Tentang Tauhid

Tafsir Al-Qur’an: Surah Shaad ayat 65-66

0
688

Kajian Tafsir Surah Shaad ayat 65-66. Menerangkan tentang tauhid. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ إِنَّمَا أَنَا مُنذِرٌ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ -٦٥- رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ -٦٦

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa, (yaitu) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Q.S. Shaad : 65-66)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Qul (katakanlah) kepada penduduk Mekah, hai Muhammad!

Innamā ana muηdzirun (sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan), yakni seorang rasul yang menakut-nakuti (dengan Al-Qur’an).

Wa mā min ilāhin illallāhul wāhidu (dan sekali-kali tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa), yang tidak beranak dan tidak bersekutu.

Al-qahhār (lagi Maha mengalahkan), yakni Maha menguasai makhluk-Nya.

Rabbus samāwāti wal ardli wa mā baināhumā (Rabb langit dan bumi serta segala apa yang ada di antara keduanya), yakni segala makhluk dan hal-hal menakjubkan yang ada di antara keduanya.

Al-‘azīzu (Yang Maha Perkasa), yakni Dia Maha Perkasa menimpakan hukuman kepada siapa pun yang tidak beriman kepada-Nya.

Al-ghaffār (lagi Maha Pengampun) kepada siapa pun yang bertobat dan beriman kepada-Nya.


Link Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-23

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Katakanlah (Muhammad)[20], “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan[21], tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa[22],

[20] Yakni kepada orang-orang yang mendustakan ketika mereka menuntut dari Beliau sesuatu yang tidak Beliau miliki atau yang bukan urusannya.

[21] Yakni inilah yang aku miliki, adapun permintaanmu maka itu urusan Allah Azza wa Jalla, aku hanya bisa menyuruh dan melarang kamu, mendorong berbuat baik dan mentarhib (menakut-nakuti) terhadap perbuatan buruk, barang siapa yang mendapat petunjuk, maka itu untuk kebaikan dirinya dan barang siapa yang tersesat, maka madharatnya hanya menimpa dirinya.

[22] Ayat ini merupakan penguatan terhadap keberhakan Allah saja untuk diibadahi, yaitu karena Dia Maha Esa dan karena Dia Maha Perkasa; Dia berkuasa terhadap segala sesuatu dan mengalahkan segala sesuatu. Di samping itu, Dia juga Rabb (Pencipta, Pengatur, Pemberi rezeki dan Penguasa) langit, bumi dan apa saja yang ada di antara keduanya sebagaimana dalam ayat selanjutnya. Ini pun sama menunjukkan keberhakan Allah saja untuk diibadahi. Selain itu, Dia juga Al ‘Aziz, yaitu yang memiliki kekuatan, di mana dengan kekuatan-Nya Dia mampu menciptakan makhluk-makhluk yang besar. Dia juga Maha Pengampun, Dia mengampuni semua dosa yang besar maupun yang kecil bagi orang yang kembali kepada-Nya dan berhenti melakukan dosa.

  1. (yaitu) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Perkasa[23] lagi Maha Pengampun[24].

[23] Yakni yang berkuasa terhadap urusan-Nya.

[24] Inilah Tuhan yang berhak dicintai dan diibadahi, bukan yang tidak mampu menciptakan dan tidak mampu memberi rezeki, yang tidak kuasa memberi manfaat atau menolak bahaya seperti patung dan berhala.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Katakanlah) hai Muhammad kepada orang-orang kafir Mekah! (“Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan)seorang yang memperingatkan kalian dengan neraka (dan sekali-kali tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan) semua makhluk-Nya.
  2. (Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa) yakni Maha Menang atas semuaperkara-Nya (lagi Maha Pengampun”) terhadap kekasih-kekasih-Nya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. berfirman, memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada orang-orang yang mempersekutukan Allah lagi mendustakan rasul-Nya, bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan dan bukanlah seperti yang kalian duga.

dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (Shad: 65)

Yakni hanya Dia sematalah yang dapat mengalahkan dan memaksa segala sesuatu.

Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. (Shad: 66)

Artinya, Dia adalah Raja dari semuanya dan Yang Mengaturnya,

Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengampuni. (Shad: 66)

lagi Maha Pengampun, sekalipun Dia Mahabesar lagi Mahaperkasa.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaAl-Qur’an Adalah Berita Besar
Berita berikutnyaPertengkaran di Antara Penghuni Neraka