Pengertian Teks Ulasan Berdasarkan Isi dan Objek Ulasannya

0
124

Halo sobat, suatu harapan setelah mempelajari materi ini adalah kita akan mampu menjelaskan pengertian teks ulasan berdasarkan isi dan objek ulasannya. Menyebutkan ciri-ciri dan tujuannya.

Ulasan yang dalam bahasa Inggris disebut review disebut juga dengan istilah resensi.

Menurut KBBI arti kata tersebut adalah:

ulas3 v, mengulas/meng-u-las/ v memberikan penjelasan dan komentar; menafsirkan (penerangan lanjut, pendapat, dan sebagainya); mempelajari (menyelidiki): banyak surat kabar ~ keterangan pemerintah tentang tindakan keuangan;

ulasan/ulas-an/ n kupasan; tafsiran; komentar: ~ ini merupakan tanggapan atas perubahan tugas Keluarga Berencana;~ berita ulasan di televisi mengenai berita-berita yang aktual; ~ buku pertimbangan mutu buku yang dalam pembicaraannya lebih ditekankan pada penilaian ilmiah dengan mengemukakan argumentasi yang cendekia; resensi; ~ pers siaran yang berisi komentar atas tajuk-tajuk surat kabar

resensi/re-sen-si/ /résénsi/ n pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku: majalah itu memuat — buku-buku yang baru terbit.

Dalam bentuk sederhana yang dimaksud dengan ulasan adalah komentar yang berupa lontaran-lontaran kata bagus, seru, lucu, mengasyikkan, ataupun ungkapan-ungkapan sejenisnya setelah membaca buku/e-book, menonton film, ataupun acara-acara televisi lain.

Menurut Gerot & Wignell, 1994; Hyland & Diani, 2009, “Ulasan juga dapat disebut review. Ulasan pada umumnya ditulis dalam bentuk artikel, sehingga teks ulasan juga dapat disebut artikel ulasan.”

Yang menjadi objek teks ulasan, misalnya: buku, film/drama, cerpen, puisi, novel, lagu, lukisan, dan karya seni lainnya.

Jadi, yang dimaksud dengan teks ulasan adalah suatu teks yang berisi pembahasan ataupun penilaian terhadap suatu buku atau karya-karya lain yang ditujukan untuk kepentingan orang lain.

Teks ulasan disusun berdasarkan tafsiran maupun pemahaman atas isi buku atau karya-karya lain. Berbeda dengan menafsirkan terhadap teks lain yang lebih tertuju pada kepentinganmu sendiri, penyusunan teks ulasan selalu ditujukan untuk kepentingan orang lain.

.

Ciri-ciri teks ulasan

A.  Teks ulasan disusun dengan struktur sebagai berikut:

  1. Identitas karya
  2. Orientasi
  3. Sinopsis
  4. Analisis
  5. Evaluasi

Selain itu, sering pula disertai rekomendasi yang berisikan saran-saran kepada pembaca.

B.  Teks ulasan memiliki kekhasan kaidah kebahasa, seperti:

  • Banyak menggunakan konjungsi penerang, seperti bahwa, yakni, yaitu.
  • Banyak menggunakan konjungsi temporal, seperti sejak, semenjak, kemudian, akhirnya.
  • Banyak menggunakan konjungsi penyebab, seperti karena, sebab.
  • Menggunakan pernyataan-pernyataan yang berupa saran atau rekomendasi pada bagian akhir teks. Hal ini ditandai oleh kata jangan, harus, hendaknya.

.

Tujuan teks ulasan

Tujuan dari teks ulasan diantaranya:

  1. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan buku atau karya-karya lain yang diulas.
  2. Untuk memberikan gambaran dan penilaian umum dari sebuah buku atau karya-karya lain.
  3. Untuk memberikan masukan kritis kepada penulis atau pencipta karya dan memberikan saran terhadap isi, substansi, atau cara penulisan buku atau karya-karya lain.
  4. Untuk mengetahui latar belakang dan alasan buku atau karya-karya lain tersebut dipublikasikan.
  5. Untuk menguji kualitas buku atau karya-karya lain dan membandingkannya dengan karya lainnya.

.

Teks ulasan sebagai bahan pembelajaran

Teks ulasan dijadikan sebagai bahan pembelajaran di sekolah. Terutama untuk tingkat SMP sesuai dengan Kurikulum 2013 Edisi Revisi  ditetapkan kompetensi dasar:

  • Mengidentifikasi informasi pada teks ulasan tentang kualitas karya (film, cerpen, puisi, novel, dan karya seni daerah) yang diperdengarkan dan dibaca.
  • Menceritakan kembali isi teks ulasan tentang kualitas karya (film, cerpen, puisi, novel, karya seni daerah) yang dibaca atau didengar.
  • Menelaah struktur, kebahasaan, dan isi teks ulasan (film, cerpen, puisi, novel, karya seni daerah) yang diperdengarkan dan dibaca.
  • Menyajikan tanggapan tentang kualitas karya (film, cerpen, puisi, novel, karya seni daerah, dll.) dalam bentuk teks ulasan dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, atau aspek lisan.

.

Contoh Teks Ulasan

Identitas Buku

Judul                : Atheis

Pengarang        : Achdiat K. Mihardja

Penerbit            : Balai Pustaka

Tahun terbit     : 1949 (cetakan pertama)

Tebal halaman : 232 halaman

Atheis merupakan salah satu novel terbaik yang memperoleh hadiah tahunan Pemerintah RI tahun 1969. R.J. Maguire menerjemahkan novel ini ke bahasa Inggris tahun 1972. Sementara itu, Sjuman Djaya mengangkatnya ke layar perak tahun 1974 dengan judul yang sama.

Novel ini menceritakan perjalanan hidup tokoh Hasan. Dari kecil ia dididik menjadi anak yang saleh. Ia begitu taat beribadah. Begitu juga dengan orang tuanya adalah pemeluk Islam yang fanatik. Orang tua Hasan menyekolahkan di MULO. Di sekolah itu dia bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Rukmini.  Hubungan keduanya semakin akrab. Mereka saling jatuh cinta. Rupanya kisah cinta mereka tidak bisa berlangsung lama. Oleh orang tuanya, Rukmini disuruhkembali ke Jakarta. Ia akan dipinang oleh seorang saudagar kaya. Ia menuruti nasihat orang tuanya dengan menerima pinangan saudagar kaya tersebut meski pernikahan itu tidak disertai rasa cinta.

Kejadian itu membuat hati Hasan hancur. Ia menjadi frustrasi. Untuk menghilangkan bayangan Rukmini dari hidupnya, ia mengikuti aliran tarekat seperti yang telah lama dianut orang tuanya. Ia semakin taat beribadah. Akan tetapi, kehidupannya berubah ketika dia bertemu teman lamanya, yaitu Rusli. Temannya itu datang bersama seorang wanita cantik bernama Kartini. Ia adalah perempuan modern dan pergaulannya bebas. Ia juga seorang janda. Ternyata sejak perjumpaan itu, Hasan menaruh hati pada Kartini. Alasannya, Kartini memiliki karakter yang hampir sama dengan Rukmini.

Semenjak Hasan mencintai Kartini, dia pun juga bergaul dengan teman-teman Kartini. Hasan mencoba untuk menyadarkan Kartini dan Rusli dengan memberikan ceramah-ceramahnya. Akan tetapi, karena Rusli juga pandai bicara, kemudian dialah yang berbalik memengaruhi Hasan. Tanpa disadari, pemikiran-pemikiran Rusli melekat di kepala Hasan. Mulanya, Hasan tidak terpengaruh. Namun, keyakinannya mulai goyah ketika dia dikenalkan dengan seorang yang tidak percaya Tuhan, yaitu Anwar. Pengetahuan Anwar tentang ketuhanan begitu luas.

Sejak saat itulah pemahaman Hasan tentang agama mulai berubah. Ia mulai meragukan keberadaan Tuhan. Hasan semakin tersesat dari agama. Pergaulannya semakin bebas. Ia kemudian menikahi Kartini. Pernikahan mereka didasarkan atas rasa suka sama suka. Pernikahan mereka ternyata tidak bahagia. Kehidupan rumah tangga mereka berantakan. Pergaulan Kartini semakin bebas. Lama-kelamaan Hasan cemburu karena hubungan Kartini dengan Anwar semakin dekat. Hasan menganggap Kartini telah selingkuh.

Kejadian itu telah menyadarkan kembali Hasan tentang agama. Ia menyesal dan merasa berdosa atas apa yang telah diperbuat. Pergaulan bebasnya dengan teman-teman yang tidak percaya Tuhan membuatnya tersesat dan ragu dengan keberadaan Tuhan.

Hasan memutuskan bercerai dengan Kartini dan ia pun pulang kampung.Ia ingin meminta maaf kepada ayahnya. Sesampainya di kampung, ia menjumpai ayahnya sedang sakit keras. Ternyata ayahnya tidak mau memaafkan Hasan, bahkan sampai maut menjemputnya. Ayah Hasan tetap berada pada pendirianya.

Hasan merasa bahwa semua itu terjadi karena perbuatan Anwar. Ia menaruh dendam pada Anwar dan berniat membunuhnya. Pada suatu malam, ia melaksanakan rencana itu. Kemudian, ia mencari Anwar. Karena pada waktu itu situasi sedang tidak aman, diberlakukanlah jam malam. Nahas menimpa Hasan. Belum sempat melaksanakan niatnya, ia malah tertembak. Akan tetapi, sebelum meninggal, ia masih sempat mengingat Allah dengan berkali-kali menyebut asma-Nya.

Novel ini banyak memberikan pelajaran kepada pembacanya. Kita harus pandai bergaul dengan orang lain. Jangan sampai salah pergaulan hingga pada akhirnya kita malah tersesat, bahkan sampai mengingkari ajaran agama. Kita harus senantiasa berpegang teguh pada agama dan selalu meyakini keberadaan Tuhan.

Nilai moral yang kedua adalah hendaknya kita mau memaafkan kesalahan orang lain yang sudah bertobat. Jangan seperti tokoh ayah Hasan yang tidak mau memaafkan kesalahan anaknya bahkan sampai ajal menjemputnya. Manusia adalah tempat salah dan lupa. Setiap manusia pasti mempunyai kesalahan, tetapi suatu saat juga akan kembali ke jalan yang benar. Jika Tuhan Maha Pengampun, Pengasih, dan Penyayang, mengapa manusia tidak bisa, apalagi demi memaafkan anaknya sendiri. Bahasa novel ini lugas dan mudah dipahami. Sayangnya, novel ini sudah sangat langka sehinga sulit diperoleh.

Sumber: Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VIII Edisi Revisi 2017.

.

Penelusuran yang terkait: di sini ….

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here