Lingkup Materi Cerita Fabel/ Cerita Moral

0
1976

Berikut ini Lingkup Materi Cerita Fabel/ Cerita Moral.

Kompetensi Dasar

Indikator

3.11 Mengidentifikasi informasi tentang fabel/ legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar.

 

• menyimpulkan ciri unsur cerita fabel pada teks yang dibaca/didengar.

• Mendaftar kata/kalimat sebagai ciri cerita fabel pada teks yang dibaca/didengar

4.11 Menceritakan kembali isi fabel/ legenda daerah setempat

 

• Mengurutkan isi cerita fabel

• Menceritakan kembali isi fabel secara lisan

3.12 Menelaah struktur dan kebahasaan fabel/ legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar.

 

• menjelaskan karakteristik bagian-bagian struktur cerita fabel

• mengidentifikasi struktur fabel

• menyimpulkan prinsip penggunaan kata/ kalimat pada cerita fabel

• melengkapi cerita fabel sesuai struktur dan kaidah bahasa

• memvariasikan alur, dialog, latar, dari fabel yang disajikan

• menentukan dan memperbaiki kesalahan penggunaan kata, kalimat, ejaan dan tanda baca

4.12 Memerankan isi fabel/ legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar

.

 

• merencanakan penulisan cerita fabel

• menulis cerita fabel dengan emperhatikan pilihan kata, kelengkapan struktur, dan kaidah penggunaan kata kalimat/ tanda baca/ejaan

• memerankan isi fabel dengan intonasi, gestur, dan aspek pemeranan lain yang sesuai

.

Pemilihan Tema

Tema dipilih sebagai upaya menumbuhkan sikap kepedulian terhadap lingkungan sekitar, kedekatan dengan orang-orang tercinta, dan menumbuhkan rasa keadilan, kasih sayang sesama manusia, nasionalis, dan lain-lain. Tema sebaiknya dipilih untuk menumbuhkan sikap positif siswa. Tema yang dapat dipilih misalnya berkaitan dengan kejujuran, kedisiplinan, gotong royong, persahabatan, kepercayaan diri, kesetiakawanan, dan lain-lain. Tema bisa disesuaikan dengan sikap-sikap yang akan ditanamkan KD dari KI 2.

Aspek sikap yang ditumbuhkan

Sikap utama yang ditumbuhkan pada pembelajaran unit ini adalah sikap peduli, santun, jujur berkarya, tanggung jawab, toleran dan kerjasama , proaktif, kritis, dan kreatif. Di samping itu, pembelajaran bahasa Indonesia mendorong kepedulian untuk menggunakan bahasa secara cermat (menyunting teks), kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan atau nilai-nilai luhur budaya bangsa. Sikap kepedulian terhadap orang-orang sekitar/ makhluk di sekitar kita, lingkungan, jujur dalam memproduksi tugas, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, menumbuhkan kreativitas melalui kegiatan memvariasikan berbagai kata, kalimat, atau bagian cerita fabel. Tugas untuk menulis melibatkan siswa untuk menggali informasi dari lingkungan untuk bahan menulis sehingga menumbuhkan kepeduliannya. Tugas menulis fabel dapat diberikan dengan terlebih dahulu mengamati masalah-masalah sikap orang-orang di sekitarnya. Setelah itu, siswa diminta menuangkannya dalam bentuk fabel.

Aspek kebahasaan yang dilatihkan

Bekal yang diperlukan siswa untuk membuat cerita fabel adalah memahami prinsip penggunaan dan keterampilan bagian-bagain kompetensi. Pada unit ini siswa berlatih menggunakan kata sifat, keterangan tempat, kata depan, kata sambung urutan waktu, kalimat langsung dan tidak langsung pada dialog fabel. Penggunaan tanda baca berkaitan dengan penulisan kata seru, si dan sang, kalimat langsung/ tidak langsung, huruf kapital untuk nama orang, tanda koma untuk memisahkan rincian. Penggunaan aspek kebahasaan untuk mendukung aspek kesastraan yang berupa unsur intrinsik karya sastra (latar, penokohan, sudut pandang, alur, amanat)

Materi

Materi untuk tiap kegiatan diuraikan berikut.

 Pengetahuan

Kegiatan A dan B

  • Pengertian cerita fabel
  • Jenis cerita fabel
  • Tujuan komunikasi cerita fabel
  • Pola pengembangan isi pada cerita fabel

Keterampilan

  • Praktik memahami isi cerita fabel (menjawab pertanyaan hal yang dideskripsikan, apa saja informasi rincian
  • Praktik menentukan pola pengembangan isi teks (menggambarkan alur cerita

 Kegiatan C

Pengetahuan

  • Struktur cerita
  • Karakteristik tiap bagian struktur cerita fabel
  • Prinsip dan contoh cara melengkapi cerita
  • Contoh penggunaan kata/ frasa benda, kata / frasa sifat, kata keterangan tempat,  kata sambung yang berkaitan dengan waktu (seketika, seraya, sambil, kemudian, setelah itu, akhirnya) , kata sambung sebab-akibat (karena, karena itu), syarat dan kondisi (jika, seandainya)
  • Prinsip dan contoh kalimat langsung dan tidak langsung pada fabel
  • Prinsip dan contoh penggunaan diksi/ kalimat dalam cerita
  • Prinsip dan contoh tanda baca/ ejaan baik yang salah maupun yang benar

Keterampilan

  • Praktik melengkapi struktur icerita fabel (melengkapi bagian orientasi, komplikasi, resolusi, koda)
  • Praktik melengkapi kata/ kalimat dalam Praktik memvariasikan alur (awal, tengah, akhir cerita)
  • Praktik memvariasikan kalimat dialog/ kalimat narasi pada cerita
  • Praktik membuat telaah kemenarikan isi dan bahasa cerita

 Kegiatan D

Pengetahuan

  • Contoh langkah penyusunan fabel
  • Contoh variasi judul pada fabel
  • Contoh variasi bagian orientasi
  • Contoh variasi bagian komplikasi
  • Contoh variasi bagian resolusi
  • Contoh variasi bagian koda
  • Aspek-aspek yang disunting pada fabel

Keterampilan

  • Praktik menulis fabel dari objek sekitar yang diamati
  • Praktik menulis fabel dari gambar berseri
  • Praktik menyunting dan memperbaiki cerita yang dibuat
LIHAT MATERI : Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Semester Genap
Buku sumber:

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/MTs. Edisi Revisi 2016. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2016

 

 

Berita sebelumyaLingkup Materi Berkorespondensi dengan Surat
Berita berikutnyaLingkup Materi Mengkreasikan Puisi Rakyat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here