Mengidentifikasi Rima dari Puisi Rakyat

0
11603

Materi ini dikembangkan berdasarkan kompetensi dasar 3.9 Mengidentifikasi informasi (pesan, rima, dan pilihan kata) dari puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang dibaca dan didengar.

Sebelum peserta didik dapat menghasilkan sebuah tulisan dalam bentuk teks puisi rakyat, khususnya pantun, syair, dan gurindam, hal yang perlu dipahami adalah rima dari puisi rakyat.

Pada materi ini peserta didik diharapkan mampu membangun konteks dan pemodelan dengan cara menggali informasi terkait rima pada teks puisi rakyat tersebut. Dengan demikian aktivitas yang dikembangkan pada bagian ini adalah dapat mengidentifikasi rima dari puisi rakyat.

Bahan Bacaan

Puisi rakyat terlihat kaku karena terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah kata dalam tiap baris, jumlah baris dalam tiap bait dan juga pengulangan kata yang bisa di awal maupun di akhir sajak atau kita kenal dengan sebutan rima.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan definisi atau arti kata rima sebagai berikut:

rima /ri-ma/ adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan;

Bermacam-macam rima:

  • Rima akhir yaitu rima yang terdapat pada akhir larik sebuah sajak;
  • Rima berpeluk yaitu rima akhir pada bait berlarik genap, yang larik pertamanya berima dengan larik ketiga dan larik keduanya berima dengan larik keempat;
  • Rima dalam yaitu rima antara dua kata atau lebih dalam satu larik sajak;
  • Rima ganda yaitu rima yang terdiri atas dua suku kata, tetapi hanya suku kata pertama yang mendapat tekanan (misalnya dalam bahasa Inggris motion dan potion berima ganda);
  • Rima tengah yaitu rima antara suku kata pada posisi yang sama, yang terdapat pada dua kata dalam satu larik sajak;

berima /be-ri-ma/ artinya mengandung rima; ada rimanya.

Kata rima digunakan dalam beberapa kalimat KBBI

  1. Referensi dari KBBI prosa kalimat ke 2

Prosa berirama maksudnya karya sastra yang ditulis dalam ragam prosa, tetapi dicirikan oleh unsur-unsur puisi, seperti irama yang teratur, majas, rima, asonansi, disonansi, dan citra; prosa puitik; prosa lirik;

2. Referensi dari KBBI terzina kalimat ke 1

Ter-zi-na /térzina/ n Sas maksudnya sajak yang terdiri atas tiga baris seuntai dengan bagan rima a-b-a, b-c-b, c-d-c, d-c-d

3. Referensi dari KBBI puisi kalimat ke 2

Puisi bebas maksudnya puisi yang tidak terikat oleh rima dan matra, dan tidak terikat oleh jumlah larik dalam setiap bait, jumlah suku kata dalam setiap larik;

4. Referensi dari KBBI mantra kalimat ke 2

Mantra; maksudnya susunan kata berunsur puisi (seperti rima, irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain;

5. Referensi dari KBBI karmina kalimat ke 1

Kar-mi-na (n Sas) maksudnya pantun dua seuntai (pantun kilat), baris pertama sebagai sampiran dan baris kedua sebagai isi berupa sindiran dengan rumus rima a a, misalnya kayu lurus dalam lalang, kerbau kurus banyak tulang

6. Referensi dari KBBI radif kalimat ke 1

Ra-dif (kl n) maksudnya rima (persesuaian bunyi)

7. Referensi dari KBBI stanza kalimat ke 1

Stan-za (n Sas) maksudnya kumpulan larik sajak yang menjadi satuan struktur sajak, ditentukan oleh jumlah larik, pola matra, atau rima; bait

8. Referensi dari KBBI sajak kalimat ke 2

Sajak awamatra maksudnya tidak terikat pola rima atau pola normatif lain;

9. Referensi dari KBBI puisi kalimat ke 1

Pu-i-si (n) maksudnya 1) ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait; 2) gubahan dengan bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus; 3) sajak;

10. Referensi dari KBBI sajak kalimat ke 19

Sajak prosa maksudnya sajak yang digubah dalam bentuk prosa, tetapi tetap dicirikan oleh unsur-unsur puisi, seperti irama yang teratur, majas, rima (dalam), asonansi, konsonansi, dan citraan;

11. Referensi dari KBBI prosodi kalimat ke 1

Pro-so-di (n Sas) maksudnya kajian tentang persajakan, yaitu mengkaji tekanan, matra, rima, irama, dan bait dalam sajak

12. Referensi dari KBBI caturlarik kalimat ke 1

Ca-tur-la-rik (n Sas) maksudnya 1) bait atau sajak yang terdiri atas empat larik, biasanya berpola rima a-b-a-b; 2) salah satu dari kedua bait dalam oktaf soneta yang terdiri atas empat baris; kuatren

Sedangkan yang dimaksud rima pada “Mendaftar Kata Berima pada Gurindam, Syair, dan Pantun” adalah kata yang memiliki bunyi akhir sama pada gurindam, syair, dan pantun seperti contoh berikut:

  • sehat, akhirat, shalat, jumat, giat, hormat, hangat, semangat, kupat,
  • durian, dermawan, hutan, jantan, nyaman, lisan, tuhan, depan, kesalahan, jangan, harapan,
  • berlayar, dibayar, gebyar, pasar, segar, rusa, bangsa, binasa, bangga, cerah, sekolah,
  • laci, benci, cuci, guci, panci, suci, sekoci, peti, mati, hati, pasti, nanti,
  • manggis, nangis, tulis, bugis, manis, bengis, kumis, tumis, amis,
  • bubur, takabur, kubur, sayur, berbaur, lembur, kapur, laut, baut, kabut, serabut, maut,
  • selimut, kusut, tersenyum, umum, embun, turun, buku, baju, waktu, tunggu, rindu, guru,
  • bebek, melek, ketek, lotek, sobek, objek, korek, becek, seret,
  • september, oktober, sumber, meter, toge, gede, pede, bale, karaoke,
  • lapor, kompor, kotor, motor, meteor, kolor, konyol, benjol, tolol, botol, odol,
  • foto, tato, koko, pokok, rokok, kapok, rampok, sendok, golok,

dan seterusnya.

Pada aktivitas ini terdapat juga lembar kegiatan peserta didik (LKPD) yang dapat membantu memberikan pengalaman pembelajaran tentang mengidentifikasi rima dari puisi rakyat. Bandingkan jawaban itu dengan kunci jawaban berikut!

LIHAT : LKPD Mengidentifikasi Rima dari Puisi Rakyat

Kunci Jawaban

Air surut memungut bayam,

Sayur diisi ke dalam kantung;

Jangan diikuti tabiat ayam,

Bertelur sebiji riuh sekampung.

  1. Kata berima pada larik ganjil (1 dan 3) pantun tersebut adalah bayam, ayam.

Jawab : D

Ikan nila dimakan berang-berang,

Katak hijau melompat ke kiri;

Jika berada di rantau orang,

Baik-baik membawa diri.

2. Kata berima pada larik genap (2 dan 4) pantun tersebut adalah kiri, diri.

Jawab : C

Akar keladi melilit selasih,

Selasih tumbuh di hujung [1] ….;

kalungan budi junjungan kasih,

Mesra kenangan sepanjang [2] …..

3. Kata yang tepat digunakan untuk melengkapi pantun tersebut adalah [1] taman, [2] zaman.

Jawab : A

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai

lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

4. Kata berirama pada larik 1 gurindam tersebut adalah perangai.

Jawab : D

Cahari olehmu akan sahabat,

yang boleh dijadikan obat.

5. Kata berirama pada larik 2 gurindam tersebut adalah obat.

Jawab : D

Cahari olehmu akan guru,

Yang boleh tahukan tiap ….

6. Kata yang tepat digunakan untuk melengkapi gurindam tersebut adalah seteru.

Jawab : A

Inilah gerangan suatu madah

Mengarangkan syair terlalu indah

Membetuli jalan tempat berpindah

Di sanalah iktikat diperbetuli sudah

7. Kata berirama pada larik 1 syair tersebut adalah madah.

Jawab : D

Wahai muda kenali dirimu

Ialah perahu tamsil hidupmu

Tiadalah berapa lama hidupmu

Ke akhirat jua kekal hidupmu

8. Kata berirama pada larik 2,3, dan 4 syair tersebut adalah hidupmu.

Jawab : A

Hai muda arif budiman

Hasilkan kemudi dengan pedoman

Alat perahumu jua kerjakan

Itulah jalan membetuli ….

9. Kata yang tepat digunakan untuk melengkapi syair tersebut adalah insan.

Jawab : B

Perteguh jua alat perahumu

Hasilkan bekal air dan kayu

Dayung pengayuh taruh di situ

Supaya laju perahumu itu

10. Pola bait syair tersebut bersajak akhir a-a-a-a.

Jawab : C

Contoh kata berima yang bunyi akhirnya sama.

Benda di sekitar/buah/tumbuhan/nama kota/hewan/ masakan

Kata dengan bunyi akhir sama secara utuh

rebana, pelana terpana,  suasana,  terpesona,  terhina,  terbina
Sulawesi solusi, motivasi, prestasi, besi, kursi
sambung hubung, kembung, lambung, gabung
geser lengser, konser, dokter, suster,
besok sosok, gosok, pasok, pelosok,
coba lomba, domba, damba, hamba, rimba

Menemukan kata berima akhir sebagian

Benda di sekitar/buah/tumbuhan/nama kota/hewan/ masakan

Kata dengan bunyi akhir sama secara utuh

pisang pegang, dagang, bimbang, layang
gamis gigi, kiri, gergaji, sisi, komik, panci
kuku bulu, dungu, cumbu, dusun, lampu
dosen konsep, sobek, lele, rem, gesek,    
otot kantor, obor, sohor, bocor, gembok
Lihat Materi : Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Semester Genap

Sumber:

Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-4, 2017 (Edisi Revisi)

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VII. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-4, 2017 (Edisi Revisi)

Paket Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2019.

 

Berita sebelumyaCiri Pantun, Syair, dan Gurindam
Berita berikutnyaMengenal dan Memahami Puisi Rakyat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here