Uji Materi: Mengidentifikasi Unsur Cerita Fantasi

0
3906

Anak-anakku, gurumu pasti sudah memandumu untuk membaca contoh cerita fantasi. Jika gurumu menggunakan teks dalam buku Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII, Edisi Revisi 2016, maka di sana ada contoh cerita fantasi yang ditulis oleh Ugi Agustono. Cerita tersebut diberi judul Kekuatan Ekor Biru Nataga.

Dalam postingan ini, cerita tersebut sengaja dipotong-potong demi kepentingan sebuah soal yang mudah-mudahan dapat membantu kita dalam rangka implementasi program evaluasi tentang mengidentifikasi unsur cerita fantasi yang di antaranya tentang penokohan dan latar. Soal-soal tersebut misalnya:

Pilihlah pada jawaban yang paling tepat!

Klik submit untuk mengetahui jumlah jawaban yang dijawab dengan benar!

Welcome to your Ekor Biru Nataga

Bacalah bagian cerita fantasi bagian novel Indonesia berikut!


Seluruh pasukan Nataga sudah siap hari itu. Nataga membagi tugas kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan. Seluruh binatang di Tana Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati, mempertahankan milik mereka. Hari itu, sejarah besar Tana modo akan terukir di hati seluruh binatang. Mereka akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membela tanah air tercinta.


Yang membagi tugas kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan pada kutipan cerita tersebut adalah ….

Yang dimaksud mereka pada kalimat, “Seluruh binatang di Tana Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati, mempertahankan milik mereka.” dalam kutipan cerita tersebut adalah ….

Hal yang patut diteladani dari tokoh seluruh binatang di Tana Modo pada teks tersebut adalah dalam hal ….

Bacalah teks berikut!


Saat yang ditunggu pun tiba. Mulai terlihat bayangan serigala-serigala yang hendak keluar dari kabut. Jumlah pasukan cukup banyak. Nataga dan seluruh panglima memberi isyarat untuk tidak panik.


Pasukan siluman serigala mulai menginjak Pulau Tana Modo, susul-menyusul bagai air. Tubuh mereka besar-besar dengan sorot mata tajam. Raut wajah mereka penuh dengan angkara murka dan kesombongan, disertai lolongan panjang saling bersahutan di bawah air hujan. Mereka tidak menyadari bahaya yang sudah mengepung. Semua binatang tetap tenang menunggu aba-aba dari Nataga.


“Serbuuuu …!” teriak Nataga sambung-menyambung dengan seluruh panglima.


Latar waktu pada kutipan cerita tersebut adalah ….

Latar tempat pada kutipan cerita tersebut adalah ….

Latar suasana pada kutipan cerita tersebut adalah ….

Bacalah kutipan cerita berikut!


Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala dengan lemparan bola api. Pasukan serigala sempat kaget, tak percaya. Cukup banyak korban yang jatuh di pihak serigala karena lemparan bola api. Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya pada posisi siap menyerang. Mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika banyak bola api yang padam sebelum mengenai tubuh mereka. Bahkan dengan kekuatan mereka, mereka meniup bola api yang terbang menuju arah mereka.


“Hai ....! Tak ada gunanya kalian melempar bola api kepada kami!” Seru serigala dengan sorot mata merah penuh amarah.


Makna ungkapan anak buah pada kalimat, “Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya pada posisi siap menyerang” adalah ….

Watak serigala pada kutipan cerita tersebut adalah ….

Bacalah kutipan cerita berikut!


Binatang-binatang tidak putus asa. Namun, pasukan serigala dalam jumlah dua kali lipat bahkan lebih dari pasukan binatang, mulai bergerak maju, seolah hendak menelan binatang-binatang yang mengepung. Binatang-binatang yang pantang menyerah juga tidak takut dengan gertakan para serigala.


“Gunakan kekuatan ekormu, Nataga!” bisik Dewi Kabut di telinga Nataga.


Nataga sempat bingung dengan kata-kata Dewi Kabut. Karena banyak bola api yang padam, Nataga segera memberi aba-aba berhenti melempar dan mundur kepada seluruh pasukan.


Yang membisikkan agar Nataga menggunakan kekuatan ekornya adalah ….

Bacalah kutipan cerita berikut!


Tiba-tiba, Nataga, pemimpin perang seluruh binatang di Tana Modo, segera melesat menyeret ekor birunya. Mendadak, ekor Nataga mengeluarkan api besar. Nataga mengibaskan api pada ekornya yang keras, membentuk lingkaran sesuai tanda yang dibuat oleh semut, rayap, dan para tikus. Lalu, ia melompat bagai kilat dan mengepung serigala dalam api panas. Kepungan api semakin luas. Serigala-serigala tak berdaya menghadapi kekuatan si ekor biru. Teriakan panik dan kesakitan terdengar dari serigala-serigala yang terbakar. Nataga tidak memberi ampun kepada para serigala licik itu.


Selesai pertempuran Nataga segera menuju ke atas bukit, bergabung dengan seluruh panglima. Levo, Goros, Lamia, Sikka, dan Mora memandang Nataga dengan haru dan tersenyum mengisyaratkan hormat dan bahagia.


Kekuatan terbesar tokoh Nataga pada kutipan teks tersebut terdapat pada ….


.

[showhide type=”post” more_text=”Kunci Jawaban: disini.” less_text=”Show less…”]

Bacalah bagian cerita fantasi bagian novel Indonesia berikut!

Seluruh pasukan Nataga sudah siap hari itu. Nataga membagi tugas kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan. Seluruh binatang di Tana Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati, mempertahankan milik mereka. Hari itu, sejarah besar Tana modo akan terukir di hati seluruh binatang. Mereka akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membela tanah air tercinta.

1. Yang membagi tugas kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan pada kutipan cerita tersebut adalah ….

Jawab:  Nataga

2.  Yang dimaksud mereka pada kalimat, “Seluruh binatang di Tana Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati, mempertahankan milik mereka.” dalam kutipan cerita tersebut adalah ….

Jawab:  seluruh binatang di Tana Modo

3.  Hal yang patut diteladani dari tokoh seluruh binatang di Tana Modo pada teks tersebut adalah dalam hal ….

Jawab:  berjuang demi membela tanah airnya

Bacalah kutipan cerita berikut!

Saat yang ditunggu pun tiba. Mulai terlihat bayangan serigala-serigala yang hendak keluar dari kabut. Jumlah pasukan cukup banyak. Nataga dan seluruh panglima memberi isyarat untuk tidak panik.

Pasukan siluman serigala mulai menginjak Pulau Tana Modo, susul-menyusul bagai air. Tubuh mereka besar-besar dengan sorot mata tajam. Raut wajah mereka penuh dengan angkara murka dan kesombongan, disertai lolongan panjang saling bersahutan di bawah air hujan. Mereka tidak menyadari bahaya yang sudah mengepung. Semua binatang tetap tenang menunggu aba-aba dari Nataga.

“Serbuuuu …!” teriak Nataga sambung-menyambung dengan seluruh panglima.

4.  Latar waktu pada kutipan cerita tersebut adalah ….

Jawab:  ketika air hujan turun

5.  Latar tempat pada kutipan cerita tersebut adalah ….

Jawab:  Pulau Tana Modo

6.  Latar suasana pada kutipan cerita tersebut adalah ….

Jawab:  mencekam

Bacalah kutipan cerita berikut!

Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala dengan lemparan bola api. Pasukan serigala sempat kaget, tak percaya. Cukup banyak korban yang jatuh di pihak serigala karena lemparan bola api. Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya pada posisi siap menyerang. Mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika banyak bola api yang padam sebelum mengenai tubuh mereka. Bahkan dengan kekuatan mereka, mereka meniup bola api yang terbang menuju arah mereka.

“Hai ….! Tak ada gunanya kalian melempar bola api kepada kami!” Seru serigala dengan sorot mata merah penuh amarah.

7.  Makna ungkapan anak buah pada kalimat, “Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya pada posisi siap menyerang” adalah ….

Jawab:  anggota kelompok yang berada di bawah seorang pemimpin

8.  Watak serigala pada kutipan cerita tersebut adalah ….

Jawab:  sombong

Bacalah kutipan cerita berikut!

Binatang-binatang tidak putus asa. Namun, pasukan serigala dalam jumlah dua kali lipat bahkan lebih dari pasukan binatang, mulai bergerak maju, seolah hendak menelan binatang-binatang yang mengepung. Binatang-binatang yang pantang menyerah juga tidak takut dengan gertakan para serigala.

“Gunakan kekuatan ekormu, Nataga!” bisik Dewi Kabut di telinga Nataga.

Nataga sempat bingung dengan kata-kata Dewi Kabut. Karena banyak bola api yang padam, Nataga segera memberi aba-aba berhenti melempar dan mundur kepada seluruh pasukan.

9.  Yang membisikkan agar Nataga menggunakan kekuatan ekornya adalah ….

Jawab:  Dewi Kabut

Bacalah kutipan cerita berikut!

Tiba-tiba, Nataga, pemimpin perang seluruh binatang di Tana Modo, segera melesat menyeret ekor birunya. Mendadak, ekor Nataga mengeluarkan api besar. Nataga mengibaskan api pada ekornya yang keras, membentuk lingkaran sesuai tanda yang dibuat oleh semut, rayap, dan para tikus. Lalu, ia melompat bagai kilat dan mengepung serigala dalam api panas. Kepungan api semakin luas. Serigala-serigala tak berdaya menghadapi kekuatan si ekor biru. Teriakan panik dan kesakitan terdengar dari serigala-serigala yang terbakar. Nataga tidak memberi ampun kepada para serigala licik itu.

Selesai pertempuran Nataga segera menuju ke atas bukit, bergabung dengan seluruh panglima. Levo, Goros, Lamia, Sikka, dan Mora memandang Nataga dengan haru dan tersenyum mengisyaratkan hormat dan bahagia.

10.  Kekuatan terbesar tokoh Nataga pada kutipan teks tersebut terdapat pada ….

Jawab:  ekor

[/showhide]

.

««««« berliterasi «««««       ««««« kebahasaan «««««

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here