Ungkapan sebagai Unsur Kebahasaan Buku Fiksi

0
12105

Salam buat ananda generasi gemilang dan sahabat yang baik. Semoga Anda sukses selalu, dilimpahkan rezeki dan semoga pula salam saya melalui postingan ini, dapat membantu kita dalam  memahami ungkapan sebagai unsur kebahasaan buku fiksi dan menjadi bahan agar kita memiliki kompetensi berbahasa Indonesia untuk berbagai keperluan dalam kegiatan sosial yang sesungguhnya.

Materi ini merupakan pengembangan Materi Pembelajaran yang dirumuskan dalam RPP Bahasa Indonesia Kelas 8 Bab 9 : Mengembangkan Kegemaran Membaca.

Dan setelah mempelajari materi ini, diharapkan mampu menemukan unsur kebahasaan dan menelaah unsur-unsur buku nonfiksi.

.

Ungkapan sebagai Unsur Kebahasaan dalam Buku Fiksi

Membaca   buku   tidak   sekadar   memperoleh   sejumlah   informasi   dan   memperluas  wawasan.  Membaca  buku  fiksi  khususnya,  dapat  menemukan  hal  lain yang tidak kalah menarik. Misalnya tentang diksi ataupun ragam bahasanya.

Perhatikan cuplikan berikut!

Maka, tergambarlah pula di muka Hanafi ke masa yang sudah-sudah. Zaman hubungan  cintanya yang berhingga-hingga. Hidup bermanis-manis pun berlama-lama ia kenangnya.  Tahulah Hanafi sekarang: Rafiah, intan yang belum digosok.

Sayang, ia tidak pandai menggosoknya hingga barang itu dibanting-banting, seolah tak berharga. Sementara Corrie, berlian yang sudah digosok, harganya tidak ternilai-nilai,  tapi  suami  yang  celaka tak  pandai  memakainya,  dan  enyahlah  harta  itu  dari  rangkulannya. Hanafi menyesali dirinya tidak berhingga-hingga. Maka ditutupnyalah mukanya  dengan  kedua  belang  tahannya,  lalu  menangis  mengusak-ngisak  sambil  berseru  dalam  hatinya,  ”Oh,  Corrie,  Corrie  istriku! Di  manakah  engkau  sekarang.

Lihatlah  suamimu  menyadari  untung, lekaslah  kembali, supaya kita menyambung  hidup kembali seperti dulu.” (Novel Salah Asuhan Balai Pustaka, 2010, Abdul Muis).

Perhatikan kata-kata menyambung hidup dalam cuplikan cerita tersebut. Cobalah selidiki  kekhasannya.  Bandingkanlah  dengan  kelompok-kelompok  kata  yang  lain. Misalnya, dengan menyambungkan tali, hidup sederhana, hidup susah. Dari cara itu, akan lebih tampak kekhasan kata-kata tersebut.

Kelompok  kata  yang  memiliki  kekhasan  seperti  itu  disebut  sebagai  ungkapan.

Apa yang dimaksud dengan ungkapan itu?

Ungkapan adalah kata atau kelompok kata yang bersusunan tetap dan mengandung makna  kiasan.

Berilah beberapa contoh  ungkapan lainnya !

Contoh ungkapan:

lapang dada

berat hati

ringan tangan

Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan-ungkapan berikut!

  1. berat hati
  2. berat sebelah
  3. besar kepala
  4. besar mulut
  5. tangan kanan
  6. kaki tangan
  7. panjang tangan
  8. mata-mata
  9. mata keranjang
  10. mata hati

Contoh kalimat dengan menggunakan ungkapan

  1. Walau dengan berat hati, ibunya melepaskan juga kepergian anaknya untuk merantau.
  2. Wasit itu memimpin pertandingan terkesan berat sbelah.
  3. Sifat besar kepala adalah wataknya makhluk terkutuk.
  4. Dasar orangnya besar mulut, kedua anak polos itu terperangkap ke dalam jebakannya.
  5. Pak Yodin merupakan tangan kanannya Pak Ismat.
  6. Sebagai kaki tangan Pak Ismat, Pak Yodin harus patuh terhadap perintahnya.
  7. Jadi orang, janganlah panjang tangan!
  8. Ia pernah menjadi mata-mata yang menjajah negaranya.
  9. Dasar mata keranjang, pikirannya selalu jorok.
  10. Sebelum mengambil keputusan, gunakanlah mata hati agar tidak menyesal.

Makna ungkapan tersebut adalah:

  1. berat hati untuk mengungkapkan tidak tega, tidak ikhlas
  2. berat sebelah bermakna memihak salah satu, tidak adil
  3. besar kepala untuk mengungkapkan sombong/bangga/pongah
  4. besar mulut maknanya bohong, suka membual
  5. tangan kanan maknanya orang kepercayaan
  6. kaki tangan maknanya orang suruhan, anak buah
  7. panjang tangan untuk mengungkapkan suka mencuri
  8. mata-mata maknanya kaki tangan musuh
  9. mata keranjang untuk mengungkapkan pelaku pikiran kotor
  10. mata hati untuk mengungkapkan hati nurani

Secara  berkelompok,  carilah  contoh  ungkapan  lain  dalam  sebuah  buku  fiksi  (novel). Jelaskan makna dari ungkapan-ungkapan tersebut!

Contoh Ungkapan

 

Petikan Kalimat & Judul Novel, Halaman

Arti

 

Dalam  buku  fiksi,  ungkapan  mudah  untuk  dijumpai.  Di  samping  itu,  dapat  pula  kita  menemukan  unsur  menarik  lainnya  dari  suatu  fiksi,  seperti  tema  yang  khas, penggambaran latar yang menakjubkan, karakter tokoh-tokoh yang memesona, dan amanat yang menyentuh relung hati.

Yang merupakan unsur-unsur fiksi adalah:

Tema

Tokoh

Alur

Latar

Amanat

Gaya bahasa

Demikian, semoga ada manfaatnya.

Salam literasi.

BACA JUGA : Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 1

Sumber:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VIII Edisi Revisi 2017. 

Berita sebelumyaRPP B. Indonesia Kelas 8 K13 Revisi 2017 (9.C.3)
Berita berikutnyaRPP B. Indonesia Kelas 8 K13 Revisi 2017 (9.C.2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here