Tidak Mempunyai Peran Serta

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ ayat 22

0
110

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ ayat 22. Sembahan-sembahan selain Allah tidak mempunyai kekuasaan sedikit pun, mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam penciptaan langit dan bumi. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلا فِي الأرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ (٢٢)

Katakanlah (Muhammad), “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat  zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya. (Q.S. Saba’ : 22)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Qul (katakanlah), hai Muhammad, kepada orang-orang kafir Mekah dari kelompok Bani Malih.

Ud‘ul ladzīna za‘amtum (“Serulah mereka yang kalian anggap), yakni yang kalian sembah.

Miη dūnillāhi (selain Allah), hingga mereka menjawab seruan kalian. Bani Malih adalah para penyembah jin dan mereka menyangka bahwa para jin itu malaikat.

Lā yamlikūna (mereka tidak memiliki), yakni mereka tidak memiliki kekuasaan untuk memberi kalian manfaat.

Mitsqāla dzarratiη fis samāwāti (seberat zarah pun di langit), yakni dari apa yang ada di langit.

Wa lā fil ardli (dan tidak pula di bumi), yakni dan tidak pula dari apa yang ada di bumi.

Wa mā lahum (dan tidaklah mereka mempunyai), yakni malaikat-malaikat itu tidak mempunyai ….

Fīhimā (pada keduanya), yakni pada penciptaan langit dan bumi.

Miη syirkin (suatu andil pun), yakni penyertaan bersama Allah Ta‘ala.

Wa mā lahū (dan sekali-kali tidak ada bagi-Nya), yakni bagi Allah Ta‘ala.

Minhum (di antara mereka), yakni di antara malaikat.

Miη zhahīr (satu pembantu pun”) dalam penciptaan langit dan bumi.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Katakanlah (Muhammad)[22], “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah[23]! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi[24] [25]dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.

[22] Kepada orang-orang yang menyekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak dapat menimpakan bahaya, sambil menerangkan kelemahannya dan menjelaskan batilnya beribadah kepadanya.

[23] Untuk memberimu manfaat, karena telah berkumpul pada diri mereka sebab-sebab kelemahan dan mereka tidak sanggup mengabulkan doa dari berbagai sisi. Mereka juga tidak memiliki apa-apa meskipun kecil di langit dan di bumi.

[24] Oleh karena itu, mereka tidak memiliki apa pun dan tidak memiliki peran pada penciptaan langit dan bumi.

[25] Jika ada perkataan, “Memang mereka tidak memiliki apa-apa dan tidak memiliki peran dalam hal itu, tetapi bisa saja mereka sebagai pembantu bagi Allah, sehingga berdoa kepada sekutu-sektu itu bisa bermanfaat.” Maka dalam ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta’aala membantahnya, bahwa Dia tidak memiliki pembantu sama sekali. Tinggallah masalah syafaat, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala nafikan juga dalam ayat selanjutnya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Katakanlah) hai Muhammad kepada orang-orang kafir Mekah, (“Serulah mereka yang kalian anggap) sebagai tuhan-tuhan (selain Allah) untuk memberi manfaat kepada diri kalian sesuai dengan dugaan dan sangkaan kalian. Maka Allah berfirman mengenai yang dipertuhankan mereka itu (mereka tidak memiliki seberat) walau hanya seberat (zarah) kebaikan atau keburukan (di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam penciptaan langit dan bumi) tidak ikut andil (dan tidak ada bagi-Nya) yakni bagi Allah swt. (dari mereka) yang dianggap sebagai tuhan-tuhan itu (seorang pembantu pun”) yaitu yang membantu-Nya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. menjelaskan bahwa Dialah Tuhan Yang Maha Esa, bergantung kepada-Nya segala sesuatu, tiada yang menandingi-Nya, dan tiada sekutu bagi-Nya. Bahkan Dia mengatur sendirian tanpa ada yang menyekutui-Nya dan tanpa ada yang menentang atau yang menyaingi-Nya dalam urusan-Nya. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

Katakanlah, “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah.” (Saba: 22)

Yakni semua tuhan yang disembah selain Allah.

mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi. (Saba: 22)

Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ

Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa, walaupun setipis kulit ari. (Fathir: 13)

Adapun firman Allah Swt.:

dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan) langit dan bumi. (Saba: 22)

Maksudnya, mereka tidak memiliki sesuatu apa pun secara menyendiri dan tidak pula secara persekutuan.

dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya. (Saba: 22)

Allah tidak memerlukan bantuan dan andil apa pun dari sekutu-sekutu itu dalam semua urusan-Nya, bahkan semua makhluk berhajat kepada-Nya dan merupakan hamba-hamba-Nya.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya. (Saba: 22) Yakni penolong yang membantu-Nya dalam sesuatu urusan.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 21 ««««      «««« juz 22 ««««      «««« juz 23 «««««