Balasan dan Hukuman

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ ayat 4-5

0
94

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ ayat 4-5. Penjelasan tentang balasan untuk kaum mukmin dan hukuman bagi orang-orang kafir. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (٤) وَالَّذِينَ سَعَوْا فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مِنْ رِجْزٍ أَلِيمٌ (٥)

Agar Dia (Allah) memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga). Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab kami), mereka itu akan memperoleh azab, yaitu azab yang sangat pedih. (Q.S. Saba’ : 4-5)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Li yajziyal ladzīna āmanū (supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang beriman) kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an.

Wa ‘amilush shālihāti (dan mengerjakan amal-amal saleh), yakni mengerjakan berbagai kebajikan yang berhubungan dengan Rabb-nya.

Ulā-ika lahum maghfiratun (mereka itulah orang-orang yang mendapat ampunan) atas dosa-dosa mereka di dunia.

Wa rizqung karīm (dan rezeki yang mulia), yakni pahala yang baik di dalam surga.

Wal ladzīna sa‘au (dan orang-orang yang bertindak), yakni yang mendustakan.

Fī āyātinā (terhadap ayat-ayat Kami), yakni Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an.

Mu‘ājizīna (dengan anggapan dapat melemahkan [Azab Kami]), mereka itu tidak akan luput dari azab Kami.

Ulā-ika lahum ‘adzābum mir rijzin alīm (mereka akan mendapat azab berupa azab yang pedih), yakni azab yang menyakitkan.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [16]agar Dia (Allah) memberi balasan kepada orang-orang yang beriman[17] dan mengerjakan kebajikan[18]. Mereka memperoleh ampunan[19] dan rezeki yang mulia (surga)[20].

[16] Selanjutnya Allah menjelaskan maksud dari kebangkitan.

[17] Dengan hati mereka, mereka membenarkan Allah dan Rasul-Nya dengan pembenaran yang pasti.

[18] Sebagai bentuk pembenaran terhadap iman mereka.

[19] Terhadap dosa-dosa mereka, disebabkan iman dan amal mereka. Dengan ampunan-Nya semua keburukan dan hukuman terhindar.

[20] Karena ihsan mereka. Semua yang diharapkan dan dicita-citakan oleh mereka, mereka memperolehnya.

  1. Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab kami)[21], mereka itu akan memperoleh azab, yaitu azab yang sangat pedih[22].

[21] Yakni untuk melemahkan orang yang membawanya dan Tuhan yang menurunkannya, sebagaimana mereka menganggap Dia tidak mampu membangkitkan manusia setelah mati.

[22] Baik bagi badan maupun hati mereka.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Supaya Allah memberi balasan) pada hari kiamat itu (kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezeki yang mulia.”) rezeki yang baik di surga.
  2. (Dan orang-orang yang berusaha untuk) menentang atau membatalkan (ayat-ayat Kami) yaitu Alquran (dengan anggapan mereka dapat melepaskan diri dari Kami) dan menurut qiraat yang lain, lafal Mu’aajiziina pada ayat ini dan pada ayat yang lainnya nanti dibaca Mu’jiziina. Maksudnya menganggap Kami tidak mampu mengazab mereka, atau mereka beranggapan dapat melepaskan diri dari azab Kami, karena mereka mempunyai dugaan, bahwa tidak ada hari berbangkit dan tidak ada azab (mereka itu memperoleh buruknya azab) azab yang paling buruk (yang pedih) yang menyakitkan, kalau dibaca Aliimin berarti menjadi sifat daripada lafal Rijzin dan kalau dibaca Aliimun berarti menjadi sifat daripada lafal ‘Adzaabun.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Kemudian Allah menjelaskan hikmah-Nya dalam mengembalikan semua tubuh yang telah mati menjadi hidup kembali dan terjadinya hari kiamat, melalui firman-Nya:

supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang mendapat ampunan dan rezeki yang mulia. Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melepaskan diri dari azab (Kami). (Saba: 4-5)

Yakni berupaya untuk menghalang-halangi jalan Allah dan mendustakan utusan-utusan-Nya.

mereka itu memperoleh azab, yaitu (jenis) azab yang sangat pedih. (Saba: 5)

Maksudnya, supaya Allah memberi nikmat kepada orang-orang yang berbahagia (yaitu kaum mukmin) dan supaya Dia mengazab orang-orang yang celaka (yaitu orang-orang kafir), sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ

Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung. (Al-Hasyr: 20)

Dan firman Allah Swt.:

أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَالْمُفْسِدِينَ فِي الأرْضِ أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّارِ

Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat? (Sad: 28)

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 21 ««««      «««« juz 22 ««««      «««« juz 23 «««««