Mukjizat Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ ayat 12

0
60

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ ayat 12. Nikmat-nikmat Allah Subhaanahu wa Ta’aala kepada Nabi Sulaiman ‘alaihis salam, sebagian mukjizat Nabi Sulaiman ‘alaihimas salam. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَمَنْ يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ (١٢)

Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan barang siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. (Q.S. Saba’ : 12)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa li sualaimānar rīha (dan bagi Sulaiman itu angin), yakni dan Kami menundukkan angin untuk Sulaiman.

Ghuduwwuhā syahrun (yang perjalanannya pada pagi hari sama dengan sebulan), yakni Sulaiman a.s. melakukan perjalanan dengan menunggangi angin itu pada pagi hari, dari Baitul Maqdis ke Ishthahar yang lamanya sama dengan perjalanan sebulan.

Wa rawāhuhā syahrun (dan perjalanannya pada sore hari juga sama dengan sebulan), yakni Sulaiman a.s. pulang pada sore hari dengan menunggangi angin itu dari Ishthahar ke Baitul Maqdis yang lamanya sama dengan perjalanan sebulan. Jadi, Sulaiman a.s. pulang-pergi hanya dalam tempo satu hari.

Wa asalnā lahū (serta Kami mengalirkan baginya), yakni menyalurkan baginya.

‘Ainal qithri (cairan tembaga), yakni tembaga yang meleleh. Dia bisa membuat apa saja yang dia inginkan, sebagaimana ia membuatnya dari tanah.

Wa minal jinni (dan sebagian jin), yakni dan Kami juga menundukkan sebagian jin kepadanya.

May ya‘malu baina yadaihi (ada yang bekerja di hadapannya) dengan kerja paksa untuk mendirikan berbagai bangunan dan lain-lain.

Bi idzni rabbihī (dengan Seizin Rabb-nya), yakni dengan Perintah Rabb-nya.

Wa may yazigh (dan siapa pun yang menyimpang), yakni melenceng dan membangkang.

Minhum ‘an amrinā (di antara mereka dari perintah Kami), yakni dari apa yang Kami perintahkan. Menurut yang lain, dari perintah Sulaiman a.s.

Nudziqhu min ‘adzābis sa’īr (niscaya Kami merasakan kepadanya azab api menyala-nyala), yakni api yang berkobar-kobar. Menurut yang lain, malaikat akan memukul mereka dengan gada besi dari api.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [41]Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula)[42] dan Kami alirkan cairan tembaga baginya[43]. [44]Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan barang siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

[41] Setelah Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan keutamaan Dawud ‘alaihis salam, Dia menyebutkan keutamaan putranya yaitu Nabi Sulaiman ‘alaihis salam, dan bahwa Allah telah menundukkan angin untuknya yang berhembus mengikuti perintahnya dan dapat membawanya serta membawa apa yang bersamanya, bahkan perjalanan yang jauh hanya ditempuh dalam waktu sebentar, sehingga dalam sehari Beliau dapat menempuh jarak perjalanan yang biasa memakan waktu dua bulan.

[42] Maksudnya, jika Sulaiman mengadakan perjalanan dari pagi sampai tengah hari maka jarak yang ditempuhnya sama dengan jarak perjalanan unta yang cepat dalam sebulan. Begitu pula jika ia mengadakan perjalanan dari tengah hari sampai sore, maka kecepatannya sama dengan perjalanan sebulan.

[43] Yakni kami tundukkan untuknya cairan tembaga dan Kami mudahkan segala sebab untuk menghasilkan barang-barang darinya, seperti bejana dan lain-lain.

[44] Allah juga menundukkan setan dan jin kepada Beliau, sehingga mereka tidak sanggup mendurhakai perintahnya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan) Kami tundukkan (bagi Sulaiman angin) menurut qiraat yang lain lafal Ar Riiha dibaca Ar Riihu yaitu dengan memperkirakan keberadaan lafal Taskhiirun (yang perjalanannya di waktu pagi) perjalanannya mulai dari pagi hingga waktu tergelincir matahari (sama dengan perjalanan sebulan, dan perjalanannya di waktu sore hari) yaitu mulai dari tergelincir matahari sampai terbenam (sama dengan perjalanan sebulan) maksudnya sama dengan perjalanan selama itu (dan Kami alirkan) Kami leburkan (cairan tembaga baginya) sehingga tembaga itu menjadi lebur selama tiga hari tiga malam, sebagaimana air mengalir dan umat manusia sampai sekarang dapat mengeksploitasinya berkat ilmu yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Sulaiman. (Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di bawah kekuasaannya dengan izin) yakni berdasarkan perintah (Rabbnya. Dan siapa yang menyimpang) menyeleweng (di antara mereka dari perintah Kami) yang menyuruhnya untuk taat kepada Nabi Sulaiman (Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala) di akhirat nanti. Menurut suatu pendapat azab tersebut terjadi di dunia, yaitu malaikat memukulnya dengan cambuk api, yang setiap pukulan dapat membakar dan menghanguskannya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Setelah Allah Swt. menyebutkan nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada Daud, lalu menyebutkan apa yang telah Dia berikan kepada putra Daud (Sulaiman a.s.), yaitu ditundukkan-Nya angin untuknya hingga angin menerbangkan hamparan permadaninya. Perjalanannya pagi harinya sama dengan jarak satu bulan, dan perjalanan petang harinya sama dengan jarak satu bulan pula.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa Sulaiman a.s. berangkat di pagi hari dengan mengendarai permadani terbangnya dari Dimasyq, lalu turun di Astakhr dan makan siang padanya, lalu petang harinya ia pergi lagi dari Astakhr menuju Kabil dan menginap padanya. Jarak antara Dimasyq dan Astakhr dapat ditempuh selama satu bulan bagi orang yang memacu kendaraannya, dan jarak antara Astakhr ke Kabil satu bulan pula.

Firman Allah Swt.:

dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. (Saba: 12)

Ibnu Abbas r.a., Mujahid, Ikrimah, Ata, Al-Khurasani, Qatadah, As-Saddi dan Malik semuanya telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang, bahwa yang dimaksud dengan al-qitr adalah tembaga.

Qatadah mengatakan bahwa tembaga itu ada di negeri Yaman, dan semua peralatan yang dibuat oleh manusia berasal dari bahan baku yang dikeluarkan oleh Allah Swt. untuk Sulaiman a.s.

As-Saddi mengatakan, sesungguhnya tembaga itu dicairkan untuknya hanya selama tiga hari.

Firman Allah Swt.:

Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. (Saba: 12)

Yakni Kami telah menundukkan jin baginya untuk bekerja di hadapannya dengan seizin Tuhannya, untuk membangun gedung-gedung dan lain-lainnya yang disukai oleh Sulaiman a.s. berkat kekuatan dan kekuasaan yang diberikan oleh Allah Swt. kepada Sulaiman a.s.

Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami (Saba: 12)

Yaitu barang siapa yang menyimpang dan memberontak di antara mereka dari ketaatan.

Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. (Saba: 12)

Yang dimaksud dengan sa’ir ialah yang membakar. Ibnu Abu Hatim dalam bab ini telah menyebutkan sebuah hadis yang garib sekali.

Ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Saleh, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyyah ibnu Saleh, dari Abuz Zahra, dari Jubair ibnu Nafir, dari Abu Sa’labah Al-Khusyani r.a., bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

الْجِنُّ عَلَى ثَلَاثَةِ أَصْنَافٍ: صِنْفٌ لَهُمْ أَجْنِحَةٌ يَطِيرُونَ فِي الْهَوَاءِ، وَصِنْفٌ حَيَّاتٌ وَكِلَابٌ، وَصِنْفٌ يَحِلُّونَ وَيَظْعُنُونَ

Jin itu ada tiga jenis, satu jenis dari mereka mempunyai sayap yang dapat menerbangkan mereka di angkasa, dan satu jenis lagi berupa ular atau anjing, sedangkan jenis yang terakhir ada yang senang menetap dan ada yang senang bepergian.

Predikat marfu’ hadis ini garib sekali.

قَالَ أَيْضًا: حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا حَرْمَلة، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي بَكْرُ بْنُ مُضَر، عَنْ مُحَمَّدٍ، عَنِ ابْنِ أَنْعُمَ أَنَّهُ قَالَ: الْجِنُّ ثَلَاثَةٌ: صِنْفٌ لَهُمُ الثَّوَابُ وَعَلَيْهِمُ الْعِقَابُ، وَصِنْفٌ طَيَّارُونَ فِيمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، وَصِنْفٌ حَيَّاتٌ وَكِلَابٌ

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Harmalah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Bakr ibnu Mudar, dari Muhammad ibnu Bujair, dari Ibnu An’am yang mengatakan bahwa jin itu ada tiga jenis, satu jenis ada yang mendapat pahala, ada pula yang mendapat siksa; satu jenis lagi hidupnya terbang di angkasa antara bumi dan langit, dan jenis terakhir berupa ular dan anjing.

Selanjutnya Bakr mengatakan bahwa tidaklah ia tahu melainkan Anas pernah bercerita kepadanya bahwa manusia itu ada tiga macam, sebagian dari mereka ada yang mendapat naungan dari Allah di bawah naungan ‘Arasy-Nya pada hari kiamat; dan sebagian yang lain seperti hewan ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi jalannya; dan sebagian lainnya lagi rupa mereka adalah rupa manusia, tetapi kalbu mereka adalah kalbu setan.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Hasyim ibnu Marzuq, telah menceritakan kepada kami Salamah (yakni Ibnul Fadl), dari Ismail, dari Al-Hasan yang mengatakan bahwa jin itu adalah anak iblis, dan manusia adalah anak Adam; di antara mereka (jin) ada yang beriman dan di antara mereka (manusia) ada yang beriman, maka mereka bersekutu dalam memperoleh pahala dan hukuman. Barang siapa dari kalangan jin dan manusia beriman, maka dia adalah kekasih Allah; dan barang siapa dari kalangan jin dan manusia yang kafir, maka dia adalah setan.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 21 ««««      «««« juz 22 ««««      «««« juz 23 «««««