Ciri Pantun, Syair, dan Gurindam

0
2053

Materi ini dikembangkan berdasarkan kompetensi dasar 3.9 Mengidentifikasi informasi (pesan, rima, dan pilihan kata) dari puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang dibaca dan didengar.

Pada materi ini peserta didik diharapkan mampu membangun konteks dan pemodelan dengan cara menggali informasi terkait isi ciri pantun, syair, dan gurindam.

Bahan Bacaan

Puisi rakyat tersebar secara lisan. Bentuk puisi rakyat pada umumnya bersifat baku atau terikat oleh berbagai ketentuan, seperti banyaknya larik setiap bait, banyaknya suku kata pada setiap larik, ataupun pola rimanya.

Pantun

Cermatilah contoh puisi rakyat berikut!

Pisang emas dibawa berlayar (a)

Masak sebiji di atas peti (b)

Hutang emas boleh dibayar (a)

Hutang budi dibawa mati (b)

Enak rasanya bubur yang hangat (a)

Enak dimakan bersama kerupuk (b)

Hidup memang harus semangat (a)

Janganlah mudah kita terpuruk (b)

Kedua bait puisi itu merupakan contoh pantun. Ciri-ciri pantun dapat dilihat berdasarkan bentuknya. Ciri-ciri ini tidak boleh diubah. Jika diubah, pantun tersebut akan menjadi seloka, gurindam, atau bentuk puisi lama lainnya.

Ciri-ciri pantun

  • Tiap bait terdiri atas empat baris (larik).
  • Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.
  • Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.
  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.
  • Baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Syair

Cermatilah contoh puisi rakyat berikut!

Diriku lemah anggotaku layu

Rasakan cinta bertalu-talu

Kalau begini datangnya selalu

Tentulah kakanda berpulang dahulu

Kakanda rindu di kalbu

Mohon adik jangan lupakan daku

Apapun yang adik mau

Tentulah kanda memenuhi selalu

Kedua bait puisi di atas termasuk ke dalam jenis syair. Syair memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan pantun, yakni sama-sama terikat oleh ketentuan-ketentuan baku, baik itu dalam hal jumlah rarik, suku kata, ataupun rima akhirnya. Bedanya syair tidak memiliki sampiran; semuanya merupakan isi. Perbedaan lain, rima akhir syair berpola a-a-a-a.

Ciri-ciri syair:

  • Setiap bait terdiri dari empat baris.
  • Setiap baris terdiri atas 8 – 14 suku kata.
  • Bersajak a-a-a-a.
  • Semua baris adalah isi.
  • Bahasa yang digunakan biasanya berupa kiasan.

Gurindam

Seperti apakah gurindam sebenarnya? Gurindam adalah puisi lama (Melayu) yang sangat penting sebagai warisan budaya.

Gurindam merupakan bentuk puisi lama yang ditandai dengan dua baris kalimat ber-rima sama tapi dalam satu kesatuan. Secara definisi, gurindam diartikan sebagai karya sastra lama yang berbentuk seperti puisi dan terdiri dari dua baris kalimat dengan sajak (rima) yang sama. Biasanya gurindam terdiri lebih dari satu bait. Pada baris pertama, gurindam berisi sebuah persoalan atau syarat, sedangkan pada baris kedua gurindam menjawab persoalan pada baris pertama.

Misalnya, pada bait pertama gurindam tersebut menyatakan seseorang yang tiada melakukan sembahyang, hidupnya akan terombang-ambing tidak kokoh seperti tiang. Bait kedua menyatakan bahwa dalam menjalankan pekerjaan harus berpikir dengan matang dan berhati-hati.

Ciri-ciri gurindam:

  • Terdiri atas dua baris dalam sebait.
  • Tiap baris memiliki jumlah kata sekitar 10 – 14 suku kata.
  • Tiap baris memiliki rima sama atau bersajak a-a, b-b, c-c, dan seterusnya.
  • Merupakan satu kesatuan yang utuh.
  • Baris pertama berisi soal, masalah, atau perjanjian.
  • Baris kedua berisi jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama. (isi atau maksud gurindam terdapat pada baris kedua).
  • Isi gurindam biasanya berupa nasihat, filosofi hidup atau kata-kata mutiara.

Cermatilah contoh gurindam berikut!

Barang siapa meninggalkan sembahyang

Seperti rumah tanpa tiang

Apabila kita kurang siasat

Itulah tanda pekerjaan hendak tersesat

Pada aktivitas ini terdapat juga lembar kegiatan peserta didik (LKPD) yang dapat membantu memberikan pengalaman pembelajaran tentang ciri pantun, syair, dan gurindam. Bandingkan jawaban itu dengan kunci jawaban berikut!

LIHAT : LKPD Ciri Pantun, Syair, dan Gurindam

Kunci Jawaban

  1.  Cermati pantun berikut!

Air surut memungut bayam

Sayur diisi ke dalam kantung

Jangan diikuti tabiat ayam

Bertelur sebiji riuh sekampung

Bait pantun tersebut terdiri atas empat larik.

Jawab : B

2.  Cermati pantun berikut!

Ikan nila dimakan berang-berang

Katak hijau melompat ke kiri

Jika berada di rantau orang

Baik-baik membawa diri

Jumlah suku kata pada larik pertama adalah sebelas suku kata. (I-kan ni-la di-ma-kan be-rang-be-rang)

Jawab : C

3.  Cermati pantun berikut!

Akar keladi melilit selasih

Selasih tumbuh di hujung taman

kalungan budi junjungan kasih

Mesra kenangan sepanjang zaman

Pola pantun tersebut bersajak akhir a-b a-b.

Jawab : A

4.  Cermati pantun berikut!

Penghasil batik di Yogyakarta

Penghasil ulos Sumatera Utara

Kalau kamu memiliki cita-cita

Hendaklah mau sedikit sengsara

Bagian yang merupakan isi pantun tersebut terdapat pada baris ketiga dan keempat.

Jawab : D

5.  Cermati pantun berikut!

Fatamorgana ternyata semu

Namun indahnya tiada terkira

Patuhilah selalu nasihat ibumu

Agar hidupmu tidak sengsara

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian, yaitu sampiran dan isi. Adapun bagian sampiran terdapat pada baris ke satu dan dua.

Jawab : A

Untuk menjawab pertanyaan nomor 6 s.d. 10, cermati gurindam berikut!

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai

lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Cahari olehmu akan sahabat,

yang boleh dijadikan obat.

Cahari olehmu akan guru,

yang boleh tahukan tiap seteru.

Jika hendak mengenal orang berbangsa,

lihat kepada budi dan bahasa.

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,

sangat memeliharakan yang sia-sia.

Jika hendak mengenal orang mulia,

lihatlah kepada kelakuan dia.

6.  Setiap bait gurindam tersebut terdiri dari dua baris.

Jawab : A

7.  Tiap baris gurindam memiliki jumlah suku kata sekitar 10 sampai 14 suku kata.

Jawab : C

8.  Pada akhir baris kesatu dan baris kedua terdapat pengulangan bunyi. Bunyi akhir baris kesatu dan baris kedua adalah a – a, b – b, c – c, dan seterusnya.

Jawab : A

9.  Baris yang berisi soal, masalah, atau perjanjian pada gurindam adalah baris pertama.

Jawab : A

10. Baris yang berisi maksud, jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada gurindam terdapat pada baris kedua.

Jawab : B

Untuk menjawab pertanyaan nomor 11 s.d. 15, cermati syair berikut!

Syair perahu

Inilah gerangan suatu madah

Mengarangkan syair terlalu indah

Membetuli jalan tempat berpindah

Di sanalah iktikat diperbetuli sudah

Wahai muda kenali dirimu

Ialah perahu tamsil hidupmu

Tiadalah berapa lama hidupmu

Ke akhirat jua kekal hidupmu

Hai muda arif budiman

Hasilkan kemudi dengan pedoman

Alat perahumu jua kerjakan

Itulah jalan membetuli insan

Perteguh jua alat perahumu

Hasilkan bekal air dan kayu

Dayung pengayuh taruh di situ

Supaya laju perahumu itu

Sudahlah hasil kayu dan ayar

Angkatlah pula sauh dan layar

Pada beras bekal jantanlah taksir

Niscaya sempurna jalan yang kabir

Karya: Hamzah Fansuri

11. Syair tersebut terdiri dari lima bait.

Jawab : B

12. Jumlah suku kata setiap baris syair memiliki 8 sampai 14 suku kata.

Jawab : B

13. Pola syair tersebut bersajak a-a-a-a.

Jawab : A

14. Puisi lama yang setiap bait terdiri dari empat baris dan semua baris adalah isi disebut syair.

Jawab : B

15. Bahasa yang digunakan dalam “Syair Perahu” banyak menggunakan bahasa kiasan.

Jawab : D

Demikian, semoga ada manfaatnya.

LIHAT MATERI : Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Semester Genap

Sumber:

Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-4, 2017 (Edisi Revisi)

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VII. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-4, 2017 (Edisi Revisi)

Paket Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2019.

Artikulli paraprakMenyimpulkan Isi Pantun
Artikulli tjetërMengidentifikasi Rima dari Puisi Rakyat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini