Tempat-tempat yang Aman

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ ayat 18

0
103

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ ayat 18. Keingkaran kaum Saba’ terhadap nikmat Allah dan akibatnya. Mereka diberi kenikmatan, kemewahan hidup, kesenangan, negeri yang makmur, tempat-tempat yang aman, dan negeri yang berdekatan satu sama lainnya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ (١٨)

Dan Kami jadikan antara mereka (penduduk Saba’) dan negeri-negeri yang Kami berkahi (Syam), beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman.  (Q.S. Saba’ : 18)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa ja‘alnā bainahum (dan Kami jadikan di antara mereka), yakni di antara penduduk Saba’.

Wa baina (dan di antara) penduduk.

Al-qural latī bāraknā fīhā (negeri-negeri yang telah Kami limpahi berkah) dengan air dan pepohonan, yaitu Yordania dan Palestina.

Quraη zhāhiratan (beberapa negeri yang berdekatan), yakni yang bersambung dan terlihat.

Wa qaddarnā fīha (dan Kami tetapkan padanya), yakni di negeri-negeri itu.

As-sair ([jarak-jarak] perjalanan) yang lamanya sama dengan tidur siang dan bermalam .

Sīrū fīhā (berjalanlah kalian di kota-kota itu), yakni bepergianlah kalian di kota-kota itu.

Layāliya wa ayyāman āminīn (pada malam hari dan siang hari dengan aman) dari lapar, haus, dan pencurian. Kemudian sesudah itu para nabi berkata kepada mereka, “Bersyukurlah kalian atas Nikmat Rabb kalian, agar nikmat itu tidak Dia ambil dari kalian, sebagaimana Dia telah mencabut nikmat yang terdahulu.”

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan Kami jadikan antara mereka (penduduk Saba’) dan negeri-negeri yang Kami berkahi (Syam), beberapa negeri yang berdekatan[8] dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan[9]. Berjalanlah kamu di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman[10].

[8] Yakni menyambung dari Yaman ke Syam.

[9] Sehingga mereka tidak tersesat dalam perjalanan.

[10] Yang dimaksud dengan negeri yang Allah limpahkan berkah kepadanya ialah negeri yang berada di Syam, karena kesuburannya; dan negeri- negeri yang berdekatan itu ialah negeri-negeri antara Yaman dan Syam, sehingga orang-orang dapat berjalan dengan aman siang dan malam tanpa terpaksa berhenti di padang pasir dan tanpa mendapat kesulitan. Ini termasuk sempurnanya nikmat yang Allah berikan kepada mereka, dan Dia mengamankan mereka dalam perjalanan.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan Kami jadikan antara mereka) yakni penduduk negeri Saba yang berada di Yaman (dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya) dengan melimpahnya air dan banyaknya pohon-pohonan, yang dimaksud adalah kampong-kampung negeri Syam tempat lalu mereka untuk tujuan berdagang (beberapa negeri yang berdekatan) mulai dari Yaman sampai ke Syam (dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu jarak-jarak perjalanan) hingga mereka dapat beristirahat pada suatu tempat, kemudian menginap pada tempat lainnya sampai pada akhir perjalanan mereka. Di dalam perjalanan, mereka tak perlu lagi membawa bekal dan air. Kami katakan, (“Berjalanlah kalian di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman”) tanpa merasa takut lagi, baik kalian melakukan perjalanan pada malam hari maupun pada siang hari.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. menceritakan apa yang diperoleh mereka berupa kenikmatan, kemewahan hidup, kesenangan, negeri yang makmur, tempat-tempat yang aman, dan kota-kota yang saling berdekatan satu sama lainnya yang dipenuhi oleh pepohonan, tanam-tanaman, dan hasil buah-buahan yang melimpah ruah. Sehingga orang yang mengadakan perjalanan di antara mereka tidak perlu membawa bekal makanan dan air minum, bahkan di mana pun ia turun istirahat pasti ia menjumpai air dan buah-buahan. Ia dapat pula beristirahat siang hari di suatu kota, lalu menginap di kota lainnya menurut kondisi dan keadaan yang diperlukan dalam perjalanan. Karena itulah disebutkan dalam firman-Nya:

Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya. (Saba: 18)

Wahb ibnu Munabbih mengatakan, yang dimaksud adalah kampung-kampung yang ada di San’a; hal yang sama telah dikatakan oleh Abu Malik. Mujahid, Al-Hasan, Sa’id ibnu Jubair, Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam, dari Qatadah, Ad-Dahhak, As-Saddi, dan Ibnu Zaid serta lain-lainnya, bahwa yang dimaksud adalah kota-kota yang ada di negeri Syam. Dengan kata lain, mereka berjalan dari Yaman menuju ke negeri Syam melalui banyak kota yang satu sama lainnya berdekatan.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa negeri-negeri yang Kami berkati adalah Baitul Maqdis. Al-Aufi mengatakan pula bahwa makna yang dimaksud adalah kota-kota Arab yang ada di antara Madinah dan negeri Syam.

beberapa negeri yang berdekatan (Saba: 18)

Yakni jelas dan gamblang dikenal oleh semua musafir; mereka dapat beristirahat siang di suatu kota, lalu menginap di kota lainnya. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. (Saba: 18)

Artinya, Kami menjadikan letak kota-kota tersebut sesuai dengan jarak tempuh yang diperlukan oleh orang-orang musafir, antara yang satu dengan yang lainnya.

Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman. (Saba: 18)

Yakni dalam waktu kapan pun, baik siang maupun malam, perjalanan mereka akan aman.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 21 ««««      «««« juz 22 ««««      «««« juz 23 «««««