Azab Bagi Orang yang Berdosa di Neraka Jahanam

Tafsir Al-Qur’an: Surah Ar-Rahman ayat 37-45

0
1223

Kajian Tafsir: Surah Ar-Rahman ayat 37-45, Keadaan pada hari Kiamat, hisab, dan azab bagi orang-orang yang berdosa di neraka Jahanam. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُونَ (٤٣) يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ آنٍ (٤٤) فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٤٥)

Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa. Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.S. Ar-Rahman : 43-45)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Hādzihi jahannamul latī yukadz-dzibu bihal mujrimūn (Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa), yakni oleh orang-orang musyrik di dunia bahwasanya hal itu tidak ada.

Yathūfūna bainahā (mereka akan berkeliling di antaranya), yakni di antara neraka.

Wa baina hamīmin ān (dan di antara air mendidih yang panasnya teramat hebat), yakni air panas yang telah mencapai titik paling panas.

Fa bi ayyi ālā-i rabbikumā tukadz-dzibān (maka nikmat-nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian dustakan).


Di sini Link untuk Tafsir Al-Qur’an Juz ke-27


Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.
  2. Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih[19].

[19] Mereka akan meminumnya ketika meminta pertolongan dari panasnya api neraka.

  1. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

.

Tafsir Jalalain

  1. (“Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa”).
  2. (Mereka berkeliling) yakni berjalan dengan cepat (di antaranya dan di antara air yang mendidih yaitu air panas (yang memuncak panasnya) panasnya tak terperikan, lalu mereka diberi minum air panas tersebut apabila mereka meminta tolong karena panasnya api neraka; lafal Anin termasuk Isim Manqush, sama halnya dengan lafal Qaadhin.
  3. (Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa. (Ar-Rahman: 43)

Maksudnya, inilah neraka yang dahulu kalian dustakan keberadaannya, kini berada di hadapan kalian yang kalian saksikan sendiri dengan mata kalian sendiri. Dikatakan hal ini kepada mereka sebagai kecaman, cemoohan, dan penghinaan terhadap mereka.

Firman Allah Swt.:

Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya. (Ar-Rahman: 44)

Yakni adakalanya mereka disiksa di dalam neraka Jahanam, dan adakalanya mereka diberi minum hamim, yaitu minuman yang panasnya sama dengan tembaga yang dilebur hingga semua usus dan isi perut mereka hancur karenanya. Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

إِذِ الأغْلالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلاسِلُ يُسْحَبُونَ. فِي الْحَمِيمِ ثُمَّ فِي النَّارِ يُسْجَرُونَ

ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api. (Al-Mu’min: 71-72)

Firman Allah Swt. yang menyebutkan an artinya sangat panas hingga tidak tertahankan lagi karenanya.

Ibnu Abbas r.a. telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya. (Ar-Rahman: 44) Titik didihnya telah mencapai puncaknya hingga panasnya tak terperikan. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Sa’id ibnu Jubair. Ad-Dahhak, Al-Hasan, As-Sauri, dan As-Saddi.

Qatadah mengatakan bahwa telah mendidih sejak Allah menciptakan bumi dan langit. Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi mengatakan bahwa seorang hamba ditangkap, lalu diputar pada ubun-ubunnya di dalam air yang telah memuncak panasnya itu, hingga semua dagingnya lebur dan yang tertinggal adalah tulang-tulangnya serta kedua matanya yang ada di kepala. Hal ini semakna dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya: ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api. (Al-Mu’min: 72)

Al-hamim sama artinya dengan al-har, yakni air yang sangat panas. Di riwayatkan dari Al-Qurazi dalam riwayat yang lain bahwa hamimin an artinya air yang sangat panas yang disediakan saat itu juga; hal yang sama dikatakan oleh Ibnu Zaid. Pengertian ini tidaklah bertentangan dengan apa yang diriwayatkan dari Al-Qurazi di atas, yang mengatakan air yang sangat panas, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ

diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. (Al-Ghasyiyah: 5)

Yakni yang disuguhkan dalam keadaan sangat panas lagi tak terperikan panasnya. Sama juga dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ

dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya). (Al-Ahzab: 53)

Yaitu kemasakan dan kematangannya.

Firman Allah Swt.:

air mendidih yang memuncak panasnya. (Ar-Rahman: 44)

Maksudnya, air yang titik didihnya telah mencapai puncak yang tertinggi dan sangat panas.

Mengingat hukuman yang ditimpakan kepada orang-orang yang durhaka lagi berdosa dan pemberian nikmat kepada orang-orang yang bertakwa merupakan karunia, rahmat, keadilan, dan kasih sayang-Nya kepada makhluk-Nya dan adalah peringatan Allah terhadap mereka tentang azab dan pembalasan-Nya untuk mencegah mereka dari kemusyrikan dan kedurhakaannya dan lain sebagainya, maka dalam ayat berikut Allah Swt. berfirman menyebutkan perihal karunia-Nya itu kepada makhluk-Nya:

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-Rahman: 45)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaSaat Menghadap Tuhannya Ada Dua Surga
Berita berikutnyaYang Berdosa Itu Diketahui dengan Tanda-tandanya