Tidaklah Dapat Berkuasa Atas Hamba-hamba-Nya

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Israa’ ayat 65

0
28

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Israa’ ayat 65. Iblis tidaklah dapat berkuasa atas hamba-hamba-Nya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيلاً -٦٥

“Sesungguhnya terhadap hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga.” (Q.S. Al-Israa’ : 65)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Inna ‘ibādī laisa (sesungguhnya hamba-hamba-Ku) yang terlindung dari godaanmu.

Laka ‘alaihim sulthān (kamu tidak memiliki kekuasaan atas mereka), yakni tidak memiliki jalan (untuk menguasai mereka) dan kewenangan terhadap mereka.

Wa kafā bi rabbika wakīlā (dan cukuplah Rabb-mu sebagai pelindung), yakni sebagai penjamin atas apa yang Dia janjikan. Menurut yang lain, sebagai penjaga.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. “Sesungguhnya terhadap hamba-hamba-Ku[27], engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga[28].

[27] Yakni yang mukmin. Syaikh As Sa’diy berkata, “Setelah Allah memberitahukan apa yang ingin dilakukan setan terhadap manusia, Allah menerangkan sesuatu yang dapat menjaga diri dari fitnah (godaan)nya, yaitu beribadah kepada Allah, menegakkan keimanan dan bertawakkal.”

[28] Bagi orang yang bertawakkal dan melaksanakan perintah-Nya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya hamba-hamba-Ku) yang beriman (kamu tidak dapat berkuasa atas mereka) dengan kekuasaan dan kekuatanmu itu. (Dan cukuplah Rabbmu sebagai penjaga.”) yang memelihara mereka yang beriman dari godaan dan rayuanmu.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Adapun firman Allah Swt.:

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. (Al-Isra: 65)

Ayat ini merupakan pemberitahuan dari Allah Swt. bahwa Dia mendukung hamba-hamba-Nya yang beriman dan memelihara mereka dari godaan setan melalui Penjagaan-Nya. Karena itulah dalam akhir ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga. (Al-Isra: 65)

Yakni Pemelihara, Pendukung, dan Penolong.

وَقَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهيعة، عَنْ مُوسَى بْنِ وَرْدَان، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ الْمُؤْمِنَ ليُنْضي شَيَاطِينَهُ كَمَا يُنْضِي أَحَدُكُمْ بَعيرَه فِي السَّفَرِ

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, dari Musa ibnu Wardan, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya orang mukmin benar-benar dapat mengekang setan-setannya sebagaimana seseorang di antara kalian mengekang unta kendaraannya dalam perjalanan.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

«««« juz 14 «««««« juz 15 «««««« juz 16 ««««