Kejernihan Wajah dan Kegembiraaan Hati

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al Insan Ayat 10-11

0
772

Kajian Tafsir:  Surah Al Insan Ayat 10-11. Balasan Allah kepada orang-orang yang berbuat kebajikan, sebab mereka mendapat balasan tersebut. Dan Allah Ta’ala memberikan kepada mereka kejernihan wajah dan kegembiraaan hati.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوْماً عَبُوساً قَمْطَرِيراً -١٠- فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُوراً -١١

Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraaan hati. (Q.S. Al-Insan : 10-11)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Innā nakhāfu mir rabbinā (sesungguhnya kami takut kepada Rabb kami), yakni takut kepada Azab Rabb kami.

Yauman ‘abūsan (pada suatu hari yang orang-orang bermuka masam), yakni bermuram durja.

Qamtharīrā (penuh kesulitan) yang teramat berat, yakni berat dengan azab dan kengerian pada hari itu. Menurut yang lain, dengan muka berkerut.

Fa waqāhumullāhu (maka Allah menjaga mereka), yakni Allah Ta‘ala menghindarkan mereka.

Syarra dzālikal yaumi (dari keburukan hari itu), yakni azab hari itu.

Wa laqqāhum (dan Memberi mereka), yakni mengaruniai mereka.

Nadlratan (keelokan), yakni wajah yang berseri-seri dan mempesona.

Wa surūrā (dan kegembiraan), yakni perasaan suka cita di dalam hati.


Di sini Link untuk Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-29


Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.”
  2. Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka keceriaan[23] dan kegembiraan[24].

[23] Di muka-muka mereka.

[24] Di hati-hati mereka. Dengan demikian, mereka menggabung antara kenikmatan luar dengan kenikmatan dalam.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya kami takut kepada Rabb kami akan suatu hari yang penuh dengan kemasaman) yaitu muka-muka pada saat itu bermuram durja dan tidak enak dipandang karena kepahitannya (lagi penuh dengan kesulitan) yakni hari itu penuh dengan penderitaan yang sangat parah.
  2. (Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka) atau menghadiahkan kepada mereka (kejernihan) yaitu keindahan dan kecemerlangan pada wajah-wajah mereka (dan kegembiraan hati.)

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. (Al-Insan: 10)

Yakni sesungguhnya kami lakukan demikian itu tiada lain hanyalah berharap semoga Allah membelaskasihani kami dan menerima kami dengan kasih sayang-Nya di hari yang sangat kelabu lagi penuh dengan kesulitan (hari kiamat).

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ‘abus artinya penuh dengan kesulitan, dan qamtarir artinya sangat panjang.

Ikrimah dan lain-lainnya telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. (Al-Insan: 10) Orang kafir bermuka masam di hari itu hingga mengalir dari kedua matanya keringat seperti aspal hitam yang encer.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, ” ‘Ablisan,” artinya mengernyitkan kedua bibirnya. Dan qamtarir artinya mengernyitkan mukanya dan tampak layu. Sa’id ibnu Jubair dan Qatadah mengatakan bahwa muka orang-orang bermuram durja karena kengerian dan ketakutan yang melandanya. Qamtarir artinya mengernyitkan dahi dan keningnya karena ketakutan yang sangat.

Ibnu Zaid mengatakan bahwa al-‘abus artinya keburukan, dan al-qamtarir artinya kesengsaraan. Dan ungkapan yang paling jelas, paling indah, paling tinggi, lagi paling fasih adalah pendapat Ibnu Abbas r.a. yang diungkapkan oleh Ibnu Jarir, bahwa qamtarir artinya kesengsaraan. Dikatakan hari yang menyengsarakan, maksudnya hari yang paling keras, paling panjang musibah dan kesengsaraannya. Termasuk ke dalam pengertian ini ucapan seorang penyair:

بَنِي عَمِّنَا هَلْ تَذْكُرُونَ بَلَاءَنَا؟ … عَلَيْكُمْ إِذَا مَا كَانَ يَوْمُ قُمَاطِرَ

Hai anak-anak paman kami, apakah kalian teringat petaka yang telah kami timpakan kepadamu, di hari-hari yang panjang kesengsaraannya?

Firman Allah Swt.:

Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati, (Al-Insan: 11)

Hal ini merupakan lawan kata dari ayat yang sebelumnya.

Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu. (Al-Insan: 11)

Yakni mengamankan mereka dari semua yang mereka takuti.

dan memberikan kepada mereka kejernihan. (Al-Insan: 11)

Kejernihan pada wajah mereka.

dan kegembiraan hati. (Al-Insan: 11)

Yaitu hati mereka dijadikan gembira, menurut Al-Hasan Al-Basri, Qatadah, Abul Aliyah, Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui Firman-Nya:

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ ضاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ

Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa, dan gembira ria. (Abasa: 38-39)

Demikian itu karena apabila hati gembira, maka wajah menjadi cerah ceria.

Ka’b ibnu Malik dalam hadisnya yang panjang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ apabila sedang senang, wajah beliau bersinar seakan-akan seperti sinar rembulan. Siti Aisyah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ masuk menemuinya dalam keadaan senang yang terlihat dari sinar wajahnya yang cerah.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaGambaran Kenikmatan yang Diperoleh
Berita berikutnyaSebab yang Berbuat Kebajikan Mendapat Balasan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here