Ketika Azab Menimpa

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Qashash ayat 47

0
327

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Qashash ayat 47. Sikap kaum musyrik ketika azab menimpa mereka, keadaan mereka yang selalu mengingkari bukti, padahal dahulu memintanya, dan penjelasan bahwa Al Qur’an adalah kitab yang paling sempurna. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  وَلَوْلا أَنْ تُصِيبَهُمْ مُصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَيَقُولُوا رَبَّنَا لَوْلا أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولا فَنَتَّبِعَ آيَاتِكَ وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (٤٧)

Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan, “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada Kami, agar kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan termasuk orang mukmin.” (Q.S. Al-Qashash : 47)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa lau lā aη tushībahum mushībatum bimā qaddamat aidīhim fa yaqūlu. (dan agar mereka, ketika azab menimpa mereka disebabkan oleh perbuatan mereka, tidak mengatakan), yakni agar ketika kaum Quraisy ditimpa azab pada hari kiamat yang disebabakan oleh perbuatan mereka dalam kekafiran, mereka tidak mengatakan:

Rabbanā (“Rabbana), yakni ya Tuhan kami.

Lau lā arsalta ilainā rasūlan (mengapa Engkau tidak Mengutus seorang rasul kepada kami) yang membawa kitab sebelum menimpakan azab ini.

Fa nattabi‘a āyātika (lalu kami pun akan mengikuti ayat-ayat Engkau) dan Rasul Engkau.

Wa nakūna minal mu’minīn (dan jadilah kami termasuk orang-orang yang beriman”) kepada kitab dan rasul itu. Jika tidak karena alasan itu, tentulah Kami sudah membinasakan mereka sebelummu. Akan tetapi, Kami mengutusmu dengan membawa Al-Qur’an kepada mereka agar mereka tidak punya alasan seperti itu terhadap Kami.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan[10], “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada Kami, agar kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan termasuk orang mukmin[11].”

[10] Berupa kekafiran dan kemaksiatan.

[11] Yakni, oleh karena itulah Kami mengutus engkau wahai Muhammad untuk menyingkirkan hujjah mereka dan agar mereka tidak berbicara seperti itu.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan agar mereka sewaktu ditimpa musibah) azab (disebabkan apa yang telah di kerjakan oleh tangan-tangan mereka) berupa kekafiran dan selainnya (mereka tidak akan mengatakan, “Ya Rabb kami! Mengapa tidak) yakni kenapa tidak (Engkau utus seorang Rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau) yang dibawa oleh Rasul Engkau (dan jadilah kami termasuk orang-orang yang beriman”) Jawab dari lafal Laula dibuang, dan lafal yang sesudahnya merupakan Mubtada. Maksudnya, seandainya tidak karena azab yang menimpa mereka sebagai penyebab dari perkataannya. Atau maksudnya, seandainya tidak ada perkataan mereka yang menyebabkan turunnya azab, niscaya akan Kami segerakan kepada mereka azab itu, dan niscaya pula Kami tidak akan mengutusmu kepada mereka sebagai seorang Rasul.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. berfirman:

Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan, “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami.” (Al-Qashash: 47)

Yakni Kami utus kamu kepada mereka untuk menegakkan hujah terhadap mereka dan agar tiada alasan lagi bagi mereka manakala azab Allah datang menimpa mereka disebabkan kekafiran mereka, yang mana mereka pasti akan beralasan bahwa belum pernah datang kepada mereka seorang utusan dan pemberi peringatan. Sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Swt. sesudah menyebutkan bahwa Dia telah menurunkan Kitab-Nya yang diberkati, yaitu Al-Qur’an:

أَنْ تَقُولُوا إِنَّمَا أُنزلَ الْكِتَابُ عَلَى طَائِفَتَيْنِ مِنْ قَبْلِنَا وَإِنْ كُنَّا عَنْ دِرَاسَتِهِمْ لَغَافِلِينَ أَوْ تَقُولُوا لَوْ أَنَّا أُنزلَ عَلَيْنَا الْكِتَابُ لَكُنَّا أَهْدَى مِنْهُمْ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ

(Kami turunkan Al-Qur’an itu) agar kamu (tidak) mengatakan bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami, dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca. Atau agar kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya jikalau kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk dari mereka.” Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat. (Al-An’am: 156-157)

Dan firman Allah Swt. lainnya yang mengatakan:

رُسُلا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. (An-Nisa: 165)

Dan Firman Allah Swt.:

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَى فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ أَنْ تَقُولُوا مَا جَاءَنَا مِنْ بَشِيرٍ وَلا نَذِيرٍ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَشِيرٌ وَنَذِيرٌ

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan, “Tidak datang kepada kami, baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan.” Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. (Al-Maidah: 19), hingga akhir ayat.

Ayat-ayat mengenai hal ini cukup banyak.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

«««« juz 19 ««««      «««« juz 20 ««««      «««« juz 21 ««««