Lalai dari Akhirat dan Cinta kepada Dunia

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Insan Ayat 27-28

0
848

Kajian Tafsir:  Surah Al-Insan Ayat 27-28: Lalainya orang-orang kafir dari akhirat, cintanya mereka kepada dunia dan lemahnya mereka di hadapan kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta’aala.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّ هَؤُلَاء يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءهُمْ يَوْماً ثَقِيلاً -٢٧- نَحْنُ خَلَقْنَاهُمْ وَشَدَدْنَا أَسْرَهُمْ وَإِذَا شِئْنَا بَدَّلْنَا أَمْثَالَهُمْ تَبْدِيلاً -٢٨

Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat). Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. (Q.S. Al-Insan : 27-28)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Innā hā-ulā-i (sesungguhnya mereka), yakni penduduk Mekah.

Yuhibbūnal ‘ājilata (mencintai kehidupan dunia), yakni beramal karena dunia.

Wa yadzarūna warā-ahum (dan tidak mempedulikan kesudahan mereka), yakni mengabaikan amal untuk masa depan mereka.

Yaumaη tsaqīlā (pada hari yang berat), yakni yang kengerian dan azabnya sangat dahsyat.

Nahnu khalaqnāhum (Kami telah Menciptakan mereka), yakni telah menciptakan penduduk Mekah.

Wa syadadnā asrahum (dan mengokohkan anggota badan mereka), yakni menguatkan bentuk tubuh mereka.

Wa idzā syi’nā baddalnā amtsālahum tabdīlā (dan bila Kami Menghendaki, Kami sungguh-sungguh dapat Mengganti [mereka] dengan orang-orang yang serupa dengan mereka), yakni Kami dapat membinasakan mereka sebinasa-binasanya. Maksudnya, kalau Kami mau, Kami dapat membinasakan orang-orang kafir yang durhaka itu, seraya mengganti mereka dengan kaum yang lebih baik dan lebih taat ketimbang mereka.


Di sini Link untuk Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-29


Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu[8] mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan hari yang berat (hari akhirat) di belakangnya[9].

[8] Meskipun engkau telah membacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, mendorong dan menakut-nakuti, namun ayat-ayat itu tetap saja tidak bermanfaat bagi mereka, karena mereka lebih mengutamakan dunia dan merasa tenteram dengannya serta tidak mau beramal untuk menghadapi hari yang sangat berat, yaitu hari Kiamat seakan-akan mereka tidak diciptakan kecuali untuk dunia dan tinggal di sana.

[9] Dengan tidak beramal untuk menghadapinya.

  1. [10]Kami telah menciptakan mereka[11] dan menguatkan persendian tubuh mereka[12]. Tetapi jika Kami menghendaki, Kami dapat mengganti dengan yang serupa mereka[13].

[10] Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala berdalih dengan dalil ‘aqli (akal) yang menunjukkan bahwa mereka sangat mungkin sekali dibangkitkan.

[11] Dari yang sebelumnya tidak ada.

[12] Oleh karena Allah Subhaanahu wa Ta’aala mampu berbuat demikian, maka Dia mampu pula menghidupkan mereka setelah mereka mati. Demikian pula Dia yang merubah kejadian mereka dari kejadian yang satu kepada kejadian selanjutnya sehingga tidak layak bagi-Nya membiarkan mereka begitu saja; tidak diperintah dan tidak dilarang serta tidak diberikan balasan.

[13] Maksudnya mengganti mereka dengan kaum yang lain. Bisa juga maksudnya mengadakan mereka kembali setelah mereka mati.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya mereka menyukai kehidupan dunia) (dan mereka tidak mempedulikan hari yang berat) yaitu hari yang penuh dengan penderitaan, yakni hari kiamat. Maksudnya, mereka tidak beramal untuk menyambut kedatangannya.
  2. (Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan) menjadikan kuat (persendian tubuh mereka) yakni semua anggota tubuh mereka dan sendi-sendinya (apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti) Kami menjadikan (orangorang yang serupa dengan mereka) dalam bentuknya sebagai pengganti mereka, seumpamanya Kami membinasakan mereka terlebih dahulu (dengan sebenar-benarnya) lafal ayat ini berfungsi mengukuhkan makna yang terdapat dalam lafal Baddalnaa. lafal Idzaa berkedudukan sama dengan lafal In seperti contoh lain, yaitu: In Yasya’ Yudzhibkum, artinya; Seandainya Allah menghendaki niscaya Dia membinasakan kalian. Demikian itu karena pengertian yang terkandung di dalam lafal Idzaa hanya khusus dipakai untuk sesuatu yang pasti akan terjadi, sedangkan di sini Allah swt. tidak menghendaki hal tersebut.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Kemudian Allah Swt. berfirman, mengingkari orang-orang kafir dan orang-orang lainnya yang serupa dengan mereka dalam menyukai keduniaan dan mengejarnya serta meninggalkan bekal di hari akhirat di belakang mereka tanpa mempedulikannya:

Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat). (Al-Insan: 27)

Maksudnya, hari kiamat.

Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka. (Al-Insan; 28)

Ibnu Abbas dan Mujahid serta yang lainnya mengatakan bahwa Kami telah menguatkan tubuh mereka.

apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. (Al-Insan: 28)

Yakni apabila Kami menghendaki, Kami bangkitkan mereka di hari kiamat dan Kami ganti mereka dengan mengembalikan mereka dalam ciptaan yang baru. Ini merupakan dalil yang menunjukkan adanya hari berbangkit. melalui penyebutan penciptaan yang pertama.

Ibnu Zaid dan Ibnu Jarir mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. (Al-Insan: 28)

Yaitu apabila Kami menghendaki, bisa saja Kami mengganti mereka dengan kaum yang lain selain mereka, yang hal ini berarti semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِآخَرِينَ وَكانَ اللَّهُ عَلى ذلِكَ قَدِيراً

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Mahakuasa berbuat demikian. (An-Nisa: 133)

Dan firman Allah Swt.:

إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ وَما ذلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ

Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru, dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah. (Ibrahim: 19-20)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaMenelaah Kebahasaan pada Pantun
Berita berikutnyaPenurunan Al-Qur’an dengan Berangsur-angsur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here