Melakukan Perniagaan yang Menguntungkan

Tafsir Al-Qur’an: Surah Ash-Shaff Ayat 10-13

0
751

Tafsir Al-Qur’an: Surah Ash-Shaff Ayat 10-13, Ajakan kepada kaum mukmin untuk melakukan perniagaan yang menguntungkan, yaitu berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan harta.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ  (١٠) تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١١) يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (١٢) وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (١٣)

Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin. (Q.S.  Ash-Shaff : 10 – 13)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Yā ayyuhal ladzīna āmanū (wahai orang-orang yang beriman). Tentang hal ini telah disingung pada awal surah ini.

Hal adullukum ‘alā tijāratiη tuηjīkum min ‘adzābin alīm (maukah kalian kutunjukkan kepada perdagangan yang akan menyelamatkan kalian dari azab yang pedih), yakni azab yang menyakitkan di akhirat berupa neraka Lazha.

Tu’minūna billāhi wa rasūlihī ([yaitu] kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya), jika penafsiran ayat ini ditujukan kepada orang-orang munafik.

Wa tujāhidūna fī sabīlillāhi (serta berjihad di Jalan Allah), yakni dalam rangka taat kepada Allah Ta‘ala.

Bi amwālikum wa aηfusikum (dengan harta benda dan jiwa kalian), yakni dengan menafkahkan sebagian harta benda kalian dan keberangkatan kalian.

Dzālikum (itu), yakni jihad.

Khairul lakum (adalah lebih baik bagi kalian) daripada harta benda.

Ing kuηtum ta‘lamūn (jika kalian mengetahui), yakni membenarkan pahala Allah Ta‘ala. niscaya Dia akan mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga-surga yang mengalir dari bawahnya sungai-sungai serta tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga-surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.

Yaghfir lakum dzunūbakum (niscaya Dia akan mengampuni dosa-dosa kalian) karena berjihad dan mengeluarkan nafkah di Jalan Allah Ta‘ala.

Wa yudkhilkum jannātin (dan memasukkan kalian ke dalam surga-surga), yakni taman-taman.

Tajrī miη tahtihā (yang mengalir dari bawahnya), yakni dari bawah pepohonan dan tempat-tempat tinggalnya.

Al-anhāru (sungai-sungai), yaitu sungai madu, sungai air, sungai khamar, sungai susu.

Wa masākina thayyibatan (serta tempat-tempat tinggal yang baik), yakni yang halal untuk kalian. Menurut satu pendapat, tempat-tempat tinggal yang suci. Menurut pendapat yang lain, tempat-tempat tinggal yang indah nan elok. Dan ada pula yang berpendapat, tempat-tempat tinggal yang wangi semerbak. Allah Ta‘ala telah mewangikannya dengan kesturi dan raihan (tumbuh-tumbuhan yang harum).

Fī jannāti ‘adn (di dalam surga-surga ‘Adn), yakni di Darur Rahman.

Dzālika (itulah), yakni yang telah Kuterangkan itu adalah ….

Al-fauzul ‘azhīm (keberuntungan yang besar), yakni keberhasilan yang gemilang. Mereka berhasil meraih surga dan selamat dari neraka.

Wa ukhrā (dan yang lainnya), yakni perdagangan yang lainnya.

Tuhibbūnahā (yang kalian sukai), yakni yang kalian inginkan dan kalian harapkan menjadi milik kalian.

Nashrum minallāhi (yaitu pertolongan dari Allah) kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam menghadapi orang-orang kafir Quraisy.

Wa fat-hung qarīb (dan kemenangan yang dekat), yakni yang segera, yaitu pembebasan Mekah.

Wa basy-syiril mu’minīn (dan sampaikanlah kabar gembira kepada kaum mukminin) yang ikhlas, yaitu surga, jika mereka berbuat demikian.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?[29]

[29] Ini merupakan wasiat, petunjuk dan bimbingan dari Allah Subhaanahu wa Ta’aala Tuhan Yang paling sayang kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin terhadap perdagangan yang paling menguntungkan, dimana setelahnya mereka akan memperoleh keselamatan dari azab yang pedih dan memperoleh surga yang penuh kenikmatan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala menggunakan kata-kata tawaran yang menunjukkan bahwa hal ini merupakan sesuatu yang paling diinginkan oleh orang-orang yang berpandangan tajam, seakan-akan ada jawaban dari mereka, “Apa perdagangan yang begitu menguntungkan ini?”

  1. (yaitu) kamu beriman[30] kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu[31]. Itulah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui.

[30] Yakni tetap terus beriman.

Iman yang sempurna adalah pembenaran yang pasti terhadap apa yang diperintahkan Allah untuk diimani, dimana hal ini menghendaki untuk beramal saleh, dan di antara amal saleh yang paling besar adalah jihad fii sabilillah.

[31] Yakni kamu korbankan jiwa ragamu dan hartamu untuk melawan musuh-musuh Islam dan bertujuan menegakan agama Allah dan meninggikan kalimat-Nya serta mengorbankan sedikit hartamu untuk itu, karena hal itu meskipun tidak enak bagi jiwa dan berat melakukannya, tetapi lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui, karena di sana terdapat kebaikan di dunia dan di akhirat. Kebaikan di dunia adalah dengan mendapatkan kemenangan terhadap musuh, kemuliaan, rezeki, kelapangan dada dsb. Sedangkan di akhirat dengan memperoleh pahala Allah, selamat dari siksa-Nya dan lain sebagainya yang telah diterangkan dalam ayat selanjutnya.

  1. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu[32] dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai[33], dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn[34]. Itulah kemenangan yang agung.

[32] Baik dosa-dosa kecil maupun dosa-dosa besar.

[33] Yakni di bawah tempat tinggal, istana dan pohon-pohon mengalir sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak beubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh segala macam buah-buahan di dalamnya.

[34] Yang menghimpun semua yang baik berupa tempat yang tinggi, bangunan yang indah dan menarik sampai-sampai penghuni surga yang berada di tempat yang tinggi dilihat oleh penghuni surga yang lain seperti dilihatnya bintang yang gemerlap di ufuk timur atau di ufuk barat, bahkan bangunan surga sebagiannya dari bata emas dan sebagian lagi dari bata perak, kemahnya dari mutiara dan marjan, sebagian tempat dari zamrud dan permata yang berwarna indah. Saking beningnya; bagian luar dapat terlihat dari dalam dan bagian dalam dapat terlihat dari luar. Kebaikan dan keindahan di dalamnya tidak dapat disifatkan oleh orang-orang yang menyifatkan, tidak pernah terlintas di hati manusia, dan mereka tidak mengkin mengetahui sampai mereka melihatnya, dan mereka bersenang-senang dengan indahnya serta merasa sejuk mata mereka karenanya. Surga dinamakan ‘Adn karena penduduknya kekal di sana, tidak akan keluar darinya selama-lamanya.

  1. [35]Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya)[36]. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin[37].

[35] Adapun balasan di dunia terhadap perdagangan ini sebagaimana dalam ayat tersebut adalah pertolongan dari Allah terhadap musuh sehingga diperoleh kemuliaan dan kegembiraan, serta kemenangan yang dekat (waktunya).

[36] Dari kemenangan itu wilayah Islam menjadi meluas dan kaum muslimin mendapatkan rezeki yang banyak. Ini merupakan balasan bagi kaum mukmin yang berjihad, adapun kaum mukmin yang tidak berjihad karena sudah diwakili oleh yang lain, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala tidak membuat mereka berputus asa karena karunia dan ihsan-Nya, bahkan Dia berfirman, “Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin.”

[37] Yakni dengan pahala yang segera atau ditunda, masing-masing disesuaikan dengan keimanannya meskipun mereka tidak mencapai derajat para mujahid fii sabilillah sebagaimana dalam hadits berikut:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ :  مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَأَقَامَ الصَّلاَةَ ، وَصَامَ رَمَضَانَ ، كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ هَاجَرَ ، فِى سَبِيلِ اللَّهِ ، أَوْ جَلَسَ فِى أَرْضِهِ الَّتِى وُلِدَ فِيهَا  . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَبِّئُ النَّاسَ بِذَلِكَ . قَالَ : إِنَّ فِى الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِى سَبِيلِهِ ، كُلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ ، فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ ، وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

Dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ, Beliau bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat dan berpuasa di bulan Ramadhan, maka Allah berhak memasukkannya ke surga, baik ia berhijrah di jalan Allah atau duduk di negeri tempat ia dilahirkan.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami memberitahukan hal itu kepada manusia.” Beliau menjawab, “Sesungguhnya di surga ada seratus derajat yang Allah siapkah bagi mujahid fi sabiilillah, di mana masing-masing derajat sebagaimana jarak antara langit dan bumi. Jika kamu meminta (surga) kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus, karena ia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi, di atasnya ada singgasana Ar Rahman dan dari sana mengalir sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari)

.

Tafsir Jalalain

  1. (Hai orang-orang yang beriman, sukakah kalian Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kalian) dapat dibaca tunjiikum dan tunajjiikum, yakni tanpa memakai tasydid dan dengan memakainya (dari azab yang pedih) yang menyakitkan; mereka seolah-olah menjawab, mengiyakan. Lalu Allah melanjutkan firman-Nya:
  2. (Yaitu kalian beriman) artinya kalian tetap beriman (kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian. Itulah yang lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui) bahwasanya hal ini lebih baik bagi kalian, maka kerjakanlah.
  3. (Niscaya Allah akan mengampuni) menjadi jawab dari syarat yang diperkirakan keberadaannya; lengkapnya, jika kalian mengerjakannya, niscaya Dia akan mengampuni (dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan memasukkan kalian ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn) sebagai tempat menetap. (Itulah keberuntungan yang besar).
  4. (Dan) Dia memberikan kepada kalian nikmat (yang lain yang kalian sukai, yaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat waktunya. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman) yaitu berita tentang mendapat pertolongan dan kemenangan.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan hadis Abdullah ibnu Salam bahwa para sahabat berkeinginan untuk menanyakan kepada Rasulullah ﷺ tentang amal perbuatan yang paling disukai oleh Allah Swt. untuk mereka kerjakan. Maka Allah menurunkan surat ini, yang antara lain ialah firman Allah Swt.:

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Ash-Shaff: 10)

Kemudian perniagaan yang besar lagi tidak akan mengalami kerugian dan dapat menghantarkan untuk meraih tujuan dan melenyapkan semua halangan ditafsirkan oleh firman Allah Swt. berikutnya:

(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. (Ash-Shaff: 11)

Yakni lebih baik bagimu daripada perniagaan dunia, bersusah payah untuknya dan menyibukkan diri hanya dengan perniagaan dunia semata. Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:

Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu. (Ash-Shaff: 12)

Jika kamu mengerjakan apa yang Kuperintahkan kepadamu dan apa yang telah Kutunjukkan kepadamu, niscaya Aku akan mengampuni semua kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang penuh dengan tempat-tempat tinggal yang baik-baik serta derajat-derajat yang tinggi. Untuk itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

Dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (Ash-Shaff: 12)

Selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya:

Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai. (Ash-Shaff: 13)

Maksudnya, dan Aku tambahkan kepada kalian selain dari itu hal yang kamu sukai, yaitu:

Pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). (Ash-Shaff: 13)

Yaitu apabila kamu berperang di jalan Allah dan menolong agama-Nya, maka Allah akan menjamin menolongmu dan menjadikanmu menang. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad: 7)

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Al-Hajj: 40)

Adapun firman Allah Swt.:

Dan kemenangan yang dekat. (Ash-Shaff: 13)

Yakni dekat waktunya dan segera kejadiannya. Tambahan ini merupakan kebaikan dunia yang disambung dengan nikmat di hari akhirat bagi orang-orang yang taat kepada Allah, Rasul-Nya, serta menolong Allah dan agama-Nya. Karena itulah maka disebutkan dalam firman selanjutnya:

Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. (Ash-Shaff: 13)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

 ««««« juz 27 «««   ««« juz 28 «««  ««« juz 29 «««««