Mewarisi Nilai Luhur dan Mengkreasikan Puisi Rakyat

1
20339

Anak-anakku generasi emas Indonesia…! kita patut bersyukur bahwa Tuhan telah menjadikan Bahasa Indonesia sebagai sarana merajut Indonesia. Dan Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena dianugerahi leluhur yang memiliki kearifan dan diwariskan melalui berbagai puisi rakyat. Kita juga patut terus bersyukur karena Tuhan memberikan cipta dan karsa untuk mencipta.

Puisi rakyat merupakan warisan budaya bangsa yang wajib kita pelihara. Melalui kesastraan lama kita dapat memahami nilai-nilai yang ingin diwariskan para leluhur. Sebagai bangsa yang menghargai kebudayaan, maka kita wajib melestarikan semua kebudayaan Indonesia dari manapun asalnya. Kebudayaan itu tidak ternilai harganya. Oleh sebab itu, kita sebagai pewaris kebudayaan wajib melestarikan kebudayaan tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari. Jangan sampai budaya kita dicuri oleh bangsa lain atau diakui bangsa lain.

LIHAT : LKPD Mengidentifikasi Rima dari Puisi Rakyat

Pada unit ini kita akan belajar tentang puisi rakyat yang berupa pantun, syair, dan gurindam. Pantun adalah salah satu jenis puisi lama warisan nenek moyang kita yang kaya muatan nilai moral, agama, dan budi pekerti. Melalui pantun inilah para leluhur kita mewariskan nilai-nilai luhur dengan cara yang menghibur, segar, dan indah. Pada acara-acara di televisi, kepiawaian membuat pantun masih menjadi andalan untuk melucu.

Meskipun termasuk warisan karya lama, puisi rakyat seperti pantun dan syair merupakan jenis teks yang mudah akrab di kalangan bangsa kita. Khususnya pantun, orang-orang begitu menggemari teks tersebut. Hal itu tampak pada mudahnya mereka memahami maksud dari isi teks tersebut. Oleh karena itu, sering pula mereka menirukan dan membuatnya. Demikan pula dengan syair, jenis teks yang satu ini pun mudah dijumpai dalam lagu anak-anak.

Pantun merupakan salah satu bentuk puisi rakyat yang paling akrab dengan masyarakat. Pantun dapat dimanfaatkan dalam berbagai kesempatan dan disampaikan sembarang waktu oleh siapapun, tanpa terikat oleh status sosial, agama, dan usia. Di masa dahulu hampir kehidupan sehari-hari berkomunikasi sesama manusia dilakukan dengan berpantun. Anak-anak ketika bermain, mereka menggunakan pantun.

Ketika para remaja berkumpul mereka selalu berpantun. Orang tua memberi nasihat pada anak-anaknya, mereka mengungkapkannya menggunakan pantun. Ketika menawarkan barang dagangannya, mereka pun menggunakan pantun. Hal ini menunjukan bahwa pantun merupakan hasil budaya masyarakat yang bernilai seni tinggi. Lewat pantun mereka dapat mengungkapkan perasaan gembira, sedih, kecewa, petuah, bahkan untuk menghibur hati.

Kita dapat menggunakan pantun dalam situasi dan kondisi masyarakat kita sekarang. Sebagai contoh pada acara pernikahan. Kita mungkin pernah memperhatikan ketika pihak pengantin pria menyerahkan pengantin kepada pihak wanita, pembawa acara ada yang menggunakan pantun. Meskipun bahasa pantun yang sekarang digunakan itu tidak sama persis dengan bahasa pantun waktu dulu. Akan tetapi, ciri-ciri pantun tetap harus dipenuhi.

Untuk itu, mari kita pelajari ciri-ciri tersebut melalui rangkaian unit ini. Jika merujuk pada Permendikbud No. 37 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, puisi rakyat menjadi salah satu KD yang harus dipelajari dan dikuasai. Sebagai sebuah KD, puisi rakyat harus diukur ketercapaiannya. Oleh sebab itu, KD ini tetap dikembangkan dalam pembelajaran subunit ini sebagai antisipasi dan model pengembangan pembelajaran di kelas.

LIHAT MATERI : Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Semester Genap 

Selamat berlatih! Selamat menyongsong dunia literasi dengan Bahasa Indonesia sebagai penghela pengetahuan dan pendorong kearifan!

Terima kasih.

Berita sebelumyaMengapresiasi dan Mengkreasikan Fabel
Berita berikutnyaMenelaah Teks Deskripsi “Rumah Makan Nyampleng”

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here