Sesembahan

Tafsir Al-Qur’an: Surah Yaasiin ayat 74-76

0
768

Kajian Tafsir Surah Yaasiin ayat 74-76. Menjelaskan keberhakan Allah Subhaanahu wa Ta’aala untuk diibadahi tidak selain-Nya. Dan mereka mengambil sesembahan selain Allah, padahal sesembahan itu tidak dapat menolong mereka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ (٧٤) لا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ (٧٥) فَلا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ (٧٦)

Dan mereka mengambil sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu. Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan. (Q.S. Yaasiin : 74-76)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wattakhadzū (dan mereka mengambil), yakni orang-orang kafir Mekah menyembah.

Miη dūnillāhi ālihatan (tuhan-tuhan selain Allah), yaitu berhala-berhala.

La‘allahum yuηsharūn (agar mendapat pertolongan), yakni agar mendapat pembelaan dari Azab Allah Ta‘ala.

Lā yastathī‘ūna nashrahum (tuhan-tuhan itu tidak akan mampu menolong mereka), yakni tuhan-tuhan itu tidak akan mampu menahan azab Allah Ta‘ala dari mereka.

Wa hum (sedangkan mereka), yakni orang-orang kafir Mekah.

Lahum (terhadap berhala-berhala itu), yakni terhadap berhala-berhala yang batil itu.

Juηdum muhdlarūn (akan menjadi tentara yang dihadapkan), yakni bagaikan budak-budak yang berdiri di hadapan berhala-berhala.

Fa lā yahzungka qauluhum (oleh karena itu, janganlah ucapan mereka membuat kamu sedih), yakni janganlah pendustaan mereka membuat kamu sedih, hai Muhammad!

Innā na‘lamu mā yusirrūna (sesungguhnya Kami mengetahui apa pun yang mereka rahasiakan), yakni kemungkaran dan pengkhianatan yang mereka rahasiakan.

Wa mā yu‘linūn (dan apa pun yang mereka nyatakan), yakni permusuhan yang mereka tampakkan.


BACA JUGA Kajian Tafsir Juz Ke-23  utuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [7]Dan mereka mengambil sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan[8].

[7] Ayat ini menerangkan batilnya sesembahan-sesembahan kaum musyrik yang dijadikan mereka sebagai sekutu bagi Allah, di mana mereka mengharapkan pertolongan dan syafaatnya, padahal keadaannya sangat lemah.

[8] Yakni agar mereka dihindarkan dari azab Allah dengan syafaat sesembahan-sesembahan mereka menurut persangkaan mereka.

  1. Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka[9]; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu[10].

[9] Demikian pula mereka tidak dapat menolong diri mereka sendiri. Jika diri mereka saja, tidak sanggup mereka tolong lalu bagaimana menolong orang lain. Padahal menolong itu ada dua syarat: (1) Kemampuan dan kesanggupan, (2) Kemauan. Jika kemampuan tidak ada, maka menafikan kedua-duanya (kemampuan dan kemauan).

[10] Bisa juga diartikan, padahal mereka (berhala-berhala) itu dan para penyembahnya adalah orang-orang yang sama-sama disiapkan dimasukkan ke dalam neraka. Di dalam neraka itu antara penyembah dengan sesembahan yang disembahnya akan saling berlepas diri. Oleh karena itu, mengapa mereka tidak berlepas diri sewaktu di dunia dari menyembah sesembahan-sesembahan itu, dan hanya menyembah Allah saja yang di Tangan-Nya segala kekuasaan, dan Dia yang berkuasa memberikan manfaat dan menimpakan madharrat, yang berkuasa memberi dan menahan?

  1. Maka jangan sampai ucapan mereka[11] membuat engkau (Muhammad) bersedih hati[12]. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan[13].

[11] Yakni ucapan yang isinya mencela Rasulullah ﷺ dan mencela apa yang Beliau bawa. Misalnya ucapan mereka, bahwa Beliau bukanlah seorang rasul, dsb.

[12] Maksudnya sibuk dengan kesedihan.

[13] Yakni oleh karena itu, Kami akan memberinya balasan.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Mereka mengambil selain Allah) selain-Nya (sebagai sesembahan-sesembahan) berhala-berhala yang mereka sembah (agar mereka mendapat pertolongan) terhindar dari azab Allah, karena mendapat syafaat dari tuhan-tuhan sesembahan mereka itu, ini menurut dugaan mereka sendiri.
  2. (Berhala-berhala itu tidak akan dapat) yakni sesembahan-sesembahan mereka itu tidak dapat menolong. Ungkapan kata berhala memakai jamak untuk orang yang berakal hanyalah sebagai kata kiasan saja, yakni mereka dianggap sebagai makhluk yang berakal (menolong mereka padahal berhala-berhala itu) sesembahan-sesembahan mereka itu (menjadi tentara mereka) menurut dugaan mereka, yaitu tentara yang siap menolong mereka (yang disiapkan) di dalam neraka bersama mereka.
  3. (Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu) seperti ucapan, bahwa kamu bukanlah seseorang yang diutus oleh Allah dan ucapan-ucapan lainnya. (Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan) dari perkataan-perkataan semacam itu dan yang lainnya, kelak Kami akan membalasnya kepada mereka.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. berfirman, mengecam sikap orang-orang musyrik yang menjadikan tandingan-tandingan yang disembah-sembah selain Allah Swt. Mereka berbuat demikian dengan tujuan agar tandingan-tandingan tersebut dapat membantu mereka, memberi mereka rezeki, dan mendekatkan diri mereka kepada Allah Swt. Allah Swt. berfirman:

Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka. (Yasin: 75)

Yakni sembahan-sembahan mereka yang selain Allah itu tidak dapat menolong mereka yang menyembahnya, bahkan berhala-berhala itu lebih lemah, lebih hina, lebih rendah, dan lebih kecil; bahkan untuk membela dirinya sendiri dari orang yang bertujuan jahat terhadap dirinya pun tidak mampu. Karena berhala-berhala itu benda mati, tidak dapat mendengar dan tidak dapat berpikir.

Firman Allah Swt.:

padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka. (Yasin: 75)

Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah ‘di hari penghisaban amal perbuatan, Allah bermaksud menghimpun semua berhala itu kelak di hari kiamat, semuanya dihadirkan saat dilakukan penghisaban terhadap para pengabdinya’. Yang sudah barang tentu hal tersebut dimaksudkan untuk memperberat kesedihan mereka dan merupakan bukti yang lebih akurat menunjukkan kesalahan mereka (yang menyembahnya).

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka. (Yasin: 75) Yakni sembahan-sembahan mereka itu tidak dapat membantu mereka. padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka. (Yasin: 75) Orang-orang musyrik semasa di dunia mereka marah demi berhala-berhala sesembahan mereka. Padahal berhala-berhala itu tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan pun bagi mereka, tidak dapat pula menolak suatu keburukan pun dari mereka, karena sesungguhnya berhala-berhala itu adalah patung-patung belaka.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri; pendapat ini baik dan dipilih oleh Ibnu Jarir.

Firman Allah Swt.:

Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. (Yasin: 76)

Yaitu ucapan mereka yang mendustakan kamu dan kekafiran mereka kepada Allah.

Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan. (Yasin: 76)

Artinya, Kami mengetahui semua yang ada pada diri mereka, dan kelak Kami akan membalas mereka dengan balasan yang setimpal; tiada sesuatu pun dari perbuatan mereka, baik yang besar maupun yang kecil, luput dari Kami. Bahkan semua amal perbuatan mereka yang dahulu dan yang terkemudian ditampakkan dihadapan mereka.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Artikulli paraprakDari Setetes Mani
Artikulli tjetërHewan Ternak