Dia yag Menciptakan Langit dan Bumi

Tafsir Al-Qur’an: Surah As-Sajdah ayat 4

0
299

Tafsir Al-Qur’an: Surah As-Sajdah ayat 4. Kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Dia yag menciptakan langit dan bumi. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا شَفِيعٍ أَفَلا تَتَذَكَّرُونَ (٤)

Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Bagimu tidak ada seorang pun pelindung maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (Q.S. Al- As-Sajdah : 4)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Allāhul ladzī khalaqas samāwāti wal ardla wa mā bainahumā (Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada di antara keduanya), yakni semua makhluk dan hal-hal menakjubkan yang ada di antara langit dan bumi.

Fī sittati ayyāmin (dalam enam hari) dari hari-hari permulaan dunia. Yang satu harinya sama dengan seribu tahun menurut perhitungan tahun-tahun dunia. Hari pertamanya adalah Ahad, dan hari terakhirnya adalah hari Jum‘at.

Tsummastawā ‘alal ‘arsy (kemudian Dia bersemayam di atas Arasy), yakni Allah Ta‘ala berada di atas Arasy sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.

Mā lakum (tidak ada bagi kalian), hai penduduk Mekah.

Miη dūnihī (selain daripada-Nya), yakni selain dari Allah Ta‘ala.

Miw waliyyin (seorang penolong pun), yakni seorang teman dekat yang dapat memberimu manfaat.

Wa lā syafī‘ (dan tidak pula seorang pemberi syafaat) yang dapat memberimu pertolongan dari azab Allah Ta‘ala.

A fa lā tatadzakkarūn (maka tidakkah kalian ingat), yakni tidakkah kalian mengambil pelajaran dari Al-Qur’an, kemudian kalian beriman?

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari[6], kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy[7]. Bagimu tidak ada seorang pun pelindung[8] maupun pemberi syafaat[9] selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan[10]?

[6] Awalnya hari Ahad, dan akhirnya hari Jum’at. Allah Subhaanahu wa Ta’aala sesungguhnya mampu menciptakan dalam sekejap, akan tetapi Dia Maha Lembut lagi Maha Bijaksana.

[7] Bersemayam di atas ‘Arsy adalah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dan keagungan-Nya.

[8] Yang mengurusi semua urusanmu, sehingga dia memberimu manfaat.

[9] Untuk menghindarkan azab-Nya ketika datang.

[10] Sehingga kamu mengetahui, bahwa yang menciptakan langit dan bumi, yang bersemayam di atas ‘arsy, yang sendiri mengatur dan mengurusmu dan yang memiliki semua syafaat, Dialah yang berhak diibadahi.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Allahlah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari) dimulai dari hari Ahad dan selesai pada hari Jumat (kemudian Dia berkuasa di atas Arasy) kata Arasy menurut terminologi bahasa artinya singgasana seorang raja, maksudnya kekuasaan yang layak bagi kebesaran dan keagungan-Nya. (Tidak ada bagi kalian) hai orang-orang kafir Mekah (selain daripada-Nya) yakni selain-Nya (seorang penolong pun) lafal min waliyyin adalah isim daripada maa zaidah hanya ditambahi dengan huruf min pada permulaannya. Makna yang dimaksud ialah tiada seorang penolong pun (dan tidak pula seorang pemberi manfaat) yang dapat menolak azab Allah dari diri kalian. (Maka apakah kalian tidak memperhatikan) hal ini, yang oleh karenanya kalian mau beriman?

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. memberitahukan bahwa Dialah Yang Menciptakan segala sesuatu, dan Dia menciptakan langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya dalam enam hari, kemudian Dia berkuasa di atas ‘Arasy. Pembahasan mengenai makna bersemayam (berkuasa) ini telah dijelaskan sebelumnya.

Tidak ada bagi kamu selain dari-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafaat. (As-Sajdah: 4)

Bahkan Dialah Yang Menguasai semua urusan, Yang Menciptakan sesuatu bagimu, Yang Mengatur segala sesuatu, Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maka tiada seorang penolong pun bagi makhluk-Nya selain Dia. Tiada pula seorang pemberi syafaat pun memberikan syafaatnya kecuali setelah mendapat izin dari-Nya.

Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (As-Sajdah: 4)

Hai orang-orang yang menyembah selain Allah dan yang berserah diri kepada selain Dia. Mahasuci dan Mahatinggi Allah dari semua tandingan atau sekutu atau pembantu atau lawan atau imbangan; tidak ada Tuhan dan tidak ada Rabb selain Dia.

Imam Nasai sehubungan dengan hal ini telah mengetengahkan sebuah hadis.

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ الْحَدَّادُ، حَدَّثَنَا الْأَخْضَرُ بْنُ عَجْلان، عَنْ أَبِي جُريْج الْمَكِّيِّ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِي فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ، ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ فِي الْيَوْمِ السَّابِعِ، فَخَلَقَ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ، وَالْجِبَالَ يَوْمَ الْأَحَدِ، وَالشَّجَرَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ، وَالْمَكْرُوهَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ، وَالنُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ، وَالدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيسِ، وَآدَمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِي آخِرِ سَاعَةٍ مِنَ النَّهَارِ بَعْدَ الْعَصْرِ، وَخَلَقَهُ مِنْ أَدِيمِ الْأَرْضِ، بِأَحْمَرِهَا وَأَسْوَدِهَا، وَطِيبِّهَا وَخَبِيثِهَا، مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ جَعَلَ اللَّهُ مَنْ بَنِي آدَمَ الطَّيِّبَ وَالْخَبِيثَ

Untuk itu dia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Ya’qub, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnus Sabbah, telah menceritakan kepada kami Abu Ubaidah Al-Haddad, telah menceritakan kepada kami Al-Akhdar ibnu Ajian, dari Abu Juraij Al-Makki, dari Ata, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya, lalu bersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya selama enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy pada hari ketujuhnya. Dia menciptakan bumi pada hari Sabtu, gunung-gunung pada hari Ahad, pepohonan pada hari Senin, hal yang tidak disukai pada hari Selasa, Cahaya pada hari Rabu, hewan-hewan pada hari Kamis, dan Adam pada hari Jumat; yaitu di penghujung siang hari sesudah Asar. Allah menciptakannya dari lapisan tanah yang merah, dan yang hitam, dan yang baik, serta yang buruknya; karena itulah maka Allah menjadikan sebagian dari Bani Adam ada yang baik dan ada yang buruk.

Demikianlah menurut apa yang diketengahkan oleh Imam Nasai berikut sanad dan matannya.

Imam Muslim dan Imam Nasai telah mengetengahkannya pula melalui hadis Hajjaj ibnu Muhammad Al-A’war, dari Ibnu Juraij, dari Ismail ibnu Umayyah, dari Ayyub ibnu Khalid, dari Abdullah ibnu Rafi’, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ dengan lafaz yang semisal dengan hadis di atas.

Imam Bukhari menilainya lemah hadis ini di dalam kitab Tarikhul Kabir-nya, untuk itu Imam Bukhari mengatakan bahwa sebagian dari mereka ada yang menuturkan bahwa Abu Hurairah menerima hadis ini dari Ka’bul Ahbar; dan inilah yang paling sahih. Hal yang sama dikatakan oleh para ahli huffaz hadis yang bukan hanya seorang, mereka mengatakan bahwa hadis ini lemah.

Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

«««« juz 20 ««««      «««« juz 21 ««««      «««« juz 22 ««««