Yang Maha Pemberi Keputusan

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ayat 26-27

0
99

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ayat 26-27. Yang memberikan rezeki adalah Allah Subhaanahu wa Ta’aala, tingginya kalimat yang hak dan rendahnya kalimat kebatilan, Dia Yang Maha Pemberi keputusan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ (٢٦) قُلْ أَرُونِيَ الَّذِينَ أَلْحَقْتُمْ بِهِ شُرَكَاءَ كَلا بَلْ هُوَ اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٢٧)

Katakanlah, “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui.” Katakanlah, “Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu-Nya, tidak mungkin! Sebenarnya Dialah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Saba’ : 26-27)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Qul yajma‘u bainanā rabbunā (katakanlah, “Rabb kita akan mengumpulkan kita semua) pada hari kiamat.

Tsumma yaftahu (kemudian Dia akan mengadili), yakni akan memberi keputusan.

Bainanā bil haqq (di antara kita dengan benar), yakni dengan adil.

Wa huwal fattāhu (dan Dia-lah Yang Maha memberi keputusan”), yakni Maha Hakim.

Al-‘alīm (lagi Maha mengetahui) dalam membuat keputusan.

Qul (katakanlah) kepada penduduk Mekah, hai Muhammad!

Arūniyal ladzīna alhaqtum bihī (“Perlihatkanlah kepadaku [sembahan-sembahan] yang kalian hubungkan dengan-Nya), yakni yang kalian sekutukan dengan-Nya.

Syurakā-a (sebagai sekutu-sekutu itu), yakni sebagai tuhan-tuhan. Apa yang telah mereka ciptakan?

Kallā (sekali-kali tidak), yakni pasti mereka tidak bisa menciptakan apa pun.

Bal huwallāhu (sebenarnya Dia-lah Allah) yang telah menciptakan semua itu.

Al-‘azīzu (Yang Maha Perkasa) menimpakan hukuman kepada orang-orang yang tidak beriman kepada-Nya.

Al-hakīm (lagi Maha Bijaksana) dalam perintah dan ketentuan-Nya. Dia telah memerintahkan agar tidak beribadah kepada selain-Nya.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Katakanlah[37], “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua[38], kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar[39]. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui.”

[37] Yakni kepada mereka.

[38] Pada hari Kiamat.

[39] Yakni Dia akan memberikan keputusan di antara kami dengan putusan yang memperjelas siapa yang benar dan siapa yang dusta, siapa yang berhak mendapat pahala dan siapa yang berhak mendapatkan siksa, dan Dia akan memasukkan yang benar ke dalam surga dan memasukkan yang salah ke dalam neraka.

  1. Katakanlah, “Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu-Nya[40], tidak mungkin[41]! Sebenarnya Dialah Allah Yang Maha Perkasa[42] lagi Maha Bijaksana[43].

[40] Yakni di mana mereka? Apakah mereka di bumi atau di langit, karena Tuhan yang mengetahui yang gaib dan yang tampak telah memberitahukan kepada kita bahwa Dia tidak memiliki sekutu di alam semesta. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.” Katakanlah, “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu).” (Terj. Yunus: 18) Bahkan para nabi dan rasul yang merupakan manusia pilihan tidak mengetahui adanya sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu, wahai kaum musyrik perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu-Nya dengan sangkaanmu yang batil. Pertanyaan ini tentu tidak bisa mereka jawab. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Tidak mungkin”, yakni tidak mungkin ada sekutu bagi Allah dan tidak ada tandingan bagi-Nya. Bahkan Dialah Allah yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia, Dia Maha Perkasa, Dia berkuasa terhadap segala sesuatu, sedangkan selain-Nya dikuasai dan ditundukkan, dan Dia Maha Bijaksana, di mana Dia merapikan ciptaan-Nya dan memperbagus syariat-Nya. Kalau pun tidak ada dalam hikmah dan syariat-Nya kecuali Dia memerintahkan tauhid dan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya, Dia mencintai hal itu dan menjadikannya sebagai jalan selamat, serta melarang syirk dan melarang mengadakan tandingan bagi-Nya serta menjadikannya sebagai jalan kesengsaraan dan kebinasaan, maka yang demikian sudah cukup sebagai bukti sempurnanya kebijaksanaan, lalu bagaimana dengan semua perintah dan larangan yang mengandung hikmah?

[41] Sebagai penolakan terhadap keyakinan mereka bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala mempunyai sekutu.

[42] Yang berkuasa terhadap urusan-Nya.

[43] Dalam mengatur makhluk-Nya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Katakanlah! “Rabb kita akan mengumpulkan kita semua) kelak di hari kiamat (kemudian Dia memberi keputusan) memutuskan (antara kita dengan benar) maka orang-orang yang benar akan dimasukkan-Nya ke dalam surga, dan orang-orang yang salah akan dimasukkan-Nya ke dalam neraka. (Dan Dialah Maha Pemberi keputusan) Yang menghukumi (lagi Maha mengetahui”) tentang keputusan hukum yang diambil-Nya.
  2. (Katakanlah! “Perlihatkanlah kepadaku) maksudnya beritahukanlah kepadaku (sesembahan-sesembahan yang kalian hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu-Nya) untuk kalian sembah (sekali-kali tidak mungkin! Dialah Allah Yang Maha Perkasa) yakni Maha Menang atas semua perkara-Nya (lagi Maha Bijaksana”) di dalam mengatur makhluk-Nya, maka tiadalah bagi-Nya sekutu dalam kerajaan-Nya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Adapun firman Allah Swt.:

Katakanlah, “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua.” (Saba: 26)

Yakni pada hari kiamat Dia akan mengumpulkan semua makhluk di suatu tempat yang lapang.

kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. (Saba:26)

Dia akan memutuskan perkara di antara kita secara adil, maka Dia membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya. Jika amalnya baik, maka balasannya baik; dan jika amalnya jahat, maka balasannya jahat pula. Pada hari itu kelak pasti kalian akan mengetahui bagi siapakah kemuliaan, pertolongan, dan kebahagiaan yang abadi? Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ. فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَهُمْ فِي رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ. وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الآخِرَةِ فَأُولَئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ

Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qur’an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka). (Ar-Rum: 14-16)

Karena itulah dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Dan Dialah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui (Saba: 26)

Yaitu Hakim Yang Maha Mengetahui hakikat semua perkara.

Firman Allah Swt.:

Katakanlah, “Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu (Nya).” (Saba: 27)

Maksudnya, perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kalian jadikan sebagai tandingan-tandingan Allah dan kalian mengangkatnya sebagai saingan-Nya.

sekali-kali tidak mungkin. (Saba: 27)

Yakni tiada tandingan bagi-Nya, tiada saingan, tiada sekutu, dan tiada padanan bagi-Nya. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Sebenarnya Dialah Allah. (Saba: 27)

Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya.

Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Saba: 27)

Yakni Tuhan Yang Mahaperkasa, yang dengan Keperkasaan-Nya Dia menaklukkan segala sesuatu dan mengalahkan segala sesuatu. Dia Maha Bijaksana dalam semua ucapan, perbuatan, syariat, dan takdir-Nya. Maha Suci Allah lagi Maha Tinggi dari apa yang dikatakan oleh orang-orang musyrik dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 21 ««««      «««« juz 22 ««««      «««« juz 23 «««««