Azab yang Buruk

Tafsir Al-Qur’an: Surah Az-Zumar ayat 24-26

0
678

Kajian Tafsir Surah Az-Zumar ayat 24-26. Apakah orang-orang yang melindungi wajahnya menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab? Firman-Nya:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

أَفَمَنْ يَتَّقِي بِوَجْهِهِ سُوءَ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَقِيلَ لِلظَّالِمِينَ ذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ (٢٤) كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لا يَشْعُرُونَ (٢٥) فَأَذَاقَهُمُ اللَّهُ الْخِزْيَ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الآخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (٢٦)

Maka apakah orang-orang yang melindungi wajahnya menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, “Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan.” Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka. Maka Allah menimpakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar, kalau saja mereka mengetahui. (Q.S. Az-Zumar : 24-26)

.

Tafsir Ibnu Abbas

A fa may yattaqī bi wajhihī sū-al ‘adzābi (maka apakah orang-orang yang akan menghindari azab yang buruk dengan wajahnya), yakni azab yang dahsyat.

Yaumal qiyāmati (pada hari kiamat [sama dengan orang-orang yang akan masuk surga dengan selamat]). Mereka adalah Abu Jahl dan kawan-kawannya. Tangan mereka akan diikat ke leher dengan rantai besi. Sehingga karena itulah, dia akan menghadapi azab dengan wajahnya.

Wa qīla lizh zhālimīna (dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim), yakni kepada orang-orang kafir, Abu Jahl dan kawan-kawannya. Malaikat Zabaniah akan berkata kepada mereka:

Dzūqū (rasakanlah oleh kalian) azab.

Mā kuηtum taksibūn (yang dahulu kalian perbuat itu), yakni kemaksiatan yang dahulu kalian katakan dan kalian lakukan.

Kadz-dzabal ladzīna ming qablihim (orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan [para rasul]), yakni sebelum kaummu, hai Muhammad! Mereka adalah kaum Hud, Shalih, Syu‘aib, dan lain-lain.

Fa atāhumul ‘adzābu min haitsu lā yasy‘urūn (maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka ketahui), yakni yang tidak mereka ketahui datangnya.

Fa adzāqahullāhumullāhul khizya fil hayātid dun-yā (maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan dalam kehidupan dunia), yakni azab dunia.

Wa la ‘adzābul ākhirati akbar (dan sungguh azab akhirat itu lebih besar lagi), yakni lebih berat daripada yang mereka rasakan ketika di dunia.

Lau kānū ya‘lamūn (kalaulah mereka mengetahui), tapi mereka tetap saja tidak mengetahui.


Link Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-23

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Maka apakah orang-orang yang melindungi wajahnya[16] menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim[17], “Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan.

[16] Ketika itu ia kesulitan menghindarkan mukanya dari azab karena tangan dan kakinya dibelenggu.

[17] Yang menzalimi diri mereka dengan kekafiran dan kemaksiatan.

  1. Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul)[18], maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.

[18] Sebagaimana mereka yang mendustakan itu.

  1. Maka Allah menimpakan kepada mereka kehinaan[19] pada kehidupan dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar, kalau saja mereka mengetahui[20].

[19] Dengan azab itu. Mereka menjadi hina di hadapan Allah dan di hadapan makhluk-Nya.

[20] Oleh karena itu, hendaknya mereka yang mendustakan itu berhati-hati jika tetap mendustakan, sehingga mereka ditimpa azab sebagaimana yang menimpa umat-umat sebelum mereka.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Maka apakah orang yang menghindarkan) supaya jangan dilemparkan (dirinya ke dalam azab yang paling buruk di hari kiamat), azab yang paling keras, seumpamanya ia dicampakkan ke dalam neraka dalam keadaan terbelenggu tangannya disatukan dengan kepalanya, sama dengan orang yang beriman kepadanya yang dimasukkan ke dalam surga? (Dan dikatakan kepada orang-orang yang aniaya) yakni orang-orang kafir Mekah (“Rasakanlah oleh kalian balasan apa yang telah kalian kerjakan”) sebagai pembalasannya.
  2. (Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan) rasul-rasulnya yang mengatakan bahwa azab pasti datang (maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka) yang tidak mereka duga sedikit pun.
  3. (Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan) artinya, mereka dihina dan direndahkan dengan berupa kutukan, pembunuhan dan lain sebagainya (pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka) yakni orang-orang yang mendustakannya (mengetahui) azab akhirat, dan niscaya kalau mereka mengetahuinya maka mereka tidak akan mendustakannya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghidari azab yang buruk pada hari kiamat. (Az-Zumar: 24)

Ini merupakan perbandingan yang ditujukan pada orang yang bernasib demikian dan orang lain yang semisal dengannya dari kalangan orang-orang yang zalim (musyrik):

Rasakanlah olehmu balasan apa yang lelah kamu kerjakan. (Az-Zumar: 24)

Apakah orang yang demikian keadaannya sama dengan orang yang datang pada hari kiamat dalam keadaan aman (dari azab Allah)? Semakna dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَى وَجْهِهِ أَهْدَى أَمَّنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Maka apakah orang yang berjalan terjungkal dengan muka di bawah itu lebih banyak mendapat petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus? (Al-Mulk: 22)

يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ

(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka dengan muka di bawah. (Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah sentuhan api neraka.” (Al-Qamar: 48)

Dan firman Allah Swt.:

أَفَمَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ خَيْرٌ أَمْ مَنْ يَأْتِي آمِنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Maka apakah orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari kiamat? (Fussilat: 40)

Dalam ayat ini tidak disebutkan pembandingnya mengingat sudah dapat dimengerti dengan menyebut salah satunya, seperti pengertian yang terdapat di dalam perkataan seorang penyair:

فَمَا أدْري إذَا يَمَّمْتُ أرْضًا … أريدُ الخيرَ: أَيُّهُمَا يَليني …

Aku tidak mengetahui bila menuju ke suatu negeri, apakah ditakdirkan mendapatkan kebaikan (ataukah sebaliknya), yang manakah dari keduanya yang akan menyertaiku?

Adapun firman Allah Swt.:

Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka. (Az-Zumar: 25)

Yakni umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul telah dibinasakan oleh Allah karena dosa-dosa mereka, dan tidaklah mereka dapat perlindungan dari azab Allah.

Firman Allah Swt.:

Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. (Az-Zumar: 26)

Yaitu melalui azab dan pembalasan Allah yang ditimpakan kepada mereka, sehingga orang-orang mukmin merasa lega dan puas terhadap mereka. Karena itu, waspadalah orang-orang yang diancam dengan peringatan ini. Karena sesungguhnya mereka telah mendustakan rasul yang paling mulia penutup para nabi, maka azab yang disediakan oleh Allah Swt. bagi mereka di negeri akhirat akan jauh lebih keras daripada azab yang menimpa mereka dalam kehidupan di dunia ini. Untuk itulah maka dalam firman selanjutnya disebutkan:

Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui. (Az-Zumar: 26)

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaSegala Macam Perumpamaan
Berita berikutnyaPerkataan yang Paling Baik