Hari Ketika Mereka Keluar dari Kubur

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Mu’min ayat 16

0
533

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Mu’min ayat 16. Penampakkan nikmat-nikmat Allah Yang Maha mengalahkan makhluk-Nya dengan kematian dan pada hari ketika mereka keluar dari kubur. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يَوْمَ هُمْ بَارِزُونَ لا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ (١٦)

(yaitu) pada hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tidak sesuatu pun keadaan mereka yang tersembunyi di sisi Allah. (Lalu Allah berfirman), “Milik siapakah kerajaan pada hari ini?” Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (Q.S. Al-Mu’min : 16)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Yauma hum bārizūna ([yaitu] hari ketika mereka muncul), yakni keluar dari kubur.

Lā yakhfā ‘alallāhi minhum syai’ (tak ada sesuatu pun dari mereka yang tersembunyi bagi Allah), dan tidak pula amal-amal mereka sedikit pun. Kemudian setelah tiupan kematian, Allah Ta‘ala berfirman ….

Li manil mulkul yauma (“Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini”), tetapi tak ada satu pun yang menyahut. Maka Dia menjawab pada Diri-Nya sendiri ….

Lillāhil wāhidi (Kepunyaan Allah Yang Maha Esa), yang tak beranak dan tak bersekutu.

Al-qahhār (lagi Maha mengalahkan) makhluk-Nya dengan kematian lagi Maha menguasai mereka.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. (yaitu) pada hari (ketika) mereka keluar (dari kubur)[16]; tidak sesuatu pun keadaan mereka yang tersembunyi di sisi Allah. (Lalu Allah berfirman), “Milik siapakah kerajaan pada hari ini?[17]” Milik Allah Yang Maha Esa[18] lagi Maha Mengalahkan[19].

[16] Mereka berkumpul di tanah padang mahsyar yang rata. Seruan terdengar oleh mereka semua dan sebuah pandangan dapat melihat mereka semua.

[17] Yakni siapakah yang memiliki hari yang agung itu, yang menghimpun manusia yang terdahulu maupun yang datang kemudian baik penghuni langit maupun penghuni bumi, dimana tidak ada keikutsertaan dalam kepemilikan itu, dan hubungan pun terputus sehingga tidak ada yang tersisa selain amal yang saleh atau amal yang buruk?

[18] Yakni yang esa dalam Dzat-Nya, nama-Nya, sifat-Nya dan perbuatan-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya sedikit pun dalam hal itu dari berbagai sisi.

[19] Semua makhluk tunduk kepada-Nya, khususnya pada hari yang wajah-wajah tertunduk kepada Allah Yang Mahahidup lagi Berdiri Sendiri. Pada hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara kecuali dengan izin-Nya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Yaitu hari ketika mereka keluar) dari kuburnya masing-masing (tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah berfirman, “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?”) Allah sendiri yang mengatakannya, kemudian Dia sendiri pula yang menjawabnya, yaitu, (“Hanya kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan”) atas semua makhluk-Nya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

(yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Al-Mu’min: 16)

Yakni semuanya tampak dan muncul, tiada sesuatu pun yang menyembunyikan mereka, tiada sesuatu pun yang menaungi mereka, tiada pula sesuatu pun yang menutupi mereka. Karena itulah disebutkan dalam firman-Nya:

(yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada sesuatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Al-Mu’min: 16)

Artinya, semuanya diketahui oleh Allah dengan saksama, tanpa ada beda.

Firman Allah Swt.:

(Lalu Allah berfirman), “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?” Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (Al-Mu’min: 16)

Dalam hadis Ibnu Umar yang lalu telah disebutkan bahwa Allah Swt. menggulung langit dan bumi dengan tangan-Nya, kemudian berfirman, “Akulah Raja, Akulah Yang Maha Perkasa, Akulah Yang Maha Agung, di manakah sekarang raja-raja bumi? Di manakah sekarang orang-orang yang angkara murka? Di manakah sekarang orang-orang yang sombong?”

Di dalam hadis sangkakala disebutkan pula bahwa Allah Swt. apabila telah mencabut semua roh makhluk-Nya, maka tiada seorang pun yang hidup selain Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya. Maka pada saat itu Allah berfirman: Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini? (Al-Mu’min: 16) sebanyak tiga kali. Kemudian Dia sendirilah yang menjawab seraya berfirman: Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (Al-Mu’min: 16) Yakni Tuhan Yang hanya Dia sematalah Yang dapat mengalahkan dan menundukkan segala sesuatu.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Galib Ad-Daqqaq, telah menceritakan kepada kami Ubaid ibnu Ubaidah, telah menceritakan kepada kami Mu’tamir, dari ayahnya, telah menceritakan kepada kami Abu Nadrah, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa sebelum hari kiamat terjadi, ada suara yang berseru, “Hai manusia, telah datang kepadamu hari kiamat.” Maka terdengarlah seruan itu oleh semua orang yang hidup dan orang yang telah mati. Ibnu Abbas melanjutkan, bahwa lalu turunlah Allah Swt. ke langit yang terdekat dan berfirman: Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini? Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (Al-Mu’min: 16)

Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

 ««««« juz 23 ««««      «««« juz 24 ««««      «««« juz 25 «««««