Allah-lah Yang Menghidupkan Kemudian Mematikan

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Jaatsiyah ayat 25-26

0
770

Kajian Tafsir: Surah Al-Jaatsiyah ayat 25-26. Bantahan terhadap ucapan kaum musyrik tentang akhirat dan terhadap sangkaan mereka bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Padahal Allah Maha Kuasa untuk menghidupkan kembali tubuh-tubuh yang telah mati. Allah-lah yang menghidupkan kemudian mematikan. Allah berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ مَا كَانَ حُجَّتَهُمْ إِلا أَنْ قَالُوا ائْتُوا بِآبَائِنَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٢٥) قُلِ اللَّهُ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يَجْمَعُكُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لا رَيْبَ فِيهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ  (٢٦)

Dan apabila kepada mereka dibacakan ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan mereka selain mengatakan, “Hidupkanlah kembali nenek moyang kami jika kamu orang yang benar.” Katakanlah, “Allah-lah yang menghidupkan kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak diragukan lagi; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Q.S. Al-Jaatsiyah : 25-26)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa idzā tutlā ‘alaihim (dan apabila dibacakan kepada mereka), yakni kepada Abu Jahl dan kawan-kawannya.

Āyātunā bayyinātin (Ayat-ayat Kami yang jelas) berisi perintah dan larangan.

Mā kāna hujjatahum (tiadalah bantahan mereka), yakni alasan dan jawaban mereka kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Illā ang qālu’tūnī bi ābā-inā (kecuali mengatakan, “Datangkanlah bapak-bapak kami), yakni hidupkanlah, hai Muhammad, bapak-bapak kami sehingga kami bisa menanyai mereka, apakah ucapanmu itu benar atau dusta.

Ing kuηtum shādiqīn (jika memang kalian adalah orang-orang yang benar”), yakni jika memang kamu termasuk orang yang benar bahwa kami akan dibangkitkan sesudah mati.

Qul (katakanlah) hai Muhammad, kepada Abu Jahl dan kawan-kawannya!

Allāhu yuhyīkum (“Allah akan menghidupkan kalian) di dalam kubur.

Tsumma yumītukum (kemudian mematikan kalian) di dalam kubur.

Tsumma yajma‘ukum ilā yaumil qiyāmati (kemudian mengumpulkan kalian pada hari kiamat). Ada yang berpendapat, katakanlah, “Allah akan mematikan kalian kemudian mengumpulkan kalian pada hari kiamat.”

Lā raiba fīhi (yang tak ada keraguan padanya), yakni tak ada kesangsian padanya.

Wa lākinna aktsaran nāsi (namun, kebanyakan manusia), yakni penduduk Mekah.

Lā ya‘lamūn (tidak mengetahui”) dan tidak membenarkan hal itu.


Link untuk Kajian Tafsir Al Qur’an Juz Ke-25

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan apabila kepada mereka dibacakan ayat-ayat Kami yang jelas[36], tidak ada bantahan mereka selain mengatakan, “Hidupkanlah kembali nenek moyang kami jika kamu orang yang benar[37].”

[36] Yakni yang menunjukkan bahwa Kami berkuasa membangkitkan.

[37] Ini adalah sikap beraninya mereka kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala, dimana mereka mengusulkan usulan ini dan menyangka bahwa untuk membuktikan kebenaran para rasul Allah tergantung apakah mereka (para rasul tersebut) mampu mendatangkan nenek moyang mereka atau tidak, dan meskipun para rasul telah mendatangkan semua ayat, mereka tidak akan beriman kecuali jika rasul mengikuti usulan mereka. Mereka telah berdusta dalam ucapannya itu, maksud mereka hanyalah untuk menolak dakwah Rasulullah ﷺ, bukan untuk diterangkannya yang hak.

  1. Katakanlah, “Allah-lah yang menghidupkan[38] kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu[39] pada hari kiamat yang tidak diragukan lagi; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[40].

[38] Ketika kamu sebelumnya sebagai mani.

[39] Dalam keadaan hidup.

[40] Kalau seandainya pengetahuan mereka terhadap hari akhir masuk ke dalam hati mereka, tentu mereka akan mengerjakan amalan-amalan untuk menghadapinya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami) dari Alquran yang menunjukkan akan kekuasaan Kami yang mampu membangkitkan makhluk menjadi hidup kembali (yang jelas) yang keadaannya jelas sekali (tidak ada bantahan mereka selain dari mengatakan, “Datangkanlah nenek moyang kami) dalam keadaan hidup (jika kalian adalah orang-orang yang benar”) bahwasanya kami benar-benar akan dibangkitkan menjadi hidup kembali sesudah kami mati.
  2. (Katakanlah, “Allahlah yang menghidupkan kalian) sewaktu kalian masih dalam bentuk air mani (kemudian mematikan kalian, setelah itu mengumpulkan kalian) dalam keadaan hidup (pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya) tidak diragukan lagi kedatangannya (akan tetapi kebanyakan manusia) yang dimaksud adalah mereka yang telah mengatakan apa yang telah disebutkan tadi (tidak mengetahui.”)

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas. (Al-Jatsiyah: 25)

Yaitu apabila dibuktikan terhadap mereka dan dijelaskan kepada mereka bahwa Allah Maha Kuasa untuk menghidupkan kembali tubuh-tubuh yang telah mati sesudah mereka tiada dan bertebaran di mana-mana.

tidak ada bantahan mereka selain mengatakan, “Datangkanlah nenek moyang kami jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (Al-Jatsiyah: 25)

Yakni hidupkanlah mereka kembali jika apa yang kamu katakan itu benar. Maka dijawab oleh firman-Nya:

Katakanlah, “Allah-lah yang menghidupkan kemudian mematikanmu.” (Al-Jatsiyah: 26)

sebagaimana yang kamu saksikan sendiri, Dia telah mengeluarkan kamu dari tiada menjadi ada di alam wujud ini.

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kamu dikembalikan kepada-Nya. (Al-Baqarah: 28)

Yakni Tuhan Yang mampu menciptakan dari semula mampu pula untuk mengembalikan penciptaan itu dikesempatan yang lain dalam penciptaan yang baru, dan penciptaan yang kedua kalinya itu jauh lebih mudah bagi-Nya, sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:

وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ

Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan) nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. (Ar-Rum: 27)

Adapun firman Allah Swt.:

setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. (Al-Jatsiyah: 26)

Artinya sesungguhnya Dia hanya menghimpunkan kalian kelak di hari kiamat dan tidak akan menghidupkan kalian di dunia ini. Maka tidaklah pantas bila kalian mengatakan:

Datangkanlah nenek moyang kami jika kamu adalah orang-orang yang benar. (Al-Jatsiyah: 25)

Allah Swt. telah berfirman:

يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ

(Ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab). (At-Taghabun: 9)

لأيِّ يَوْمٍ أُجِّلَتْ. لِيَوْمِ الْفَصْلِ

(Niscaya dikatakan kepada mereka), “Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?” Sampai hari keputusan. (Al-Mursalat: 12-13)

Dan firman Allah Swt.:

Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai -waktu yang tertentu. (Hud: 104)

Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. (Al-Jatsiyah: 26)

Yakni tidak diragukan lagi kejadiannya.

tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Al-Jatsiyah: 26)

Karena itulah maka mereka mengingkari adanya hari kemudian dan menganggap mustahil tubuh-tubuh ini akan dihidupkan kembali. Allah Swt. telah berfirman:

إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا وَنَرَاهُ قَرِيبًا

Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu (hari kiamat) jauh (mustahil). Sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi). (Al-Ma’arij:6-7)

Mereka menganggap mustahil hal itu terjadi, sedangkan orang-orang mukmin menganggap bahwa hal itu mudah (bagi Allah) dan (hari kiamat itu) sudah dekat masanya.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.