Senin, Oktober 22, 2018
Beranda Label Materi Kebahasaan

Label: Materi Kebahasaan

Materi Kebahasaan

Perbedaan Kata Sapaan dan Kata Acuan

bahwa di antara kaidah kebahasaan yang sering kita temui dalam teks tersebut adalah penggunaan kata ganti, kata sapaan, dan kata acuan.

Pentingnya Penggunaan Kata Ganti

Tak dapat dibayangkan andai suatu bahasa tidak mengenal penggunaan kata ganti. Pastinya penutur akan menyebutkan kata yang berulang-ulang dan pendengar akan bosan mendengar karena terkesan bertele-tele bahkan kalau dalam bahasa tulis yang tidak mengenal orangnya mungkin terjadi salah tafsir.

Kosakata Tidak Baku dalam Percakapan

Sebagaimana halnya percakapan sehari-hari, dialog dalam teks drama juga tidak lepas dari munculnya kosakata percakapan tidak baku, seperti kok, sih, dong, oh.

Konjungsi Temporal dalam Teks Drama

Salah satu ciri kebahasaan dalam teks drama adalah banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi temporal), seperti: sebelum, sebelumnya, setelah, setelahnya, setelah itu, sesudah, sekarang, mula-mula, lalu, kemudian, selanjutnya, semenjak, tatkala, bilamana, seraya, dan masih banyak lagi lainnya.

Penggunaan Kata Kerja dalam Teks Drama

Teks drama memiliki ciri-ciri kebahasaan antara lain banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi, seperti menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, beristirahat. Juga banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh, seperti: merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami.

Penggunaan Kata Sifat dalam Teks Drama

kita berjumpa kembali dalam pembahasan ciri kebahasaan teks drama. Salah satu ciri kebahasaan teks drama adalah banyak menggunakan kata sifat. Kata tersebut digunakan terutama untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana. Kata-kata yang dimaksud, misalnya, cantik, kecil, kuning, dingin, dan lain-lain.

Penggunaan Kalimat Langsung dalam Teks Drama

Penggunaan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dalam Teks Drama

Macam-macam Kalimat Seru dan Contohnya

Macam-macam Kalimat Seru dan Contohnya

Macam-macam Kalimat Perintah dan Ciri-cirinya

Macam-macam dan Ciri Kalimat Perintah

Macam-macam dan Ciri Kalimat Tanya

Macam-macam Kalimat Tanya

Penulisan dan Ragam Bentuk Ulang

Dalam  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa: Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda...

Kata Majemuk atau Gabungan Kata

Gabungan kata disebut pula bentuk senyawa, kata majemuk, atau komposium. Gabungan kata ialah persenyawaan dua kata atau lebih yang membentuk kata baru. Ciri-ciri: bentuk senyawa paling...

Pemakaian Huruf Miring dan Huruf Tebal

Kemajuan ilmu pengetahuna, teknologi dan seni berdampak pula kepada penggunaan bahasa Indonesia dalam beragam ranah pemakaian. Seiring dengan itu pula lahirlah Peraturan Menteri Pendidikan...

Penulisan Kata Dasar dan Kata Berimbuhan

Bahwasanya pada tanggal 26 November 2015 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman...

Memahami Cara Pemenggalan Kata

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang mulai berlaku sejak tanggal diundangkan yaitu pada...

Penulisan Kata Sandang, Kata Ganti dll.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang mulai berlaku sejak tanggal diundangkan, 30 November...

Penulisan Singkatan dan Akronim

Berikut merupakan sebuah catatan tentang Penulisan Singkatan dan Akronim yang bersumber dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum...

Kaidah Penulisan Angka dan Bilangan

Bahwasanya pada tanggal 26 November 2015 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman...

Unsur Serapan Bahasa Belanda dan Inggris

Inilah kaidah terbaru penulisan unsur serapan dari Bahasa Belanda dan Bahasa Inggris berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman...

Penulisan Unsur Serapan Bahasa Arab

Saya mengarsipkan beberapa kaidah bahasa Indonesia dengan harapan, semoga dapat membantu terhadap tugas-tugas saya. Kali ini yang ditulis yaitu mengenai penulisan unsur serapan dari...

Unsur Serapan yang Penulisannya Tetap

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Penulisan Unsur Serapan, ada ejaan-ejaan yang penulisannya tetap...

Unsur Serapan yang Penulisannya Berubah

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, terdapat unsur serapan yang penulisannya berubah. Hal tersebut didasarkan...

Ragam Kalimat Tanya dan Tanda Tanya

Kalimat tanya adalah kalimat yang bermaksud untuk mengetahui atau menghendaki diberi tahu tentang masalah/ hal yang dikukuhkan dengan lagu tanya pada  ragam lisan dan...

Tanda Petik (“…”) dan Tanda Petik Tunggal (‘…’)

Setelah mempelajari pembahasan ini, semoga kita lebih memahami pemakaian Tanda Petik ("…") dan Tanda Petik Tunggal ('…'). Sumber materi yang dipakai adalah Peraturan Menteri...

Latest article

Yang Lebih Zalim

Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat kebohongan terhadap Allah dan mendustakan kebenaran yang datang kepadanya?

Keagungan Al-Qur’an, Ia Turun dari Rabbul ‘Aalamin

Sumpah Allah Subhaanahu wa Ta'aala terhadap keagungan Al-Qur’an, dan bahwa ia turun dari Rabbul ‘aalamin.