Lingkup Materi Cerita Fantasi/ Narasi

0
4972

Memahami dan Mencipta Cerita Fantasi/ Narasi

Kompetensi Dasar

Indikator

3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar

 

• menjelaskan ciri tokoh, latar, alur, dan tema pada cerita fantasi dan menunjukkan buktinya pada teks yang dibaca/didengar.

• menentukan jenis cerita fantasi dan menunjukkan bukti pada teks yang dibaca/didengar.

4.3 Menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) yang didengar dan dibaca

 

• Menyimpulkan tokoh dan latar cerita

• Menyimpulkan urutan cerita

• Menceritakan kembali cerita/  isi cerita  lisan/ tulis.

3.4 Menelaah struktur dan kebahasaan teks narasi yang dibaca dan didengar

 

• Merinci struktur cerita

• Menyimpulkan karakteristik bagian-bagian pada struktur cerita  (orientasi, komplikasi, resolusi)

• Menelaah hasil melengkapi cerita dari segi struktur cerita

• Memperbaiki cerita dari segi diksi dan kalimat dialog, kesalahan tanda baca

• Mengomentari cerita  dari segi struktur dan bahasanya

4.4 Menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita fantasi secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur dan penggunaan bahasa

 

• merencanakan pengembangan cerita

• menulis cerita  dengan memperhatikan pilihan kata, kelengkapan struktur, dan kaidah penggunaan kata kalimat/ tanda baca/ejaan

Pemilihan Tema

Dalam upaya menumbuhkan sikap kepedulian terhadap lingkungan sekitar, kedekatan dengan orang-orang tercinta, dan menumbuhkan rasa keadilan, kasih sayang sesama manusia, nasionalis, dan lain-lain. Tema yang dipilih untuk menjadi cerita fantasi misalnya berkaitan dengan keadilan, kasih sayang terhadap sesama, kedisplinan, persahabatan, dan sebagainya.

Contoh

  • Menggambarkan/ berfantasi kondisi ke depan jika manusia terlalu bergantung pada gadget (silaturahmi menjadi kering, kepedulian fisik yang terbatas, dan lain-lain dampak buruk gadget)
  • Menggambarkan sedihnya perasaan para pahlawan melihat genersai mudanya tidak bersemangat belajar, mabuk-mabukkan, hedonistik, kebarat-baratan.
  • Menggambarkan dampak negatif lingkungan Indonesia 50 tahun atau 100 tahun lagi jika kita terus merusak lingkungan dan tidak peduli terhadap keselamatan lingkungan.
  • Menggambarkan masalah kemanusiaan yang saling mengasihi akan dibalas dengan kebahagiaan dan keindahan hidup.

Tugas menulis melibatkan siswa untuk menggali informasi dari berbagai buku tentang lingkungan, luar angkasa, sejarah perjuangan, dan nilain-nilai budaya lokal (dengan mewawancarai orang-orang sekitar/ masyarakat di daerahnya). Dengan pemilihan tema-tema yang menginspirasi diharapkan dapat menumbuhkan sikap positif berupa kerja keras untuk berkarya, jujur berkarya, peduli terhadap lingkungan dan nilai-nilai luhur dalam kehidupan.

Aspek Kebahasaan dan Aspek Kesastraan yang Dilatihkan

Bekal yang diperlukan siswa untuk membuat cerita fantasi adalah memahami prinsip penggunaan dan keterampilan bagian-bagain kompetensi. Pada unit ini siswa berlatih menggunakan kata benda, kata sifat, keterangan tempat, sinonim kata, kalimat rincian, kalimat bermajas, penggunaan dialog dalam cerita. Aspek kesastraan yang dilatihkan adalah teknik pengembangan penokohan, pengembangan alur, pengembangan latar cerita, penyisipan amanat baik secara langsung maupun tidak langsung.

Materi

  • Materi untuk tiap kegiatan diuraikan berikut.

Kegiatan A dan B

Pengetahuan

  • Pengertian cerita fantasi
  • Jenis cerita fantasi
  • Tujuan komunikasi cerita fantasi
  • Pola pengembangan isi pada cerita fantasi
  • Karakteristik kata/ kalimat pada cerita

Keterampilan

  • Praktik memahami isi cerita fantasi (menjawab pertanyaan hal yang dideskripsikan, apa saja informasi rincian
  • Praktik menentukan pola pengembangan isi teks (menggambarkan alur cerita)

Kegiatan C

Pengetahuan

  • Struktur cerita
  • Karakteristik tiap bagian struktur cerita
  • Prinsip dan contoh cara melengkapi cerita

Contoh penggunaan kata/ frasa benda, kata / frasa sifat, kata keterangan tempat, kata sambung yang berkaitan dengan waktu seketika, seraya, sambil, kemudian, setelah itu, akhirnya) , kata sambung sebab-akibat (karena, karena itu,), syarat dan kondisi (jika, seandainya)

  • Prinsip dan contoh kalimat langsung dan tidak langsung
  • Prinsip dan contoh penggunaan diksi/ kalimat dalam cerita
  • Prinsip dan contoh tanda baca/ ejaan baik yang salah maupun yang benar

Keterampilan

  • Praktik melengkapi struktur  (melengkapi bagian orientasi, komplikasi, resolusi)
  • Praktik melengkapi kata/ kalimat dalam
  • Praktik memvariasikan alur (awal, tengah, akhir cerita)
  • Praktik memvariasikan kalimat dialog/ kalimat narasi pada cerita
  • Praktik membuat telaah kemenarikan isi dan bahasa cerita

Kegiatan D

Pengetahuan

  • Contoh langkah penyusunan cerita
  • Contoh variasi judul pada cerita
  • Contoh variasi bagian orientasi
  • Contoh variasi bagian komplikasi
  • Contoh variasi bagian resolusi
  • Aspek-aspek yang disunting pada cerita

Keterampilan

  • Praktik menulis  dari objek sekitar yang diamati
  • Praktik menulis fantasi dari gambar berseri
  • Praktik menyunting dan memperbaiki cerita yang dibuat

Sikap yang Ditumbuhkan

Sikap utama yang ditumbuhkan pada pembelajaran unit 2 ini adalah sikap peduli, Jujur berkarya, tanggung jawab, toleran dan kerja sama , proaktif, dan kreatif. Di samping itu, pembelajaran bahasa Indonesia mendorong kepedulian untuk menggunakan bahasa secara cermat (menyunting teks), kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan atau nilai-nilai luhur budaya bangsa. Sikap kepedulian terhadap orang-orang sekitar/ makhluk di sekitar kita, lingkungan, jujur dalam memproduksi tugas, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, menumbuhkan kreativitas melalui kegiatan memvariasikan berbagai kata, kalimat, atau bagian cerita fantasi.

LIHAT MATERI : Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Semester Genap
Sumberi:

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/MTs. Edisi Revisi 2016. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2016

 

 

Berita sebelumyaLingkup Materi Memahami Teks Prosedur
Berita berikutnyaLingkup Materi Belajar Mendeskripsikan