Menelaah Pola Pengembangan Pantun

0
1450

Materi ini dikembangkan berdasarkan kompetensi dasar 3.10 Menelaah struktur dan kebahasaan puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang dibaca dan didengar.

Bagian ini membahas materi tentang struktur teks pantun. Dengan demikian peserta didik diarahkan untuk memahami struktur teks pantun dalam rangka untuk memudahkan saat mengonstruksi/menyajikan gagasan, perasaan, dan pendapat dalam bentuk teks pantun. Dan  aktivitas yang dikembangkan adalah menelaah pola pengembangan pantun.

Bahan Bacaan

Struktur Pantun adalah empat baris dalam setiap bait dengan pola pengembangan dua baris sampiran dan dua baris isi. Sampiran diletakkan pada baris pertama dan baris kedua, sedangkan isi pantun ada pada baris ketiga dan keempat.

Sering kita mendengar kata sampiran. Supaya tidak salah arti, mari kita buka dulu Kamus. Bentuk dasar sampiran adalah sampir. KBBI menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan sampiran adalah (1) gantungan; sampaian; (2) paruh pertama pada pantun, yaitu baris kesatu dan kedua berupa kalimat yang biasanya hanya merupakan persediaan bunyi kata untuk disamakan dengan bunyi kata pada isi pantun (biasanya kalimat pada sampiran tidak ada hubungannya dengan bagian isi);

sampir/sam-pir, menyampirkan/me-nyam-pir-kan artinya menyampaikan atau menggantungkan pakaian dan sebagainya pada gantungan (tali jemuran dsb): Ibu menyampirkan cucian basah di pagar halaman;

sampiran, bersampiran artinya (1) mempunyai sampaian atau gantungan; (2) mempunyai sampiran: pantun adalah bidal yang mempunyai sampiran;

tersampir artinya tergantung;

Dari arti tersebut dapat disimpulkan bahwa pantun memiliki dua baris yang maknanya tidak berhubungan dengan maksud yang disampaikan. Baris kesatu dan kedua hanya merupakan pengantar untuk masuk kepada pokok/isi yang disampaikan. Kalimat pada baris kesatu dan kedua merupakan kalimat yang berdiri sendiri. Baris kesatu dan baris kedua tersebut disebut sampiran. Sedangkan baris ketiga dan baris keempat disebut isi.

Hebat sekali nenek moyang kita ya! Betapa bijaksananya leluhur kita. Leluhur kita hendak mengatakan sesuatu, menegur bahwa sesuatu itu kurang baik atau menasihati orang itu secara tidak langsung agar orang yang dituju tidak merasa malu atau dipojokkan.

Ini bukan berarti orang tua kita tidak tegas kalau hendak mengatakan sesuatu, tetapi dapat dikatakan bahwa orang tua kita memiliki gaya tersendiri dalam mengungkapkan sesuatu. Melalui pantun leluhur kita terkesan lebih santun. Melalui pantun orang tua kita menghibur orang dengan permainan bunyi bahasa yang indah.

Pantun dikembangkan dengan pola bunyi akhir setiap larik yang teratur (a – b – a – b). Pantun terikat oleh aturan bunyi akhir (berima). Bunyi akhir baris kesatu dan baris kedua harus berbeda. Bunyi akhir baris ketiga harus sama dengan baris kesatu. Dan bunyi akhir baris keempat harus sama dengan bunyi akhir baris kedua.

Contoh menelaah pantun berdasarkan strukturnya

Ambillah kapas menjadi benang

Ambillah benang menjadi kain

Kalau kamu ingin dikenang

Berbuat baiklah dengan orang lain

Penelaahan

Struktur penyajian pantun dua larik sampiran dan dua larik isi pantun. Dua larik pertama merupakan pengantar untuk masuk pada isi larik 3 dan 4. Makna/isi pada larik 1 dan 2 dengan larik 3 dan 4 tidak berhubungan.

Agar kita lebih memahami dalam menelaah pola pengembangan pantun, pada aktivitas ini terdapat juga lembar kegiatan peserta didik (LKPD) yang dapat membantu memberikan pengalaman pembelajaran tentang pola pengembangan pantun. Bandingkan jawaban itu dengan kunci jawaban berikut!

LIHAT : LKPD Menelaah Pola Pengembangan Pantun

Kunci Jawaban

  1.  Telaahlah teks pantun berikut berdasarkan struktur/pola penyajiannya!

Membeli buku di daerah pecinan

Membeli buku lebih dari satu

Janganlah menunda pekerjaan

Hindari menyia-nyiakan waktu

Struktur penyajian pantun tersebut terdiri dari dua larik sampiran dan dua larik isi.

Jawab : B

2.  Telaahlah teks pantun berikut berdasarkan struktur/pola penyajiannya!

Beli nasi ke tempat Mbak Lulu

Beli pensil ke toko Cak Mamat

Sebaiknya kau pikir dahulu

Demi keputusan yang tepat

Struktur penyajian pantun tersebut adalah larik 1 dan 2 merupakan sampiran sedangkan larik 3 dan 4 merupakan isi.

Jawab : A

3.  Telaahlah teks pantun berikut berdasarkan struktur/pola penyajiannya!

Di Bengkulu tumbuh bunga raflesia

Bunga unik tanpa duri

alangkah indahnya alam Indonesia

Marilah kita jaga agar lestari

Pola penyajian larik pada pantun tersebut adalah larik pertama dan ketiga mempunyai rima akhir yang sama.

Jawab : B

4.  Telaahlah teks pantun berikut berdasarkan struktur/pola penyajiannya!

Fatamorgana ternyata semu

Namun indahnya tiada terkira

Patuhilah selalu nasihat ibumu

Agar hidupmu tidak sengsara

Pola penyajian larik pada pantun tersebut adalah rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.

Jawab : C

5.  Telaahlah teks pantun berikut berdasarkan struktur/pola penyajiannya!

Ke pasar beli balon udara

Di tengah jalan balonnya meletus

Betapa hati sangat gembira

Nilai ujian dapat seratus

Pola penyajian pantun tersebut adalah Bunyi akhir baris kesatu hanya merupakan persediaan bunyi kata untuk disamakan dengan bunyi akhir baris ketiga.

Jawab : B

6.  Telaahlah teks pantun berikut berdasarkan struktur/pola penyajiannya!

Buah nangka buah kedondong

Rasanya enak bikin ketagihan

Jadi anak janganlah berbohong

Harus berkata jujur ke teman

Pola penyajian pantun tersebut adalah Bunyi akhir baris kedua mengikuti bunyi akhir baris keempat.

Jawab : D

7.  Telaahlah teks pantun berikut berdasarkan struktur/pola penyajiannya!

Pergi ke pasar membeli kain

Kainnya bagus harganya murah

Belajar itu harus tekun dan rajin

Agar jadi pintar saat di sekolah

Cara pengembangan isi pantun tersebut adalah Kalimat “Pergi ke pasar membeli kain” merupakan pengantar untuk masuk pada kalimat “Belajar itu harus tekun dan rajin.”

Jawab : B

8.  Telaahlah teks pantun berikut berdasarkan struktur/pola penyajiannya!

Burung camar burung kenari

Kepakkan sayap terbang ke udara

Jadi anak yang baik hati

Harus patuh pada orang tua

Cara pengembangan isi pantun tersebut adalah Kalimat “Kepakkan sayap terbang ke udara” merupakan pengantar untuk masuk pada kalimat “Harus patuh pada orang tua.”

Jawab : C

9.  Telaahlah teks pantun berikut berdasarkan struktur/pola penyajiannya!

Ayo kita pergi tamasya

Bisa ke gunung atau ke pantai

Ayo kita menyanyi bersama

Biar suasana semakin ramai

Berdasarkan pola penyajian isi pantun tersebut dapat disimpulkan bahwa sampiran yang terdapat pada larik 1 dan 2 dengan isi pantun pada larik 3 dan 4 tidak berhubungan.

Jawab : A

10. Bacalah teks pantun berikut dengan cermat!

….

Tidak lupa membeli gula

Bangun pagi di hari minggu

Saatnya jalan bareng keluarga

Kalimat yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah Pergi ke pasar bersama ibu.

Jawab : D

Uraian

Alangkah terang sinar mentari

Tatkala aku tengah di teras

Alangkah senang di hati ini

Tatkala jadi juara kelas

Jawab : Struktur penyajian pantun dua larik sampiran dan dua larik isi pantun. Dua larik pertama merupakan pengantar untuk masuk pada isi larik 3 dan 4. Makna/isi pada larik1 dan 2 dengan larik 3 dan 4 tidak berhubungan.

Demikian, semoga ada manfaatnya.

LIHAT MATERI : Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Semester Genap

Sumber:

Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-4, 2017 (Edisi Revisi)

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VII. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-4, 2017 (Edisi Revisi)

Paket Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2019.

Berita berikutnyaDo’a Kami bagi Yang Sedang Sakit