Allah Maha Pengampun Bagi Orang yang Bertobat

Tafsir Al-Qur’an: Surah Thaahaa ayat 82

0
223

Tafsir Al-Qur’an: Surah Thaahaa ayat 82. Mengingatkan Bani Israil terhadap nikmat-nikmat Allah Subhaanahu wa Ta’aala kepada mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun bagi orang yang bertobat. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى (٨٢)

Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman dan beramal saleh, kemudian tetap dalam petunjuk. (Q.S. Thaahaa : 82)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa innī la ghaffārul li maη tāba (dan sesungguhnya Aku benar-benar Maha Pengampun kepada siapa pun yang bertobat) dari kemusyrikan.

Wa āmana (beriman) kepada Allah Ta‘ala.

Wa ‘amila shālihan (dan beramal saleh), yakni beramal secara ikhlas.

Tsummahtadā (kemudian ia tetap pada jalan yang benar), yakni kemudian ia akan melihat pahala amalnya menjadi kenyataan. Ada juga yang berpendapat, kemudian ia tetap berada dalam Sunnah (nabinya) dan jamaah, serta wafat dalam keadaan seperti itu. Akan tetapi, setelah Musa berangkat bersama tujuh puluh orang kaumnya menuju miqāt (tempat perjanjian yang telah Ditentukan Rabb-nya), Musa a.s. cepat-cepat mendahului ketujuh puluh orang itu.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [10]Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat[11], beriman[12] dan beramal saleh, kemudian tetap dalam petunjuk[13].

[10] Meskipun demikian, yakni seseorang sampai mengerjakan berbagai kemaksiatan, tetapi pintu tobat tetap terbuka selama ajal belum tiba.

[11] Dari syirk, bid’ah dan kefasikan.

[12] Yakni mentauhidkan Allah, atau beriman kepada rukun iman yang enam.

[13] Sampai akhir hayat. Orang yang seperti ini, yakni bertobat, beriman, beramal saleh dan istiqamah di atas petunjuk akan Allah ampuni dosa-dosanya, karena ia telah mengerjakan sebab terbesar untuk diampuni dosa dan diberi rahmat. Bahkan sebab-sebab diampuni dosa terletak pada semua ini; tobat menghapuskan kesalahan yang telah lalu, Islam dan Iman menghilangkan perbuatan buruk yang telah berlalu, amal saleh yang merupakan kebaikan dapat menghilangkan keburukan, dan menempuh jalan hidayah dengan segala macamnya (seperti belajar, mentadabburi ayat dan hadits sehingga paham maksudnya, mengajak manusia kepada Allah, membantah kekafiran, kebid’ahan, dan kesesatan, berjihad, berhijrah dsb. yang termasuk bagian hidayah) semuanya menghapuskan dosa-dosa.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat) dari kemusyrikan (dan beriman) mentauhidkan Allah (dan beramal saleh) yakni mengamalkan fardu dan sunah (kemudian tetap di jalan yang benar) tetap mengamalkan apa yang telah disebutkan di atas hingga umurnya habis.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh. (Thaha: 82)

Artinya, setiap orang yang bertobat kepada-Ku, Aku menerima tobatnya dari semua dosa yang dilakukannya. Sehingga Dia menerima tobat sebagian kaum Bani Israil yang menyembah anak lembu karena mereka benar-benar bertobat kepada-Nya.

Firman Allah Swt.:

orang yang bertobat. (Thaha: 82)

Yaitu kembali taat kepada Allah sesudah kafir atau musyrik atau melakukan maksiat atau munafik.

Firman Allah Swt.:

dan beriman. (Thaha: 82)

Yakni hatinya beriman.

dan beramal saleh. (Thaha: 82)

Yaitu membenarkan imannya dengan amal perbuatan saleh yang dilakukan oleh semua anggota tubuhnya.

kemudian tetap di jalan yang benar. (Thaha: 82)

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah kemudian tidak ragu lagi dalam keimanannya.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:  kemudian tetap di jalan yang benar. (Thaha: 82) Maksudnya, tetap berada pada tuntunan sunnah dan jamaah.

Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Mujahid, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: kemudian tetap di jalan yang benar. (Thaha: 82) Yakni tetap pada agama Islam hingga mati.

Sufyan ‘As-Sauri telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: kemudian tetap di jalan yang benar. (Thaha: 82) Yaitu meyakini bahwa perbuatannya itu ada balasan pahalanya.

Lafaz summa dalam ayat ini menunjukkan pengertian tartib (berurutan), seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ

Kemudian dia termasuk (pula) orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar. (Al-Balad: 17)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

«««« juz 15 ««««      «««« juz 16 ««««      «««« juz 17 ««««