Penyesatan yang Dilakukan Iblis kepada Anak Cucu Adam

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Israa’ ayat 61-62

0
39

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Israa’ ayat 61-62. Peringatan agar tidak mengikuti Iblis dan penyesatan yang dilakukan Iblis kepada anak cucu Adam. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلآئِكَةِ اسْجُدُواْ لآدَمَ فَسَجَدُواْ إَلاَّ إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِيناً -٦١- قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَـذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إَلاَّ قَلِيلاً -٦٢

Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” lalu mereka sujud, kecuali iblis. Ia (Iblis) berkata, “Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?” Ia (iblis) berkata, “Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.” (Q.S. Al-Israa’ : 61-62)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa idz qulnā lil malā-ikati (dan [ingatlah] ketika Kami berfirman kepada para malaikat) yang ada di bumi.

Usjudū li ādama (“Bersujudlah kepada Adam”), yaitu sujud penghormatan.

Fa sajadū illā iblīs, qāla a asjudu li man khalaqta thīnā (maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Iblis berkata, “Apakah pantas aku bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah”).

Qāla a ra-aitaka hādzal ladzī karramta ‘alayya (iblis berkata, “Apakah menurut Engkau, ini orangnya yang telah Engkau muliakan atas diriku), yakni orang inikah yang Engkau jadikan lebih utama daripada aku dengan cara sujud.

La in akh-khartani (sungguh jika Engkau memberiku tangguh), yakni memberiku tenggang waktu.

Ilā yaumil qiyāmati la ahtanikanna (hingga hari kiamat, niscaya aku benar-benar akan menyesatkan), yakni akan menggelincirkan dan menguasai.

Dzurriyyatahū illā qalīlā (keturunannya, kecuali segelintir saja”) yang membangkang kepadaku.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [17]Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam[18],” lalu mereka sujud, kecuali iblis. Ia (Iblis) berkata, “Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”

[17] Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengingatkan tentang kerasnya permusuhan setan kepada manusia dan keinginannya untuk menyesatkan mereka (manusia).

[18] Sebagai penghormatan, bukan sujud ibadah.

  1. Ia (iblis) berkata, “Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan daripada aku[19]? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil[20].

[19] Yakni padahal aku Engkau ciptakan dari api.

[20] Yang Engkau jaga.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan) ingatlah (tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kalian kepada Adam.”) dengan sujud penghormatan yaitu dengan membungkukkan badan (lalu sujudlah mereka kecuali iblis. Dia berkata, “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah liat?”) lafal thiinan ini dinashabkan dengan cara mencabut huruf jarnya, yang asalnya adalah min thiinin; artinya dari tanah liat.
  2. (Iblis berkata, “Terangkanlah kepadaku) jelaskanlah kepadaku! (‘Inikah orangnya yang Engkau muliakan) yang Engkau utamakan (atas diriku?’) sehingga Engkau memerintahkan aku supaya bersujud kepadanya; di dalam ayat lain disebutkan bahwa ketika itu iblis berkata sebagaimana yang dikisahkan oleh firman-Nya: ‘Saya lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan saya dari api.’ (Q.S. Al-A`raf 12) (Sesungguhnya jika) huruf lam di sini bermakna qasam (Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat niscaya benar-benar akan aku sesatkan) menyesatkan (anak cucunya) dengan menggoda mereka (kecuali sebagian kecil.”) daripada mereka yang mendapat pemeliharaan dari-Mu.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. menyebutkan permusuhan iblis la’natullah terhadap Adam dan keturunannya, bahwa permusuhan itu merupakan permusuhan masa silam sejak Adam diciptakan. Karena sesungguhnya Allah Swt. telah memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepada Adam, maka bersujudlah mereka kepadanya kecuali iblis. Iblis membangkang dan sombong, tidak mau bersujud kepada Adam, karena merasa lebih tinggi dan memandang Adam hina. Ia mengatakan seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah? (Al-Isra: 61)

Di dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:

أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan saya dari api, sedangkan, dia Engkau ciptakan dari tanah liat. (Al-A’raf: 12)

Iblis berkata pula dengan nada yang kurang ajar terhadap Tuhan Yang Maha Agung sebagai ungkapan rasa keingkarannya, tetapi Tuhan bersikap sabar dan memberi masa tangguh kepadanya, yaitu:

قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ

Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? (Al-Isra: 62), hingga akhir ayat.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari ibnu Abbas, bahwa iblis berkata, “Aku benar-benar akan menguasai keturunannya kecuali sebagian kecil dari mereka.”

Menurut Mujahid, makna yang dimaksud ialah sungguh aku akan mengepung meraka.

Ibnu Zaid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah sungguh aku akan menyesatkan mereka.

Semua pendapat di atas berdekatan maknanya. Kesimpulan makna ialah “terangkanlah kepadaku inikah orang yang Engkau muliakan dan Engkau lebihkan atas diriku; sungguh jika Engkau memberi tangguh kepadaku, aku benar-benar akan menyesatkan keturunannya kecuali sebagian kecil dari mereka.”

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

«««« juz 14 «««««« juz 15 «««««« juz 16 ««««