Allah Telah Mudahkan Al-Qur’an

Tafsir Al-Qur’an: Surah Maryam ayat 97-98

0
153

Tafsir Al-Qur’an: Surah Maryam ayat 97-98. Allah telah mudahkan Al-Qur’an, peringatan bagi orang-orang kafir dan pembinasaan umat-umat terdahulu yang kafir. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِينَ وَتُنْذِرَ بِهِ قَوْمًا لُدًّا (٩٧) وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هَلْ تُحِسُّ مِنْهُمْ مِنْ أَحَدٍ أَوْ تَسْمَعُ لَهُمْ رِكْزًا (٩٨)

Maka sungguh, telah Kami mudahkan (Al-Qur’an) itu dengan bahasamu (Muhammad), agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang. Dan berapa banyak umat telah Kami binasakan sebelum mereka. Adakah engkau (Muhammad) melihat salah seorang dari mereka atau engkau mendengar bisikan mereka? (Q.S. Maryam : 97-98)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Fa innamā yassarnāhu bi lisānika (maka sesungguhnya Kami telah memudahkan Al-Qur’an itu pada lisanmu), yakni telah membuat kamu mudah membaca Al-Qur’an.

Li tubasy-syira bihi (supaya kamu dapat menyampaikan kabar gembira dengannya), yakni dengan Al-Qur’an.

Al-muttaqīna (kepada orang-orang yang bertakwa), yakni kepada orang-orang yang menjauhi kekafiran, kemusyrikan, dan perbuatan-perbuatan buruk.

Wa tuηdzira (dan memberi peringatan), yakni menakut-nakuti.

Bihī (dengannya), yakni dengan Al-Qur’an.

Qaumal luddā (kepada kaum yang membangkang), yakni yang membantah dengan kebatilan.

Wa kam ahlaknā qablahum (dan berapa banyak telah Kami binasakan sebelum mereka), yakni sebelum kaummu, hai Muhammad.

Ming qarn (genarasi), yakni generasi-genarasi terdahulu.

Hal tuhissu minhum min ahadin (apakah kamu mengetahui salah seorang dari mereka), yakni apakah kamu melihat salah seorang di antara mereka sesudah dibinasakan.

Au tasma‘u lahum rikzā (atau mendengar suara perlahan dari mereka), yakni suara mereka setelah mereka dibinasakan dan tak berbekas.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Maka sungguh, telah Kami mudahkan (Al-Qur’an) itu dengan bahasamu (Muhammad)[9], agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa[10], dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang[11].

[9] Dia memudahkan lafaz dan maknanya agar maksud tercapai dan dapat diambil manfaat.

[10] Dengan menyampaikan balasan atau pahala yang akan diperoleh orang yang bertakwa cepat atau lambat, demikian pula menyampaikan sebab yang menjadikannya dapat memperoleh kabar gembira itu.

[11] Yang sangat keras dalam kebatilannya, lagi kuat dalam kekafirannya.

  1. [12]Dan berapa banyak umat telah Kami binasakan sebelum mereka[13]. Adakah engkau (Muhammad) melihat salah seorang dari mereka atau engkau mendengar bisikan mereka[14]?

[12] Selanjutnya Allah mengancam mereka dengan pembinasaan-Nya kepada orang-orang yang mendustakan para rasul.

[13] Seperti kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, Fir’aun dan lainnya, ketika mereka tetap di atas kekafirannya padahal peringatan sudah sampai kepada mereka, maka Allah membinasakan mereka tanpa ada seorang pun yang tertinggal.

[14] Mereka tidak meninggalkan jejak dan tidak bersisa, tinggallah berita mreka yang menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang kemudian.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan dia) Al-Qur’an itu (dengan bahasamu) bahasa Arab (agar kamu dapat member kabar gembira dengan Al-Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa) yaitu orang-orang yang beruntung memperoleh iman (dan agar kamu memberi peringatan) menakut-nakuti (dengannya kepada kaum yang membangkang). Lafal Luddan adalah bentuk jamak dari lafal Aladdun artinya banyak membantah dengan kebatilan, mereka adalah orang-orang kafir Mekah.
  2. (Dan berapa banyak) banyak sekali (telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka) umat-umat di masa silam disebabkan kedustaan mereka terhadap Rasul (Adakah kamu melihat) menemukan (seorang pun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar?) Tentu saja tidak. Sebagaimana Kami telah membinasakan umat-umat di masa silam maka niscaya pula Kami akan membinasakan mereka, disebabkan kekafiran mereka itu.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an itu dengan bahasamu. (Maryam: 97)

Hai Muhammad, sesungguhnya Kami mudahkan Al-Qur’an ini dengan bahasa Arab yang jelas, fasih lagi sempurna.

agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al-Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa. (Maryam: 97)

Yakni orang-orang yang taat kepada Allah dan membenarkan Rasul-Nya.

dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang. (Maryam: 97)

Yaitu kaum yang menyimpang dari jalan yang hak dan cenderung kepada kebatilan.

Ibnu Abu Nujaih telah meriwayatkan dari Mujahid, bahwa makna kaum yang membangkang ialah kaum yang tidak lurus.

As-Sauri telah meriwayatkan dari Ismail (yakni As-Saddi), dari Abu Saleh sehubungan dengan makna firman-Nya: dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang. (Maryam: 97) Yakni kaum yang menyimpang dari jalan yang hak.

Ad-Dahhak mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al-aladd ialah kaum yang bersikap memusuhi.

Al-Qurazi mengatakan bahwa al-aladd artinya pendusta.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: kaum yang membangkang. (Maryam: 97) Yaitu kaum yang tuli. Sedangkan menurut lainnya adalah tuli pendengaran hatinya, yakni hatinya menolak perkara yang hak dan tidak mau mendengarkannya.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: kaum yang membangkang. (Maryam: 97) Bahwa yang dimaksud adalah orang-orang Quraisy.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: kaum yang membangkang. (Maryam: 97) Yaitu kaum yang pendurhaka. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Lais ibnu Abu Sulaim, dari Mujahid.

Ibnu Zaid mengatakan bahwa al-aladd artinya banyak berbuat aniaya, lalu ia membaca firman-Nya: padahal ia adalah penantang yang paling keras. (Al-Baqarah: 204)

Adapun firman Allah Swt.:

Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. (Maryam: 98)

yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan mendustakan rasul-rasul-Nya.

Adakah kamu melihat seorang pun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar? (Maryam: 98)

Yakni apakah kamu melihat seseorang dari mereka.

atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar. (Maryam: 98)

Menurut Ibnu Abbas, Abul Aliyah, Ikrimah, Al-Hasan Al-Basri, Sa’id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, dan Ibnu Zaid, Rikzan artinya suara.

Al-Hasan dan Qatadah mengatakan, bahwa apakah kamu melihat seseorang atau mendengar suara (mereka).

Ar-rikzu menurut istilah bahasa artinya suara yang samar-samar, seperti pengertian yang ada dalam bait syair yang mengatakan:

فَتَوجست رِكْز الْأَنِيسِ فَرَاعَها … عَنْ ظَهْر غَيب والأنيسُ سَقَامُها …

Ia merindukan bisikan kekasih yang telah pergi darinya, kini ia dilanda sakit rindu.

Demikian akhir Surah Maryam. Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dan kami memohon kesempurnaan kepada-Nya.

 .

«««« juz 15 ««««      «««« juz 16 ««««      «««« juz 17 ««««