Surga Firdaus Sebagai Tempat Tinggal

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Kahf ayat 107-108

0
36

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Kahf ayat 107-108. Untuk orang yang beriman dan beramal saleh, disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلاً -١٠٧- خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلاً -١٠٨

Sungguh, orang yang beriman dan beramal saleh, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana. (Q.S. Al-Kahf : 107-108)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Innal ladzīna āmanū (sesungguhnya orang-orang yang beriman) kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an.

Wa ‘amilush shālihāti (dan mengerjakan kesalehan-kesalehan), yakni ber-bagai ketaatan yang hanya antara mereka dengan Rabb-nya semata.

Kānat lahum jannātul firdausi (bagi mereka surga Firdaus), yakni surga yang paling tinggi derajatnya.

Nuzulā (sebagai tempat tinggal).

Khālidīna fīhā (mereka kekal di dalamnya), yakni mereka langgeng di dalamnya.

Lā yabghūna (mereka tidak menginginkan), yakni mereka tidak meminta.

‘Anhā hiwalā (pindah darinya).

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Sungguh, orang yang beriman[14] dan beramal saleh[15], untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal[16],

[14] Dengan hatinya.

[15] Dengan anggota badannya.

[16] Mereka ini meskipun tingkatan imannya berbeda-beda akan mendapatkan surga-surga Firdaus. Maksud surga-surga Firdaus bisa bagian atas surga dan tengahnya, dan bagian yang utamanya. Balasan ini diperuntukkan bagi orang yang menyempurnakan iman dan amal saleh, yaitu para nabi dan orang-orang yang didekatkan. Bisa juga maksudnya, semua tempat-tempat di surga. Oleh karena itu, balasan ini diperuntukkan kepada semua orang yang beriman meskipun berbeda-beda tingkatannya, baik orang-orang yang didekatkan, orang-orang yang berbakti, dan orang-orang yang pertengahan; masing-masing sesuai keadaannya. Makna seperti ini nampaknya lebih utama dipegang karena keumumannya, dan karena kata “jannah” (surga) disebutkan dengan bentuk jama’ (banyak). Di samping itu, kata firdaus biasa dipakai untuk kebun yang penuh dengan buah anggur atau pohon-pohon yang lebat, dan hal ini ada pada semua surga. Oleh karena itu, surga Firdaus merupakan jamuan untuk orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Jamuan apakah yang lebih besar daripadanya, di mana jamuan tersebut penuh dengan kenikmatan, baik bagi hati, ruh maupun badan, di dalamnya terdapat apa saja yang disenangi jiwa dan dinikmati oleh mata seperti tempat-tempat yang indah, kebun-kebun yang segar, pohon-pohon yang berbuah, burung-burung yang berkicau, makanan yang lezat, minuman yang enak, wanita yang cantik, pemandangan yang menarik, pelayanan dari anak-anak yang tetap muda, sungai-sungai yang mengalir, kenikmatan yang kekal, dan yang lebih tinggi, lebih utama dan lebih besar dari itu adalah kenikmatan dekat dengan Ar Rahman, mendapatkan ridha-Nya, melihat wajah-Nya, dan mendengarkan firman-Nya. Jika sekiranya manusia mengetahui sebagian nikmat itu dengan pengetahuan yang hakiki, tentu hati mereka akan melayang kepadanya karena merindukannya, dan mereka tidak lagi mengutamakan dunia yang fana, dan tidak akan menyia-nyiakan waktu yang ada, bahkan akan mengisinya dengan amal yang dapat memasukkan dirinya ke surga, akan tetapi kelalaian yang memenuhi dirinya, iman yang lemah, ilmu yang kurang dan keinginan yang lemah, sehingga terjadilah apa yang terjadi, wa laa haula wa laa quwwata illa billah.

  1. mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana[17].

[17] Yang demikian karena mereka tidak melihat di surga selain yang menyenangkan mereka dan mereka tidak melihat kenikmatan yang lebih daripada itu.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka) menurut ilmu Allah (adalah surga Firdaus) yaitu bagian tengah dan bagian teratas daripada surga. Idhafah di sini memberikan pengertian Bayan atau menjelaskan (menjadi tempat tinggal) tempat menetap mereka.
  2. (Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin) tidak meminta (berpindah daripadanya) pindah ke tempat yang lain.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. menceritakan tentang hamba-hamba-Nya yang berbahagia. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta membenarkan para rasul tentang apa yang disampaikan oleh mereka. Orang-orang yang demikian itu mendapat surga Firdaus.

Mujahid mengatakan bahwa surga Firdaus artinya taman menurut bahasa Romawi. Ka’b, As-Saddi, dan Ad-Dahhak mengatakan bahwa surga Firdaus adalah taman yang padanya terdapat pohon-pohon anggur. Abu Umamah mengatakan bahwa Firdaus adalah bagian tengahnya surga. Qatadah mengatakan bahwa Firdaus adalah puncak surga, letaknya paling tengah dan paling utama.

Sehubungan dengan hal ini ada sebuah hadis marfu’ yang diriwayatkan melalui Sa’id ibnu Jubair dari Qatadah, dari Al-Hasan, dari  Samurah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:

الْفِرْدَوْسُ ربوة الجنة، أوسطها وأحسنها

Firdaus adalah bagian puncak surga, letaknya paling di tengah dan paling indah.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ismail ibnu Muslim dari Al-Hasan, dari Samurah secara marfu’.

Qatadah telah meriwayatkan hal yang semisal melalui Anas ibnu Malik secara marfu’ dengan teks yang sama. Semuanya diriwayatkan oleh Ibnu Jarir rahimahullah.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan:

إِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ الْجَنَّةَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَعْلَى الْجَنَّةِ وَأَوْسَطُ الْجَنَّةِ، وَمِنْهُ تُفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

Apabila kalian meminta kepada Allah, mintalah kepada-Nya surga Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus adalah bagian tengah surga yang darinya berhulu semua sungai surga.

Firman Allah Swt.:

Menjadi tempat tinggal. (Al-Kahfi: 107)

Yakni sebagai tempat perjamuannya dan peristirahatannya.

Mereka kekal di dalamnya. (Al-Kahfi: 108)

Maksudnya, mereka menetap padanya dan tidak akan pergi darinya selama-lamanya.

Mereka tidak ingin berpindah darinya. (Al-Kahfi: 108)

Yaitu mereka tidak memilih tempat selain darinya, dan tidak suka kepada tempat lainnya. Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam perkataan seorang penyair yang menyebutkan dalam salah satu bait syairnya:

فَحَّلْت سُوَيدا القَلْب لَا أنَا بَاغيًا … سِوَاهَا وَلَا عَنْ حُبّها أتَحوّلُ …

Suwaida buah hatiku, aku tidak menginginkan selainnya, dan tidak pula mencintai yang lainnya.

Di dalam firman-Nya:

Mereka tidak ingin berpindah darinya. (Al-Kahfi: 108)

Terkandung pengertian yang menunjukkan bahwa mereka menginginkan surga Firdaus dan menyukainya. Karena sesungguhnya ada suatu pengertian yang mengatakan bahwa seseorang yang tinggal selamanya di suatu tempat akan merasa jenuh dan bosan. Untuk itu Allah Swt. menyebutkan bahwa sekalipun mereka menetap selamanya di dalam surga Firdaus, mereka tidak ingin berpindah darinya, tidak ingin pula pergi meninggalkannya atau menggantinya dengan tempat yang lain.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

«««« juz 15 ««««      «««« juz 16 ««««      «««« juz 17 ««««