Di Akhirat Dia Akan Buta

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Israa’ ayat 72

0
39

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Israa’ ayat 72. Barang siapa buta hatinya di dunia, maka di akhirat dia akan buta. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَمَن كَانَ فِي هَـذِهِ أَعْمَى فَهُوَ فِي الآخِرَةِ أَعْمَى وَأَضَلُّ سَبِيلاً -٧٢

Dan barang siapa buta (hatinya) di dunia ini, maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan (yang benar). (Q.S. Al-Israa’ : 72)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa mang kāna fī hādzihi a‘mā (dan barangsiapa yang terhadap [kenikmatan-kenikmatan] ini buta) dari bersyukur.

Fa huwa fil ākhirati (maka di akhirat ia), yakni terhadap kenikmatan surga.

A‘mā wa adlallu ka khalīlā (lebih buta dan lebih tersesat jalannya). Menurut satu pendapat, wa mang kāna fī hādzihi a‘mā (dan barangsiapa yang terhadap [kenikmatan-kenikmatan] ini buta) dari hujah dan keterangan;

fa huwa fil ākhiratia‘mā (maka di akhirat ia lebih buta);

wa adlallu sabīlā (dan lebih tersesat lagi jalannya) dari hujah.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan barang siapa buta (hatinya) di dunia ini[11], maka di akhirat dia akan buta[12] dan tersesat jauh dari jalan (yang benar).

[11] Dari melihat kebenaran dan dari tunduk kepadanya.

[12] Dari jalan yang mengarah kepada surga ketika di akhirat, karena ia tidak menempuh jalannya ketika di dunia, dan al jazaa’ min jinsil ‘amal (balasan diberikan sesuai amal yang dikerjakan).

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan barang siapa yang di alam ini) di dunia ini (buta) tidak dapat melihat perkara yang hak (niscaya di akhirat nanti ia akan lebih buta lagi) lebih tidak dapat melihat jalan keselamatan dan lebih tidak dapat membaca Al-Qur’an (dan lebih tersesat jalannya) lebih jauh dari jalan yang hak. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Bani Tsaqif, yaitu sewaktu mereka meminta kepada Nabi ﷺ supaya ia menjadikan lembah tempat tinggal mereka sebagai tanah suci dan dengan mendesak mereka mengajukan permintaan itu kepada Nabi ﷺ.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt:

Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini. (Al-Isra: 72)

Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah serta Ibnu Zaid mengatakan bahwa yang dimaksud ialah di dalam kehidupan dunia ini. Dan yang dimaksud dengan buta ialah buta terhadap hujah Allah, tanda-tanda kebesaran-Nya, dan keterangan-keterangan dari-Nya.

Niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta. (Al-Isra: 72)

maksudnya, demikian pula keadaannya, yakni buta pula.

Dan lebih sesat dari jalan (yang benar). (Al-Isra: 72)

Yakni jauh lebih sesat dari apa yang dialaminya di dunia. Semoga Allah melindungi kita dari hal seperti ini.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

«««« juz 14 «««««« juz 15 «««««« juz 16 ««««