Sebagian Kamu Sebagai Cobaan Bagi Sebagian yang Lain

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Furqaan ayat 20

0
162

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Furqaan ayat 20. Allah jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الأسْوَاقِ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا (٢٠)

Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat. (Q.S. Al-Furqaan : 20)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa mā arsalnāka qablaka (dan tidaklah Kami mengutus sebelum kamu), hai Muhammad ﷺ!

Minal mursalīna illā innahum la ya’kulūnath tha‘āma (rasul-rasul melainkan mereka juga benar-benar memakan makanan) sebagaimana kamu makan. Ayat ini merupakan jawaban atas pertanyaan mereka, “Mengapa rasul ini memakan makanan …?”

Wa yamsyūna fil aswāq (dan berjalan di pasar-pasar), yakni berjalan di jalan-jalan sebagaimana kita berjalan.

Wa ja‘alnā ba‘dlakum li ba‘dliη fitnah (dan Kami jadikan sebagian kalian cobaan bagi sebagian lainnya), yakni Kami menguji orang Arab dengan budak, orang terhormat dengan orang jelata, dan orang kaya dengan orang miskin. Allah Ta‘ala berkata kepada Abu Jahl dan teman-temannya:

A tashbirūna (maukah kalian bersabar) bersama para shahabat Nabi Muhammad ﷺ yaitu Salman dan kawan-kawannya, hingga kalian bersedia seagama dengan mereka, (melaksanakan) syariat yang sama dengan mereka, dan duduk berdampingan bersama mereka?

Wa kāna rabbuka bashīrā (dan adalah Rabb-mu Maha melihat) bahwasanya mereka (Abu Jahl dan teman-temannya) tidak dapat bersabar menjalani hal itu. Menurut satu pendapat,

a tashbirūna (maukah kalian bersabar), wahai shahabat Nabi Muhammad ﷺ dalam menghadapi gangguan mereka, sehingga kelak Kami akan melimpahkan pahala orang-orang yang bersabar kepada kalian?

Wa kāna rabbuka bashīrā (dan adalah Rabb-mu Maha Melihat), baik kepada orang-orang yang beriman maupun kepada orang-orang yang enggan beriman di antara mereka.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [25]Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar[26]. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain[27]. Maukah kamu bersabar[28]? Dan Tuhanmu Maha Melihat[29].

[25] Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman menjawab orang-orang yang mendustakan, yang mengatakan seperti yang disebutkan pada ayat 7 surah ini.

[26] Allah Subhaanahu wa Ta’aala tidak menjadikan mereka malaikat agar mereka dapat ditiru dan dijadikan teladan. Adapun masalah kaya dan miskin, maka yang demikian adalah cobaan dan hikmah (kebijaksanaan) Allah sebagaimana dijelaskan pada lanjutan ayat.

[27] Manusia diuji dengan rasul, apakah mereka akan taat atau tidak? Rasul diuji dengan mendakwahkan manusia, orang miskin diuji dengan orang kaya, orang sakit diuji dengan orang sehat, dan orang rendah diuji dengan orang terhormat, sehingga mereka berkata, “Mengapa aku tidak seperti dia yang kaya, yang sehat atau yang terhormat?” Oleh karena itu, tempat yang kita huni ini adalah tempat ujian, bukan tempat tujuan.

[28] Pertanyaan ini maksudnya perintah untuk bersabar, yakni maukah kamu untuk bersabar dengan melaksanakan kewajiban kamu? Yaitu tetap taat dan tetap meninggalkan maksiat, serta bersabar terhadap musibah dengan tidak keluh kesah.

[29] Siapa yang bersabar dan siapa yang berkeluh kesah.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelum kamu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar) maka kamu adalah sama seperti mereka dalam hal ini. Maksudnya, telah dikatakan pula hal yang serupa terhadap mereka, sebagaimana apa yang dikatakan kepadamu sekarang ini. (Dan Kami jadikan sebagian kalian cobaan bagi sebagian yang lain) yakni orang yang kaya dicoba dengan adanya orang fakir dan orang yang sehat dicoba dengan adanya orang yang sakit, dan orang yang terhormat dicoba dengan adanya orang yang rendah. Maka golongan yang kedua dari orang-orang tadi mengatakan, ‘Mengapa aku tidak seperti dia dalam segala hal?’ (Maukah kalian bersabar?) di dalam menghadapi perkataan yang kalian dengar dari orang-orang yang kalian mendapat cobaan dari mereka. Istifham atau kata tanya di sini mengandung arti perintah, maksudnya bersabarlah kalian (dan adalah Rabbmu Maha Melihat”) terhadap orang-orang yang sabar dan yang tidak sabar.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. berfirman, memberitahukan tentang para rasul terdahulu yang telah Dia utus, bahwa mereka memakan makanan dan memerlukan gizi, serta biasa berjalan di pasar-pasar untuk mencari mata pencaharian dan berdagang. Hal tersebut tidaklah bertentangan dengan keadaan mereka dan juga kedudukan mereka, karena sesungguhnya Allah Swt. telah menjadikan pada diri mereka tanda-tanda yang baik, sifat-sifat yang terpuji, ucapan-ucapan yang utama, amal perbuatan yang sempurna, dan mukjizat-mukjizat yang cemerlang serta dalil-dalil (bukti-bukti) yang jelas sehingga orang yang mempunyai hati yang sehat dan pandangan yang lurus akan membenarkan bahwa apa yang disampaikan oleh mereka itu dari Allah Swt. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain, yaitu:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلا رِجَالا نُوحِي إِلَيْهِمْ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى

Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk kota. (Yusuf: 109)

Dan firman Allah Swt.:

وَمَا جَعَلْنَاهُمْ جَسَدًا لَا يَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوا خَالِدِينَ

Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan. (Al-Anbiya: 8), hingga akhir ayat.

Adapun firman Allah Swt.:

Dan Kami jadikan sebagian kalian cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kalian bersabar? (Al-Furqan: 20)

Yaitu Kami uji sebagian kalian dengan sebagian yang lain, dan Kami cobai sebagian kalian dengan sebagian yang lain agar Kami mengetahui siapa orang yang taat dan siapa orang yang durhaka (di antara kalian). Karena itu, disebutkan oleh firman-Nya:

Maukah kalian bersabar? Dan adalah Tuhanmu Maha Melihat. (Al-Furqan: 20)

Yakni siapakah yang patut diberi wahyu. Pengertiannya sama dengan apa yang terkandung di dalam firman-Nya:

اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ

Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. (Al-An’am: 124)

Maksudnya, siapa yang berhak dianugerahi tugas kerasulan, dan siapa yang tidak berhak menerimanya.

Muhammad ibnu Ishaq telah mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: Dan Kami jadikan sebagian kalian cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kalian bersabar? (Al-Furqan: 20) Seakan-akan Allah berfirman, “Seandainya Aku menghendaki dunia ini Aku jadikan bersama para rasul-Ku, agar mereka tidak ditentang, tentulah Aku dapat melakukannya. Akan tetapi, sengaja Aku menghendaki untuk menguji hamba-hamba-Ku dengan para rasul-Ku, dan Aku menguji para rasul-Ku dengan mereka.”

Di dalam kitab Sahih Muslim telah diriwayatkan melalui Iyad ibnu Hammad, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:

يَقُولُ اللَّهُ: إِنِّي مُبْتَلِيك، ومُبْتَلٍ بِكَ

Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku akan mengujimu dan menguji (hamba-hamba)-Ku denganmu.”

Di dalam kitab musnad disebutkan dari Rasulullah ﷺ:

لَوْ شِئْتُ لَأَجْرَى اللَّهُ مَعِي جِبَالَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ

Seandainya aku menghendaki, tentulah Allah akan menjadikan untukku gunung-gunung itu emas dan perak.

Di dalam kitab sahih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah disuruh memilih antara menjadi seorang nabi lagi seorang raja atau menjadi seorang hamba lagi seorang rasul. Maka Nabi ﷺ memilih agar dirinya dijadikan seorang hamba lagi seorang rasul.

Demikianlah akhir juz 18. Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

«««« juz 17 ««««      «««« juz 18 ««««      «««« juz 19 ««««