Keutamaan Shalat Tarawih dan Doa Setelahnya

0
678

Keutamaan Shalat Tarawih

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa yang shalat malam pada Ramadhan karena iman dan  ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosa yang lalu. (HR. Bukhari)

Dari Abu Dzar, Nabi Muhammad ﷺ pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.  (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, Rasulullah ﷺ bersabda,

  1. Malam pertama: Siapa yang shalat tarawih pada malam pertama, maka akan dihapus dosa seorang mu’min seperti ketika ia dilahirkan.
  2. Malam kedua : Shalat tarawih pada malam kedua diampuni dosa dirinya dan kedua orang tuanya, jika keduanya mu’min.
  3. Malam ketiga: Malaikat berseru dari ‘Arsy, ”Telah diangkat amal dan dosanya yang telah lalu dan diampuni oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
  4. Malam keempat: Baginya mendapat pahala, seperti pahala membaca Kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an.
  5. Malam kelima: Allah Subhaanahu wa Ta’ala memberinya pahala seperti pahala shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
  6. Malam keenam: Allah Subhaanahu wa Ta’ala memberinya pahala thawaf di Baitul Makmur dan di memintakan ampunan baginya oleh setiap batu benda.
  7. Malam ketujuh: Seumpama pahala yang diperoleh nabi Musa ‘alaihis salam dan penolong dari kejahatan Fir’aun dan Hamman.
  8. Malam kedelapan: Allah Subhaanahu wa Ta’ala memberikannya pahala seperti pahala yang diberikan kepada Nabi Ibrohim ‘alaihis salam.
  9. Malam kesembilan: Seumpama pahala Ibadah nabi Muhammad ﷺ.
  10. Malam kesepuluh: Allah Subhaanahu wa Ta’ala memberinya Rezeki dan kebaikan di dunia dan akhirat.
  11. Malam kesebelas: Apabila ia meninggal dunia, seperti dilahirkan dari Ibunya.
  12. Malam kedua belas: Ia datang pada hari kiamat kelak dengan wajah berseri-seri seperti bulan purnama.
  13. Malam ketiga belas: Ia datang pada hari kiamat, selamat dari kejahatan (kejelekan).
  14. Malam keempat belas: Malaikat pada menyaksikan bahwa sesungguhnya orang tersebut telah shalat tarawih, maka pada hari kiamat kelak Allah Subhaanahu wa Ta’ala tidak akan menghisabnya.
  15. Malam kelima belas: Para malaikat bershalawat kepadanya dan menjaga di ‘Arsy dan kursi.
  16. Malam keenam belas: Allah Subhaanahu wa Ta’ala mencatat baginya akan dibebaskan dari api neraka dan masuk surga.
  17. Malam ketujuh belas: Diberikannya pahala seperti pahala para nabi.
  18. Malam kedelapan belas: Satu Malaikat berseru, ”Hai Hamba Allah bahwasanya Allah Subhaanahu wa Ta’ala telah meridhai kamu dan kedua orang tuamu.
  19. Malam kesembilan belas: Allah Subhaanahu wa Ta’ala akan mengangkat ke Surga Firdaus.
  20. Malam kedua puluh: Allah Subhaanahu wa Ta’ala memberikan pahala para syuhada dan orang-orang shaleh.
  21. Malam kedua puluh satu: Allah Subhaanahu wa Ta’ala membuatkan baginya sebuah istana di surga dari cahaya.
  22. Malam kedua puluh dua: Pada hari kiamat nanti, selamat dari kesulitan dan kesusahan.
  23. Malam kedua puluh tiga: Allah Subhaanahu wa Ta’ala membangunkan baginya sebuah kota di surga.
  24. Malam kedua puluh empat: Permintaanya dikabulkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
  25. Malam kedua puluh lima: Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengangkatnya dari siksaan kubur.
  26. Malam kedua puluh enam: Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengangkat baginya pahala empat puluh tahun.
  27. Malam kedua puluh tujuh: Ia akan melewati jembatan shiratul mustaqim pada hari kiamat kelak seperti kilat menyambar.
  28. Malam kedua puluh delapan: Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengangkat baginya seribu derajat di surga.
  29. Malam kedua puluh sembilan: Allah Subhaanahu wa Ta’ala memberikan pahala seribu haji yang makbul.
  30. Malam ketiga puluh: Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “Hai hambaku, makanlah buah-buahan di dalam surga dan mandilah engkau dengan air salsabil dan minumlah dari telaga kautsar, Aku Tuhanmu dan engkau hamba-Ku.

(Dikutip dari kitab Durratun Nasihin)

Doa Setelah Shalat Tarawih

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ : اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ , اَللَّهُمَ اجْعَلْنَا بِاْلاِيْمَانِ كَمِلِيْنَ , وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْن . وَللِصَّلاَةِحَافِظِيْنَ , وَللِزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ , وَلِمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ , وَلِعَفْوِكَ رَاجِيِّنَ , وَبِاْلهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ , وَعَنِ اللَّغْوِمُعْرِضِيْنَ , وَفىِ الدُّنْيَازَاهِدِيْنَ , وَفىِ اْلاخِرَةِرَاغِبِيْنَ , وَبِالْقَضَاءِرَضِيْنَ , وَبِالنَّعْمَاءِشَاكِرِيْنَ , وَعَلىَ اْلبَلاَءِصَابِرِيْنَ , وَتَحْتَ لِوَءِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍصَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ , وَاِلىَ اْلحَوْضِ وَارِدِيْنَ , وَاِلىَ اْلجَنَّةِدَلخِلِيْنَ , وَمِنَ النَّارِنَاجِيْنَ , وَعَلَ سَرِيْرِاْلكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ , وَمِنْ حُوْرِاْلِعَيْنِ مُتَزَوِّجِيْنَ , وَمِنْ سُنْدُ سٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَّدِيْبَاحٍ مُتَلَبِّسِيْنَ , وَمِنْ طَعَامِ اَلجَنَّةِ آ كِلِيْنَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًى شَارِبِيْنَ , بِاَكْواَبٍ وِّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْن , مَحَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِْدِّ يْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّلِحِيْنَ , وَحَسُنَ اُولَئِكَ رَفِيْقًا , ذَلِكَ اْلَفَضْلُ مِنَ الله وَكَفىَ بِاللهِ عَلِيْم َ وَاْلحَمْدُ لله رَبِّالْعَالَمِيْن

Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang imannya sempurna, dapat menunaikan segala fardlu, menjaga shalat. Menunaikan zakat, menuntut/ mencari segala kebaikan di sisi-Mu, mengharap ampunan-Mu senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjuk-Mu, terlepas/ terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan di akhirat dan tabah menerima cobaan, mensyukuri segala nikmat-Mu dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawah naungan panji-panji junjungan kita Nabi Muhammad dan melalui talaga yang sejuk, masuk di dalam surga, terhindar dari api neraka dan duduk di Tahta Kehormatan, didampingi oleh bidadari surga, dan mengenakan baju-baju kebesaran dari sutra berwarna-warni, menikmati santapan surga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas-gelas dan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka dari golongan para Nabi, shiddiqin dan orang-orang yang syahid serta orang-orang shahih. Dan baik sekali mereka menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala, dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.


BACA JUGA: Hal-hal Tentang Ibadah Puasa


رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here