Menghidari Kelalaian di Bulan Sya’ban

0
845

“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.” (Q.S. Maryam : 39)

Hari penyesalan yaitu hari kiamat, hari yang disaksikan oleh penghuni langit dan bumi, disaksikan oleh Al Khaliq dan makhluk, penuh dengan peristiwa yang menegangkan, dan di sana terdapat pembalasan terhadap amal.

Pada hari itu banyak orang yang menyesal karena tidak berbuat baik di dunia. Tidak ada penyesalan yang lebih besar pada hari itu, kecuali  tidak mendapatkan keridhaan Allah dan surga-Nya, bahkan malah mendapatkan neraka. Dan lagi di sana tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri. segala perkara telah diputus, tidak ada lagi kesempatan utuk beramal. yang ada hanyalah pembalasan terhadap amal. “Ya Tuhan Kami, Kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah Kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” (Q.S. As Sajdah: 12).

Pada hari kiamat pendengaran begitu tajam dan penglihatan begitu terang. Wahai diri, beramallah sebelum tiba hari itu. Jangan terlalu terlena di dunia. Dunia beserta isinya akan ditinggalkan oleh diri, lalu akan dikembalikan kepada-Nya untuk diberikan balasan. Jangan terlalu ridha dengan kesesatan dan keburukan amal serta tidak mau berusaha mengetahui yang hak. Andai dapat berbuat baik, maka pujilah Allah.

Kini telah memasuki bulan Sya’ban, bulan yang terletak di antara Rajab dan Ramadhan. Rasulullah  ﷺ telah memperingatkan dalam sabdanya,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ

(Sya’ban) ini adalah bulan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu (terletak) antara bulan Rajab dan Ramadhan.  (HR. An-Nasa’i; hasan).

Bulan Sya’ban bukan bulan pelampiasan, bukan bulan aji mumpung. Mumpung belum Ramadhan. Bulan Sya’ban bukan bulan memuaskan diri. Sya’ban adalah bulan yang istimewa. Pada bulan ini amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam. Sebagaimana kelanjutan hadits di atas, Rasulullah ﷺ bersabda,

وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ

Di bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam. (HR. An-Nasa’i; hasan)

Keimanan dan petunjuk Allah sedemikian jelas. Sekali lalai menjangkiti, dipastikan akan merugi baik ketika di dunia ini maupun di akhirat nanti. Sebab lalai merupakan sebuah penyakit yang sangat berbahaya, bencana paling buruk yang menggerogoti jiwa, sifat terburuk yang penuh dengan ancaman.

Kelalaian mengakibatkan hati mengeras. Andai sudah mengeras, nasehat menjadi suatu hal yang dibenci, tidak bisa lagi mengambil pelajaran, tidak mau memperhatikan serta berpikir, dibutakan dari melihat kebenaran, tuli untuk mendengar kebenaran sampai seseorang tenggelam di dalam hawa nafsunya hingga tidak mampu lagi keluar kecuali orang yang mendapat rahmat-Nya.

Berikut ayat-ayat yang menjelaskan lalai, lengah atau ghoflah.

وَإِنَّ كَثِيراً مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (Q.S. Yunus : 92)

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ

Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah. (Q.S. Al-Mujadilah : 19)

يَعْلَمُونَ ظاهِراً مِنَ الْحَياةِ الدُّنْيا وَ هُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غافِلُونَ

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia ini; sedang mereka lalai tentang (kehidupan) akhirat. (Q.S. Al-Rum : 7)

إِنَّ الَّذينَ لا يَرْجُونَ لِقاءَنا وَ رَضُوا بِالْحَياةِ الدُّنْيا وَ اطْمَأَنُّوا بِها وَ الَّذينَ هُمْ عَنْ آياتِنا غافِلُون

Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. (Q.S. Yunus : 7)

 وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (Q.S. Al-Kahf : 28)

وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ

Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), Maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (mereka berkata): “Aduhai, celakalah Kami, Sesungguhnya Kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan Kami adalah orang-orang yang zalim. (Q.S. al-Anbiyaa : 97)

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ.  وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْ ۖ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ

Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun. Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu). (QS al-Anfal : 22-23)

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS al-A’raf :179)

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

Dan sebutlah Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Q.S. Al A’raaf : 205)


BACA JUGA: Hal-hal Tentang Ibadah Puasa


Demikianlah. Segala puji bagi Allah. Dia Maha Kuasa terhadap segala sesuatu yang Dia kehendaki. Semoga Allah menganugerahi kepada saya dan Anda dengan melihat wajah-Nya yang mulia.  Juga saya memohon ampunan kepada-Nya dari kelalaian dan kedha’ifan saya. Sungguh Allah yang memiliki asmaaul husna.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here