Senin, Juli 22, 2019
Beranda Bahasa Indonesia Berbahasa Menjelaskan Kembali Teks Ulasan

Menjelaskan Kembali Teks Ulasan

0
200

Sobat … Setelah mempelajari materi ini, semoga kita mampu menjelaskan kembali teks ulasan yang telah dibaca, baik secara lisan ataupun tertulis.

Manfaat dari kegiatan menjelaskan kembali teks ulasan yang telah dibaca itu banyak sekali, di antaranya: dapat meningkatkan daya kritis, memunculkan sikap apresiatif, meningkatkan pemahaman, dan menambah pengetahuan. Jadi, kita akan diajak untuk bersikap menghargai dan selalu kritis ketika memahami suatu karya.

Adapun aspek yang kita jelaskan itu dapat berupa penambahan pengetahuan dan pemahaman kita tentang suatu karya, baik itu tentang isi dan kualitas keseluruhannya.

Mari kita perhatikan teks berikut.

Judul              : ”Beth”

Bintang           : Inne Febriyanti, El Manik, Lola Amaria, Reny Djajusman, Saut Sitompul

Sutradara        : Aria Kusumadewa

Produser         : Aria Kusumadewa, Nurul Arifin, Inne Febriyanti, dan Rio Kondo

Skenario         : Nana J. Mulyana

Fotografi        : Enggong Supardi

Produksi         : PT Sinemata

Durasi            : 85 menit

“Adakah kata-kata sehat yang keluar dari mulut orang gila?” Ini pertanyaan sederhana. Namun, layaknya pertanyaan sederhana, yang ini pun membutuhkan jawaban yang rumit. Celakanya, jawaban dari pertanyaan inilah yang akan menentukan persepsi penonton terhadap Beth, film terbaru garapan sutradara muda Aria Kusumadewa.

Mereka yang memilih jawaban positif, dengan sendirinya akan mencerna Beth sebagai sebuah film alternatif yang kaya makna. Sebaliknya, bagi pemilih jawaban negatif, tak lagi perlu memaksakan diri untuk menikmatinya. Hal ini karena dari awal hinga akhir, Beth hanya mengambil satu setting: kehidupan di suatu rumah sakit jiwa.

Inti cerita film ”Beth” berkisah cinta yang tragis antara Beth atau Elizabeth (Inne Febriyanti) dan Pesta (Bucek), sebagai dua anak manusia yang hidup dalam lingkungan sosial berbeda. Tak direstui oleh orang tua Beth yang jenderal. Kehidupan asmara Beth-Pesta pun berakhir mengenaskan. Pesta masuk penjara karena tertangkap ketika mengonsumsi narkoba. Beth jadi gila lantaran tak kuat menanggung deritanya. Lebih tragis lagi, keduanya dipertemukan kembali di Rumah Sakit Jiwa Manusia.

Akan tetapi, kisah cinta Beth-Pesta hanyalah bingkai semata. Inti film ”Beth” yang sebenarnya tentang sejumlah karakter yang kemudian muncul dalam kehidupan para penghuni rumah sakit jiwa itu. Di sana ada penyair gila yang kerjanya hanya menulis dan membaca puisi. Ada politikus gila akibat obsesinya untuk menduduki kursi kepresidenan tak pernah tercapai.

Di rumah sakit tersebut ada juga seorang perawat yang terpaksa mengabdi karena ia tak diterima masyarakat lantaran pernah dirawat di rumah sakit jiwa itu. Ada pula pasien yang gila justru lantaran terobsesi jadi dokter jiwa. Tingkah para profesional gila yang dirangkai dalam akting yang kemudian melahirkan sejumlah pesan moral Aria.

Melalui tokoh Beth, Aria ingin menawarkan pandangan baru lewat suatu ‘kerajaan’ yang dibangunnya. Bukan di dunia waras tidak pula di dunia gila, tetapi di antara keduanya. “Melalui film ini saya hanya ingin mengungkap realitas dalam ekspresi yang jujur. Tak lebih dari itu,” kata Aria.

Menurutnya, seperti juga dunia waras, kehidupan di ‘dunia gila’ juga memiliki logika sendiri. Itu sebabnya ada orang gila yang ternyata berpikiran justru lebih logis ketimbang orang sehat. “Sebaliknya, banyak juga orang yang mengaku sehat, tetapi berperilaku tak lebih baik dari orang gila,” tambah Aria.

Bagaimana pun keadaannya, film ”Beth” merupakan ungkapan semangat pemberontakan Aria pada sesuatu yang mapan. Dari sana Aria ingin memberi isyarat bahwa sudah waktunya kita mengkritisi idiom-idiom sesat yang kini terlanjur hidup dalam masyarakat kita. Jelasnya, memandang hidup secara lebih jujur adalah sebuah kebutuhan mendesak.

Tentang pesan moral ini, pengamat kesenian Afrizal Malna mengatakan, tak dapat tertangkap dengan jelas di film ”Beth”. “Semua karakter dimainkan bagus dengan porsi yang sama sehingga tak terlihat adanya penonjolan karakter tertentu,”katanya.

Ia justru melihat ”Beth” sebagai gambaran kian sempitnya ruang di masyarakat yang patut dijadikan tempat manusia untuk berkreasi satu-satunya ruang yang tersisa bagi Aria adalah rumah sakit jiwa. “Tapi, soal apakah ini pilihan yang paling tepat, tentu tetap perlu dipertanyakan,” katanya.

Meskipun demikian, semua itu bersifat multitafsir. Film ”Beth” tampak istimewa karena pendekatan Aria yang unik dibanding sineas lain. Nurul Arifin melihat film karya Aria ini tak ubahnya suatu realitas yang didekati dengan cara yang berkebalikan dari pendekatan yang dilakukan Garin Nugroho dalam karya-karyanya. “Beda dengan karya-karya Garin yang menggambarkan realitas sosial yang selalu dari sisi kehidupan yang manis-manis, Aria lebih suka mendekatinya dari sisi-sisi yang lebih pahit,” kata Nurul. “Itu sebabnya semangat Aria ini perlu didukung penuh. (Republika)

.

Kegiatan Latihan

Beberapa hal yang dapat dapat kita jelaskan kembali setelah membaca teks tersebut, misalnya tersaji dalam latihan soal berikut.

Pilihlah pada jawaban yang paling tepat! Usahakan diisi semua, supaya di kala klik Submit di bawah akan muncul nilai Anda.

Welcome to your Menjelaskan Kembali Teks Ulasan

Teks tersebut menjelaskan ….
Inti film “Beth” yang sebenarnya tentang berkisah tentang ….
Latar film “Beth”  terjadi  ….
Film itu mengungkapkan semangat ….
Semua karakter tokoh di dalamnya dimainkan bagus … porsi yang sama sehingga tidak terlihat adanya penonjolan karakter tertentu.

Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat rumpang di atas adalah ….
Ia justru melihat ”Beth” sebagai gambaran kian sempitnya ruang dimasyarakat yang patut di jadikan tempat manusia untuk berkreasi.

Perbaikan yang tepat untuk kalimat tersebut adalah ….
Mereka yang memilih jawaban positif, dengan sendirinya akan mencerna Beth sebagai sebuah film alternatif yang kaya makna.

Makna kata mencerna pada kalimat tersebut adalah ….
Pernyataan yang sesuai dengan isi teks tersebut adalah ….
Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi teks tersebut adalah ….
Pernyataan yang sesuai dengan isi kutipan paragraf terakhir adalah ….

.

.

Penelusuran yang terkait: di sini….

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/kecilnya/public_html/wp-includes/functions.php on line 3769