan. (Al-Ahzab: 73)

Sesungguhnya Allah memikulkan amanat kepada nabi Adam yang dimaksud dengan amanat ialah taklif-taklif hanyalah agar Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. Orang munafik ialah orang yang lahirnya menampakkan iman, sedangkan batinnya memendam kekufuran. Mereka melahirkan keimanan karena takut kepada orang-orang mukmin, dan memendam kekufuran karena mengikuti jejak para penganutnya.

orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan. ( Al-Ahzab: 73)

Mereka adalah orang-orang yang lahir dan batinnya musyrik kepada Allah, yakni mempersekutukan-Nya dengan yang lain dan menentang rasul-rasul-Nya.

dan sehingga Allah menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. (Al-Ahzab: 73)

Yakni agar Allah merahmati orang-orang yang beriman dari kalangan makhluk-Nya, yaitu mereka yang beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para rasul-Nya lagi mengamalkan ketaatan kepada-Nya.

Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab: 73)

Demikian akhir surah Al-Ahzaab. Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaYang Berhak Mendapatkan Pujian Secara Mutlak
Berita berikutnyaBesarnya Tanggung Jawab Memikul Amanat