Dalam Al-Qur’an Telah Diulang-ulang Peringatan-peringatan

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Israa’ ayat 40-41

0
63

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Israa’ ayat 40-41. Bantahan terhadap orang-orang musyrik yang menyangka bahwa di samping Allah Subhaanahu wa Ta’aala ada tuhan-tuhan lagi yang lain, dan dalam Al-Qur’an telah diulang-ulang peringatan-peringatan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

أَفَأَصْفَاكُمْ رَبُّكُم بِالْبَنِينَ وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلآئِكَةِ إِنَاثاً إِنَّكُمْ لَتَقُولُونَ قَوْلاً عَظِيماً -٤٠- وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَـذَا الْقُرْآنِ لِيَذَّكَّرُواْ وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلاَّ نُفُوراً -٤١

Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya). Dan sungguh, dalam Al-Qur’an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (peringatan) itu hanya menambah mereka lari (dari kebenaran). (Q.S. Al-Israa’ : 40-41)

.

Tafsir Ibnu Abbas

A fa ashfākum rabbukum bil banīna wattakhadza (maka apakah pantas Rabb kalian memilihkan untuk kalian anak-anak laki-laki, sedangkan Dia sendiri mengambil) untuk diri-Nya.

Minal malā-ikati inātsā, innakum la taqūlūna (anak-anak perempuan di antara para malaikat? Sesungguhnya kalian benar-benar mengatakan) terhadap Allah Ta‘ala.

Qaulan ‘azhīmā (perkataan yang besar) siksaannya. Ada yang berpendapat, kebohongan yang besar terhadap Allah Ta‘ala.

Wa laqad sharrafnā (dan sungguh Kami telah menerangkan), yakni Kami telah menjelaskan.

Fī hādzal qur-āni (dalam Al-Qur’an ini) tentang janji dan ancaman.

Li yadz-dzakkarū (supaya mereka senantiasa ingat), yakni supaya mereka mengambil pelajaran.

Wa mā yazīduhum (dan tiadalah hal itu menambah mereka), yakni tiadalah ancaman Al-Qur’an itu menambah mereka.

Illā nufūrā (selain keengganan), yakni selain semakin jauh dari keimanan.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat[1]? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya)[2].

[1] Menurut persangkaanmu.

[2] Karena kamu telah menisbatkan anak kepada-Nya yang menunjukkan bahwa Dia butuh kepada makhluk-Nya dan sebagian makhluk merasa tidak butuh kepada-Nya, padahal Dia Maha Kaya, tidak butuh kepada makhluk-Nya, bahkan semua makhluk membutuhkan-Nya. Di samping itu, mereka menetapkan untuk-Nya bagian yang paling murah, yaitu anak-anak perempuan. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang diucapkan orang-orang zalim dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.

  1. Dan sungguh, dalam Al-Qur’an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan[3]), agar mereka selalu ingat. Tetapi (peringatan) itu hanya menambah mereka lari (dari kebenaran).

[3] Demikian pula perintah dan larangan, hukum-hukum, perumpamaan, kisah, bukti, janji dan ancaman, nasehat, dsb.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Maka apakah patut telah memilihkan bagi kalian) telah mengkhususkan bagi kalian, hai penduduk Mekah (Rabb kalian akan anak-anak laki-laki sedangkan Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para Malaikat) yakni sebagai anak-anak perempuan-Nya sesuai dengan dugaan kalian itu (Sesungguhnya kalian benar-benar mengucapkan) melalui perkataan kalian itu (kata-kata yang besar dosanya)
  2. (Dan sesungguhnya telah Kami jelaskan) kami terangkan (di dalam Al-Qur’an ini) misal-misal, janji dan ancaman (agar mereka selalu ingat) maksudnya mengambil pelajaran darinya (Akan tetapi tidak menambahkan kepada mereka) hal tersebut (melainkan hanya menambah mereka lari) dari perkara yang hak

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. membantah orang-orang musyrik yang berbuat kedustaan terhadap Allah, semoga mereka dilaknat Allah, yaitu mereka yang menduga bahwa sesungguhnya malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Mereka menganggap para malaikat yang merupakan hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah itu berjenis kelamin perempuan, kemudian mereka menganggap para malaikat itu anak-anak perempuan Allah, selanjutnya mereka menyembah malaikat-malaikat itu. Mereka melakukan kekeliruan yang sangat besar dalam setiap anggapan itu. Maka Allah menyanggah mereka melalui firman-Nya:

Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagi kalian anak-anak laki-laki. (Al-Isra: 40)

Yakni mengkhususkan bagi kalian anak laki-laki.

Sedangkan Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat? (Al-Isra: 40)

Maksudnya, memilih untuk diri-Nya sendiri anak-anak perempuan seperti yang didugakan oleh kalian itu.

Dalam ayat selanjutnya Allah menyanggah mereka dengan sanggahan yang keras. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

Sesungguhnya kalian benar-benar mengucapkan kata-kata besar (dosanya). (Al-Isra: 40)

Yakni anggapan kalian yang mengatakan bahwa Allah beranak, lalu kalian menganggap Allah mempunyai anak-anak perempuan yang kalian sendiri menolaknya dan bahkan adakalanya kalian mengubur anak-anak perempuan kalian hidup-hidup. Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. Dalam ayat-ayat yang lain disebutkan oleh Allah Swt. melalui firman-Nya:

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا * لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا* تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الأرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا* أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا* وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا* إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ إِلا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا* لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا* وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا

Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kalian mendatangkan suatu perkataan yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena perkataan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri. (Maryam: 88-95)

Firman Allah Swt.:

Dan sesungguhnya dalam Al-Qur’an ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan). (Al-Isra: 41)

Maksudnya, Kami ulang-ulangi di dalam Al-Qur’an ancaman Kami agar mereka selalu ingat apa yang terkandung di dalamnya berupa alasan-alasan, bukti-bukti, dan pelajaran-pelajaran; sehingga mereka meninggalkan apa yang bisa mereka kerjakan, yaitu perbuatan syirik, perbuatan aniaya, dan dusta.

Dan ulangan peringatan itu tidak menambah mereka. (Al-Isra: 41)

Yaitu orang-orang zalim di antara mereka.

Melainkan hanya lari. (Al-Isra: 41)

Yakni lari dari kebenaran dan menjauh darinya.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

«««« juz 14 «««««« juz 15 «««««« juz 16 ««««